Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Nasib Nilai Tukar Rupiah pasca BI Pertahankan Suku Bunga 3,5%

Ekonomi 25/05/2022 16:12
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh: Eldo R

Investing.com - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga seven-day reverse repo rate (7DRRR) di 3.5% sesuai konsensus. BI mencatat kenaikan pertumbuhan pinjaman perbankan dari 6,55% yoy pada Maret ke 9,1% yoy pada April.

Langkah BI tersebut membuat spread suku bunga acuan BI dengan suku bunga The Fed semakin mengecil. Target suku bunga The Fed saat ini adalah 0,75%-1%. Spread keduanya saat ini tergolong sangat rendah dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat.

Josua Pardede, Chief Economist Bank Permata menjelaskan langkah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,5% pada Mei ini mempertimbangkan upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga stabilitas harga/inflasi. Sentimen hawkish dari Fed mendorong penguatan dollar AS terhadap mata uang global termasuk Rupiah.

"Namun jika dibandingkan dengan mata uang negara berkembang lainnya, pelemahan rupiah cenderung tercatat secara tahun kalender lebih terbatas dibandingkan mata uang lainnya seperti Malaysia Ringgi, Yuan Tiongkok dan Thailand Bath yang terdepresiasi lebih dalam terhadap dollar AS," jelas Josua kepada Investing, Rabu (25/5).

Ia menambahkan kinerja neraca dagang yang masih tetap solid dimana tercatat surplus USD 16,9miliar pada periode Januari-April 2022. Adapun kinerja ekspor yang tercatat tumbuh 38,7% yoy pada periode Januari-April 2022. Selain itu, rilis neraca transaksi berjalan pada kuartal I-2022 tercatat surplus 0,07% terhadap PDB melanjutkan surplus transaksi berjalan sejak kuartal III-2021 yang mengindikasikan keseimbangan eksternal yang berada dalam level yang sehat. 

Lebih lanjut, mempertimbangkan perkembangan inflasi, pemerintah memberi sinyal bahwa akan mempertahankan harga BBM Pertalite, LPG 3 kg dan tarif listrik <3000VA dalam rangka menjaga daya beli masyarakat. Kementerian Keuangan telah mengajukan kenaikan belanja APBN 2022 sebagai konsekwensi minimnya penyesuaian harga-harga energi.

"Dengan demikian, tekanan inflasi pada semester II-2022 ini yang awalnya diperkirakan akan didorong oleh penyesuaian harga energi (BBM Pertalite, LPG 3 kg dan listrik) maka ekspektasi inflasi cenderung akan lebih rendah dari asumsi terdapat penyesuaian harga energi tersebut," tambahnya.

Oleh sebab itu, mengingat inflasi sisi permintaan yang meskipun sudah meningkat namun peningkatannya tidak lebih signifikan dibandingkan dengan kenaikan inflasi sisi supply, dan ekspektasi bahwa pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor sentimen ekseternal, maka BI diperkirakan akan masih mempertimbangkan untuk menahan suku bunga acuannya sehingga dapat mendukung momentum pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun ini.

Sementara itu, Ekonom Philip Sekuritas, Jasa Adhimulya memperkirakan Bank Indonesia akan terus mempertahankan suku bunga kebijakan pada level saat ini. Dalam pertemuan kebijakan bulan depan karena cetakan Indeks Harga Konsumen (IHK) terbaru tetap di bawah titik tengah kisaran target inflasi Bank Indonesia 2% - 4%.

"Perhitungan Taylor Rule kami memperkirakan bahwa BI7DRRR seharusnya berada pada 3,5% sepanjang semester I-2022. Dengan kata lain, siklus pengetatan suku bunga BI kemungkinan besar akan terjadi pada Juli," jelas Jasa dalam risetnya, Rabu (25/5).

Dalam waktu dekat, Jasa memperkirakan imbal hasil Obligasi Pemerintah Indonesia 2 tahun kemungkinan akan tetap di atas 5,34% dan bahkan berusaha menyentuh 6,0%.

"Kurs spot USD/IDR akan tetap berada di bawah tekanan besar untuk mendekati 15.000 di masa mendatang meskipun ada intervensi pasar oleh Bank Indonesia," jelas Josua yang juga Head of Research Philip Sekuritas Indonesia.

Nasib Nilai Tukar Rupiah pasca BI Pertahankan Suku Bunga 3,5%
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email