🟢 Pasar sedang naik. 120rb+ anggota komunitas kami tahu langkah yang perlu dilakukan. Anda juga bisa tahu.
Klaim diskon HINGGA 40%

Luhut Pandjaitan Bilang Terkendala, Tapi Bisa Terkendali

Diterbitkan 11/09/2021, 06/55
© Warta Ekonomi. Luhut Pandjaitan Bilang Terkendala, Tapi Bisa Terkendali
ID3YT=RR
-
KS11
-
STI
-
SSEC
-

Koordinator Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luhut Binsar Pandjaitan mengakui masih ada sejumlah kendala dalam penanganan Covid-19 di Tanah Air seperti soal tracing atau pelacakan kontak erat.

Saat ini, rasionya masih belum mencapai target. Namun, secara keseluruhan, penanganan corona bisa terkendali.

Baca Juga: Opung Luhut Bawa Kabar Bahagia, Tapi Pakai Embel-embel China

Luhut menerangkan, sebetulnya ada kenaikan signifikan rasio tracing kontak erat dari 3,37 di awal Agustus 2021 menjadi 7,89 per 5 September 2021. Namun, di beberapa daerah, rasio kontak eratnya masih di bawah 5. Inilah yang kemudian menghambat daerah tersebut turun level.

"Ini penting sekali. Kami berharap bisa sampai rata-rata (tracing) 10 kontak erat pada waktu dua hingga tiga minggu ke depan," kata Luhut.

Selain itu, pihaknya menemukan banyak pelanggaran aturan PPKM di lapangan. Seperti akhir pekan kemarin, banyak warga yang menyerbu tempat wisata dan adanya kerumunan di Holywings, Kemang.

Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit juga terus turun. Saat ini, yang terisi hanya 20 persen.

Capaian ini, menjadi bukti bahwa Corona di Tanah Air mulai bisa dikendalikan. Bahkan, Luhut mengklaim, kemampuan Indonesia mengendalikan Corona saat ini lebih bagus dari sejumlah negara tetangga.

"Tadi saya baru terima lagi, dari luar angka absolut, penanganan Covid-19 kita lebih bagus dari Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, Taiwan," ucapnya, bangga.

 

Saat ini, negara-negara yang disebut Luhut itu sedang mengalami kenaikan kasus. Singapura misalnya. Dari sebelumnya landai, rata-rata hanya dua digit kasus, kini naik. Kemarin, ditemukan 328 kasus baru. Padahal, cakupan vaksinasi negeri Singa itu sudah 81 persen untuk dosis pertama dan 79 persen untuk dosis kedua.

Malaysia juga masih pontang-panting, dengan penambahan 18.547 kasus baru. Lalu, Thailand dengan 13.821 kasus. Vietnam, yang sebelumnya digadang-gadang sebagai negara paling sukses menangani Covid-19, kini harus menghadapi lonjakan cukup tinggi. Yakni 12.481 kasus, per 6 September.

Di hari yang sama, kasus Covid-19 Korea Selatan juga belum menunjukkan penurunan signifikan. Masih di angka 1.596 kasus.

Baca Juga: Sesumbar RI Tangani Covid-19 Lebih Baik dari Singapura, Luhut Dikritik Habis-habisan

Apakah penanganan Corona Indonesia lebih baik dari Singapura, Vietnam, Korsel? Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan, Indonesia tak bisa disejajarkan dengan negara-negara tersebut.

Selain wilayah kita lebih besar, juga merupakan negara kepulauan. Banyak pulau-pulau kecil dan terluar dengan kompleksitas masalah dan karakter penanganan yang berbeda.

"Kalau ada klaim begitu, ya sah-sah saja. Tapi, enggak bisa. Jika bicara 3T misalnya, itu kita kalah. Kita adalah yang paling rendah di ASEAN dalam hal testing. Kematian kita juga masih tinggi," kata Dicky.

Baca Juga: Sesumbar RI Tangani Covid-19 Lebih Baik dari Singapura, Luhut Dikritik Habis-habisan

Meski begitu, dia memandang, klaim Luhut juga memiliki sisi positif. "Klaim Pak Luhut ini boleh untuk membangkitkan optimisme," katanya.

Komentar terkini

Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.