Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Meski Ada Hambatan, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Bisa Tumbuh 3,5% pada 2021

Ekonomi26/09/2021 15:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Meski Ada Hambatan, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Bisa Tumbuh 3,5% pada 2021

Perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh 3,5% pada tahun 2021 dan 4,8% pada 2022 di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19), demikian menurut laporan Asian Development Bank (ADB).

Ekspor dan belanja pemerintah diperkirakan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan di Indonesia tahun ini menurut Asian Development Outlook (ADO) 2021 Update. Kebijakan fiskal yang suportif dan kebijakan moneter yang akomodatif akan membantu mempertahankan pertumbuhan. Pengeluaran rumah tangga diproyeksikan akan pulih tipis sebelum naik 5,0% tahun depan. Investasi dmenguat pada 2022 seiring mulai normalnya keadaan dan makin membaiknya iklim usaha. Baca Juga: PLN Jalankan 4 Strategi untuk Dorong Konsumsi Listrik Seiring Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

"Perekonomian Indonesia mengalami penurunan yang relatif ringan pada 2020 berkat kebijakan pemerintah yang tegas dan tepat waktu untuk memberikan stimulus fiskal dan bantuan sosial kepada kelompok yang rentan untuk mencegah kerugian ekonomi jangka panjang. Pemulihan terus berlanjut pada paruh pertama 2021 berkat berbagai kebijakan tersebut dan didukung oleh ekspor yang kuat," kata Jiro Tominaga, Direktur ADB untuk Indonesia. Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Anjlok, Pegadaian Jual Emas Lebih Murah

"Mengingat perdagangan dan pembiayaan global masih menghadapi sejumlah tantangan, akan sangat penting bagi para pembuat kebijakan untuk terus mengambil langkah-langkah yang dapat mengendalikan pandemi, mendukung pemulihan ekonomi, dan melaksanakan reformasi domestik," ujarnya.

Produk domestik bruto (PDB) Indonesia tumbuh 3,1% pada paruh pertama 2021 seiring pelonggaran pembatasan dan permintaan yang kembali naik. Investasi pada aset tetap dan belanja pemerintah juga tumbuh dengan baik. Pengeluaran rumah tangga naik tidak terlalu tinggi karena tertahan oleh ketidakpastian yang masih terus membayangi. Impor meningkat sejalan dengan permintaan domestik, tetapi ekspor tumbuh lebih cepat.

Indikator kegiatan ekonomi melambat pada bulan Juli dan Agustus 2021 akibat pembatasan mobilitas demi mencegah lonjakan pandemi. Penurunan drastis angka infeksi baru sejak akhir Agustus seharusnya akan mendorong perekonomian untuk bertumbuh kembali dan PDB setahun penuh untuk 2021 akan melebihi tingkat pertumbuhan 2019.

Inflasi masih tetap terkendali dan diperkirakan mencapai 1,7% tahun ini, lebih rendah daripada proyeksi 2,4% yang dirilis ADB pada bulan April lalu, dan ini adalah akibat melambatnya pemulihan ekonomi.

Seiring kenaikan pertumbuhan tahun depan, inflasi juga akan merangkak naik mendekati tingkat pra-pandemi sebesar 3,0%, yang masih dalam rentang target Bank Indonesia 2%–3%. Defisit transaksi berjalan diproyeksikan akan sebesar 0,5% dari PDB pada 2021 dan 0,9% pada 2022.

Masih ada sejumlah risiko negatif, termasuk potensi wabah COVID-19 baru serta gangguan terhadap aktivitas perekonomian baik di Indonesia maupun luar negeri.

ADB berkomitmen mencapai Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, serta terus melanjutkan upayanya memberantas kemiskinan ekstrem. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 68 anggota—49 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik.

Meski Ada Hambatan, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Bisa Tumbuh 3,5% pada 2021
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email