Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Tingkatkan Sekarang

Pukulan Telak dari Menteri Jokowi untuk Bapak dan Anak Ini, Iya SBY dan Mas AHY, Telak Abis!

Ekonomi 09/03/2021 15:48
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Pukulan Telak dari Menteri Jokowi untuk Bapak dan Anak Ini, Iya SBY dan Mas AHY, Telak Abis!

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan ayahya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk tidak lagi menuding pemerintah tidak objektif terkait prahara yang terjadi di partai berlambang Mercy ini.

“Tolong Pak SBY dan AHY jangan tuding-tuding pemerintah begini, pemerintah begitu. Kami objektif kok. Jangan main serang-serang yang tidak ada dasarnya,” tegasnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/3). Baca Juga: Moeldoko Diingatkan Momen Ini: 'Ketika SBY Menepuk Lengannya 3X'

Lanjutnya, ia menilai peermasalah tersebut masih menjadi urusan internal partai. Pasalnya, hingga saat ini masih belum ada yang menyerahkan berkas apa pun terkait hasil KLB Demokrat tersebut.

“Saat ini kami masih melihat masalah itu masih masalah internal Demokrat. Karena kelompok yang dikatakan KLB belum ada menyerahkan satu lembar apa pun kepada kami,” lanjutnya.

Tegasnya, ia menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja secara profesional dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Baca Juga: Momen SBY Melantik Moeldoko jadi Panglima TNI pada 2013, 8 Tahun Kemudian Moel Melawan

Istana menjawab.

Pemerintah menajwab isu KLB Partai Demokrat melalui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

“Untuk kasus KLB atau klaim KLB Partai Demokrat di Deli Serdang itu, pemerintah akan menyelesaikan berdasar hukum,” katanya, kepada wartawan, Senin (8/3/2021). Â

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah sama sekali belum mengambil keputusan terkait hal ini.

“Apa berdasar hukum itu? yaitu sesudah ada laporan bahwa itu KLB sampai dengan saat ini pemerintah tidak menganggap, setidak-tidaknya secara hukum ada KLB atau tidak,” imbuhnya. Â

Sambungnya, secara jelas KLB Sibolangit ada dan telah terselenggara. Namun, secara hukum belum bisa diakui karena belum dilaporkan.

“Ini akan ditangani secara hukum oleh pemerintah manakala nanti sudah dilaporkan oleh penyelenggaranya.”

“Sehingga pemerintah mendapat laporan, oh ada dua KLB,” tandasnya.

Selain itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago meminta Kemenkumham menyelesaikan konflik Demokrat secara adil. Jangan sampai ada kesan pemerintah ikut campur dalam urusan internal partai.

“Jika pemerintah melakukan intervensi, demokrasi kita makin sakit,” kata Pangi, tadi malam. Namun merujuk beberapa kasus dualisme partai sebelumnya, Pangi memprediksi, Kemenkumham bakal mengesahkan KLB di Deli Serdang.

Sementara itu, pegamat hukum Abdul Fickar Hadjar memprediksi konflik yang terjadi di Demokrat bakal lama. Perseteruan tidak hanya selesai setelah Kemenkumham menentukan siapa pengurus yang sah. Kata dia, konflik akan berlanjut ke ranah hukum, yakni pengadilan.Â

Pukulan Telak dari Menteri Jokowi untuk Bapak dan Anak Ini, Iya SBY dan Mas AHY, Telak Abis!
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (2)
Rifat Hidayat
Rifat Hidayat 31/07/2021 20:48
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
berita diwarta ekonomi ini bias,tidak sesuai fakta, kelihatan sekali memframing berita untuk menciptakan opini yg sama sekali jauh dari kebenaran..,warta ekonomi tak layak untuk dibaca,dan dijadikan sumber informasi,Benar2 media sampah
Rifat Hidayat
Rifat Hidayat 31/07/2021 20:48
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
berita diwarta ekonomi ini bias,tidak sesuai fakta, kelihatan sekali memframing berita untuk menciptakan opini yg sama sekali jauh dari kebenaran..,warta ekonomi tak layak untuk dibaca,dan dijadikan sumber informasi,Benar2 media sampah
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email