Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Pengamat Bongkar Alasan Mesranya Jokowi-Prabowo, Ternyata...

Ekonomi17/10/2021 09:30
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Pengamat Bongkar Alasan Mesranya Jokowi-Prabowo, Ternyata...

Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto terlihat kian mesra. Menurutnya, kedua elite politik itu ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat.

"Ketika dua pemimpin ini bersatu dapat menciptakan efek moral positif di masyarakat bahwa negara ini stabil," kata Adi Prayitno di Jakarta, Sabtu (16/10).

Baca Juga: Umumkan Formula E di Jakarta, Alberto Longo Kutip Pesan Anies hingga Puji Jokowi

Dia mengungkapkan, ada beberapa kesempatan belakangan ini yang memperlihatkan kekompakan Presiden Jokowi dan Menteri Prabowo. Dia melanjutkan, salah satunya adalah penetapan komando cadangan (komcad) yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, Prabowo juga mendampingi presiden saat meresmikan RS LB Moerdani yang dibangun oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Merauke, Papua. Fasilitas itu didirikan guna mendukung penanganan Covid-19 sekaligus gelaran PON di Papua.

Adi melanjutkan, tidak lama sebelum itu, Prabowo juga mendampingi kunjungan kerja Jokowi ke Kalimantan Tengah untuk mengecek perkembangan vaksinasi, meresmikan jalan tol Balikpapan-Samarinda ruas Balikpapan-Samboja dan meninjau sodetan atau terusan buatan yang merupakan akses jalan menuju ibu kota negara di Kalimantan Timur.

"Jokowi terlihat nyaman dan mengandalkan Prabowo di beberapa kesempatan. Prabowo pun terlihat sangat menghormati Jokowi selaku pimpinannya," katanya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini berpendapat kalau Jokowi terlihat puas dengan kinerja Prabowo sebagai menteri pertahanan. Menurutnya, hal itu terlihat dari kehadiran Jokowi di acara penetapan komcad hingga selesai.

"Presiden hadir sampai habis dalam acara penetapan komcad beberapa waktu lalu adalah sinyal bahwa Jokowi puas dengan kinerja Prabowo," nilai Adi.

Sebaliknya, sambung dia, dukungan Prabowo terhadap kebijakan Jokowi juga jelas terlihat. Dia mencontohkan, terkait penanganan Covid-19, ibu kota negara juga komcad yang menjadi warisan pemerintahan Jokowi jilid pertama.

Ketua Umum Gerindra itu juga berhasil mengantongi lisensi pembuatan fregat Arrowhead 140 dari produsen asal Inggris, Babcock International. Nantinya, kapal perang itu akan diproduksi PT PAL dan dilengkapi rudal permukaan dan udara.

Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo juga tercatat berhasil mendirikan RS Jenderal TNI LB Moerdani di Merauke dengan cepat, yakni 20 hari. Adi mengatakan, hal ini sesuai dengan kerja cepat yang diinginkan Jokowi.

Pengamat Bongkar Alasan Mesranya Jokowi-Prabowo, Ternyata...
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email