Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Soal Telegram Kapolri, DPR: Jangan Sampai Konsep Presisi Itu Ada di Bapak Saja

Ekonomi18/09/2021 02:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Soal Telegram Kapolri, DPR: Jangan Sampai Konsep Presisi Itu Ada di Bapak Saja

Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan, angkat bicara soal telegram (TR) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Telegram Kapolri dengan nomor STR/862/IX/PAM.3/2021 tertanggal 15 September 2021.

“Oleh karena itu telegram atau surat dari Kapolri yang kemarin disampaikan sampai kepada jajaran bawah penegasan soal itu (konsep presisi),” ujar Hinca Pandjaitan di PTUN Rawamangun, Jakarta, Kamis (16/9).

Baca Juga: Prihatin Atas Penangkapan Alex Noerdin, Gubernur Sumsel Bilang Begini

Hinca mengatakan Surat Telegram (TR) tersebut merupakan janji Kapolri saat fit and proper test di Komisi III.

“Pada waktu Kapolri Pak Sigit menyampaikan gagasan dan pokok pikirannya yang disebut konsep presisi, salah satu poin penting untuk penegakkan hukumnya ialah humanis,” ucapnya.

Politikus Partai Demokrat itu juga meminta Kapolri untuk menerapkan konsep presisi jangan sampai berhenti di dirinya.

“Saya berkali-kali menyampaikan kepada Kapolri jangan sampai konsep Presisi itu ada di bapak saja, karena bapak yang presentasi, pegang dokumen, maka itu tanggung jawab bapak,” bebernya.

Hinca meminta gagasan Kapolri juga diterapkan oleh jajarannya.

“Yang namanya Polri itu satu mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, dan kota, sampai ke sektor di bawah sama-sama polisi,” kata Hinca.

Dia pun mendukung apa yang disampaikan Kapolri, bahwa anggotanya harus humanis.

Baca Juga: Presiden dan Kapolri Tinjau Vaksinasi Merdeka di Ponpes dan Tempat Ibadah Se-Indonesia

“Itu satu dari segi Polri, dari segi pemerintah di Istana, kita mohon juga agar tidak juga terlalu reaktif terhadap gagasan dan pikiran rakyat,” katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan Surat Telegram (TR), pasca pengamanan kunjungan Presiden Jokowi ke daerah.

Surat Telegram (TR) itu berupa perintah kepada jajaran Polda dan Kasatwil di seluruh Indonesia untuk melakukan pengamanan kunjungan kerja Presiden dengan humanis serta tidak reaktif.(*)

Soal Telegram Kapolri, DPR: Jangan Sampai Konsep Presisi Itu Ada di Bapak Saja
 

Artikel Terkait

Melejit 391%, Harga Bitcoin Hari Ini Tembus Rp 932 Juta
Melejit 391%, Harga Bitcoin Hari Ini Tembus Rp 932 Juta Oleh Warta Ekonomi Online - 21/10/2021

Harga Bitcoin (BTC) terus naik. berdasarkan data Indodax.com, harga aset kripto ini akhirnya tembus ke harga 900 juta rupiah atau Lebih tepatnya di angka Rp 932 juta (dengan kurs...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email