🔥 Strategi saham pilihan AI kami, Raksasa Teknologi, sudah naik +7.1% sepanjang Mei.
Join selagi saham masih MENYALA.
Klaim diskon HINGGA 40%

Paviliun Indonesia Tampilkan Kesenian Daerah dan Pernak-Pernik Nusantara

Diterbitkan 22/01/2020, 17/23
© Warta Ekonomi. Paviliun Indonesia Tampilkan Kesenian Daerah dan Pernak-Pernik Nusantara
DE40
-
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Paviliun Indonesia di perhelatan World Economic Forum Annual Meeting yang diselenggarakan di Davos, Swiss, 21-24 Januari 2020, menjadi sarana diplomasi ekonomi, country branding, sekaligus untuk membuka akses ke jaringan global.

Menkominfo, Johnny G Plate ketika meninjau persiapan paviliun tersebut pada Senin (21/1/2020) mengatakan, dengan tema Unity in Diversity: Partner for Action, Paviliun Indonesia memasarkan potret dan profil kekinian Indonesia. Tidak saja berkutat dengan topik yang berat-berat terkait substansi forum ekonomi dunia, namun paviliun ini juga menampilkan kesenian daerah dan pernak-pernik Indonesia.

"Ada topi rote dari wilayah paling Selatan Indonesia. Ada kopi dari Nusa Tenggara Timur juga. Selama ini kan NTT dikenal dengan savana dan stepa saja, namun ternyata ada juga kopi, bahkan beberapa kali menjadi juara satu kontes di London, Jerman, dan lain-lain," urai Johnny, melalui rilis yang dikirimkan Biro Humas Kemenkominfo.

Baca Juga: Johnny Pamer Unicorn Indonesia di Ajang Internasional

Lanjutnya, "Jadi, banyak sekali sumber daya, khususnya dalam bidang agrikultur, yang melibatkan begitu banyak rakyat, yang terkenal di tingkat dunia. Nah, kali ini isunya cocok dengan tema WEF kali ini, yaitu sustainable development goals. Di situlah partisipasi banyak masyarakat, seperti petani, nelayan, dan lain-lain, akan jadi perhatian."

Paviliun Indonesia digelar empat hari bersamaan dengan penyelenggaraan WEF Annual Meeting 2020, berisikan sesi-sesi untuk para menteri yang hadir di Davos, workshop atau talkshow oleh kementerian, lembaga, dan swasta nasional.

WEF Annual Meeting merupakan konferensi tingkat tinggi yang dihadiri oleh sekitar 3.000 kepala negara, pimpinan perusahaan global, pemimpin organisasi politik, penemu-penemu di bidang sains dan kebudayaan dari 90 negara, termasuk 500-an jurnalis seluruh dunia.

Geralan tersebut merupakan perhelatan paling representatif di dunia yang menjadi ajang berkumpulnya pemimpin-pemimpin dunia dan perusahaan itu. Indonesia sendiri sebagai salah satu peserta dikoordinir oleh BKPM, menggandeng Kemenko Bidang Maritim dan Investasi, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta didukung penuh Kementerian Luar Negeri mengadakan Indonesia Pavilion dengan tema "Unity in Diversity: Partner for Action".

Indonesia Pavilion yang bertempat di Promenade 55, Davos Platz 7270 ini akan dibuka pada 21 Januari pukul 13.30 waktu setempat oleh para menteri Republik Indonesia dan Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Darmansyah Hadad.

Acara dilanjutkan dengan sesi dialog pertama yang menampilkan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua BKPM, Bahlil Lahadalia, dengan moderator Dubes Muliaman Darmansyah Hadad dengan tema gambaran umum tentang ketahanan ekonomi Indonesia. Tema- tema lain yang dikupas pada sesi-sesi khusus sekanjutnya di Indonesia Pavilion antara lain tentang strategi perdagangan Indonesia, ekonomi digital, pariwisata dan ekonomi kreatif, dan smart city.

Semua tema sesi tersebut dibalut dalam nuansa tema WEF 2020 yaitu “Stakeholders for a Cohesive and Sustainable World,” jelas Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo dalam siaran pers.

Selain itu, berlangsung juga diskusi bersama Prof. Edward F. Crawley dari Massachusetts Institute of Technology yang juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate hadir dalam diskusi didampingi oleh Widodo Muktiyo, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo serta Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo.

//
Foto: Kemenkominfo//

Penulis: ***
Editor: Rosmayanti
Foto: Kemenkominfo

Komentar terkini

Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.