Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

PDIP: Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional Berawal dari...

Ekonomi23/10/2021 18:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. PDIP: Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional Berawal dari...
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah menceritakan sejarah lahirnya Hari Santri Nasional (HSN).Basarah mengatakan, HSN berawal dari kampanye Pilpres 2014. Kala itu, tepatnya pada 27 Juni 2014, dia mengajak Joko Widodo (Jokowi) ke Pesantren Babussalam Malang, Jawa Timur.Di sana Jokowi bertemu dengan KH Thoriq bin Ziyad dan membicarakan kontrak politik  membuat peringatan Hari Santri Nasional.“Pak Jokowi memenuhi permintaan KH Thoriq Bin Ziyad dan para alim ulama yang hadir di pesantren Babussalam itu, di akhir pidato kampanyenya 27 Juni 2014 itu Pak Jokowi menyatakan insya Allah kalau saya terpilih saya akan menetapkan Hari Santri Nasional lalu,” ungkap Wakil Ketua MPR RI itu dalam diskusi PDIP menyambut peringatan HSN, Sabtu (23/10/2021)."Kemudian beliau (Jokowi) menandatangani kontrak politik itu dan alhamdulillah ketika beliau terpilih di 2015 tepatnya di 22 Oktober 2015, beliau kemudian secara resmi mengumumkan mengeluarkan Keppres No. 22 Tahun 2015 yang menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional," imbuhnya.Dalam diskusi itu hadir juga Zuhairi Misrawi (Gus Mis) cendekiawan muslim. Dia menilai, PDIP merefleksikan pandangan bahwa santri adalah elemen penting untuk menjaga kepribadian bangsa.“Kebahagiaan di dunia harus dengan sains dan teknologi harus dengan ilmu pengetahuan, kalau bahagia di akhirat harus menguasai ilmu akherat. Kalau ingin bahagia dunia dan akherat harus dengan ilmu pengetahuan,” ujar Misrawi.Pesan HSN juga disampaikan tokoh muda Muhammadiyah Ulfah Mawardi. Ia berharap santri di seluruh Indonesia memaknai peringatan Hari Santri Nasional untuk kemajuan Indonesia ke depan.  “Selamat untuk santri seluruh Indonesia, semoga tidak hanya seremonial, tetapi memaknai pada prinsip-prinsip pendidikan yang merdeka belajar yang membebaskan yang berbhineka tunggal ika dan pancasilais,” tandas Ulfah.
PDIP: Sejarah Lahirnya Hari Santri Nasional Berawal dari...
 

Artikel Terkait

Peraturan Hak Suara Multipel Resmi Berlaku
Peraturan Hak Suara Multipel Resmi Berlaku Oleh Pasar Dana - 07/12/2021

Pasardana.id- Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang penerapan klasifikasi saham dengan hak suara multipel oleh emiten inovasi dan tingkat pertumbuhan tinggi resmi...

Apa Itu Messaging API?
Apa Itu Messaging API? Oleh Warta Ekonomi Online - 07/12/2021

Messaging API merupakan sebuah layanan yang memungkinkan developer untuk menerapkan berbagai teknologi perpesanan dalam aplikasi melalui satu interface yang dapat...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email