Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Soal Ormas Baru Buatan Mantan Pengurus FPI, Ferdinand: Curiga...

Ekonomi27/09/2021 07:30
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Soal Ormas Baru Buatan Mantan Pengurus FPI, Ferdinand: Curiga...

Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean mencurigai pendirian organisasi masyarakat (ormas) Perisai Bangsa oleh mantan pengurus Front Pembela Islam (FPI) yang telah dibubarkan pemeirntah.

Diketahui, ormas Perisai Bangsa dideklarasikan oleh mantan Wakil Ketua Bidang Organisasi FPI Surabaya, Habib Umar Al Athos, dan Wali Laskar FPI, Din Nawawi. Ferdinand mencurigai langkah yang terkesan tiba-tiba itu, terlebih lagi ormas Perisai Bangsa akan dijalankan berdasarkan kepada Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga: Mantan Pengurus FPI Deklarasikan Ormas Baru, Namanya...

"Bagi saya agak janggal, mengapa mereka tiba-tiba bisa berubah haluan dan berubah pemahaman dengan FPI yang pernah menjadi tempat mereka bernaung," ucap Ferdinand kepada JPNN.com, Minggu (26/9).

Langkah eks pengurus FPI itu juga menimbulkan tanda tanya bagi mantan ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) itu.

Ferdinand mempertanyakan apakah mereka memang sudah berubah secara ideologi hingga mendirikan Perisai Bangsa yang berasaskan Pancasila, ataukah ormas tersebut hanya sebagai kamuflase semata untuk menutupi gerakan sesungguhnya.

"Ataukah memang telah terjadi perpecahan di tubuh FPI? Saya belum tahu dan masih harus mencari informasi," ujar mantan politikus Partai Demokrat itu.

Namun demikian, dia berharap agar ormas Perisai Bangsa betul-betul menjadi organisasi yang berasaskan Pancasila, bukan hanya menempatkan ideologi negara itu sebagai kamuflase atau penyamaran. Sebab, dia curiga dengan agenda ormas Perisai Bangsa yang konon mengagendakan acara nonton bareng film G30S PKI yang kontroversial dengan kebenaran sejarah di dalamnya.

"Saya curiga dengan ormas ini, belum layak dipercaya dengan apa yang mereka sampaikan yang katanya mau merangkul semua," ucap Ferdinand.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar pemerintah tetap berhati-hati dengan kehadiran ormas besutan mantan pengurus FPI tersebut. "Saya pikir pemerintah tak perlu buru-buru merangkul, diamati dahulu, dicermati, jangan sampai merangkul yang salah," tandas Ferdinand.

Soal Ormas Baru Buatan Mantan Pengurus FPI, Ferdinand: Curiga...
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email