Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Lintas Bisnis: Sterling Turun, Wall Street Rebound, Kabar Bitcoin & Minyak Mentah

Ekonomi18/06/2021 17:42
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Oleh Peter Nurse

Investing.com - Sterling bergerak melemah pada Jumat akhir pekan di tengah meningkatnya kasus varian Covid baru, sementara saham-saham AS beranjak naik lebih tinggi dalam minggu yang sulit. Minyak juga turun dan Bitcoin terus jatuh pada Jumat petang di mana RBA melihat ke tahun 2023 untuk melakukan pergerakan. Inilah hal yang dapat menggerakkan pasar pada hari Jumat, 18 Juni.

1. Sterling turun seiring meningkatnya jumlah kasus covid

Getaran positif seputar sterling mulai menghilang ketika lonjakan kasus virus corona menghantam optimisme yang menyambut keberhasilan program vaksinasi negara itu.

GBP/USD turun 0,17% di 1,3896 pukul 17.20 WIB menurut data Invesitng.com.

Negara ini mencatat lebih dari 11.000 kasus baru virus Covid-19 pada hari Kamis, jumlah tertinggi sejak 19 Februari, meskipun negara itu telah menyuntikkan vaksin lebih dari 42 juta orang, sekitar 80% dari populasi orang dewasa, untuk satu dosis vaksin, dan lebih dari 30 juta dengan dua suntikan.

Masalahnya adalah munculnya varian Delta coronavirus, pertama kali ditemukan di India, yang melipatgandakan risiko angka rawat inap dibandingkan dengan varian dominan sebelumnya di Inggris, menurut sebuah penelitian di Skotlandia.

Peningkatan ini telah meyakinkan Perdana Menteri Boris Johnson untuk menunda pembukaan kembali total ekonomi negara itu selama sebulan, saat penjualan ritel turun tak terduga sebesar 1,4% antara April dan Mei.

Menambah kesulitan yang dihadapi sterling adalah sifat hubungan yang semakin kacau antara London dan Brussel, terutama mengenai perdagangan antara Irlandia Utara dan seluruh Inggris Raya.

"Kesabaran Brussel dengan [upaya] London untuk memiliki kue dan memakannya menipis," kata analis di ING dalam catatan. “Memang ada risiko protokol terpicu dan tarif terancam lebih serius.”

Tekanan politik yang dihadapi pemerintah Inggris tidak hanya eksternal setelah PM Johnson mengalami kekalahan yang memalukan ketika Partai Konservatifnya kalah dalam pemilihan parlemen di jantung partainya, hanya beberapa mil dari kursinya sendiri.

Ini semua menandai perubahan nada untuk mata uang yang telah naik 0,7% sejak Maret, didorong oleh upaya vaksinasi yang berhasil dan spekulasi ini dapat mengarah pada pemulihan awal dan Bank of England (BOE) menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang seharusnya negara lain lakukan.

2. Saham-saham naik menjelang triple witching

Saham-saham di AS bergerak menguat pada hari Jumat, tetapi sebagian besar tampaknya akan mengalami kerugian minggu ini setelah perubahan pandangan kebijakan hawkish Federal Reserve.

Pada pukul 06:25 AM ET, Dow Jones futures naik 20 poin, atau 0,1%, S&P 500 futures naik 0,1% dan Nasdaq 100 futures naik 0,2%.

Keputusan The Fed yang menunjukkan kenaikan suku bunga pada tahun 2023, setahun lebih awal dari yang diharapkan, telah menghilangkan sebagian besar pasar ekuitas, karena investor harus mulai menyesuaikan diri dengan kenyataan tanpa kondisi pendanaan yang sangat longgar.

Pada hari Kamis, blue-chip Dow Jones Industrial Average turun 0,6%, S&P 500 ditutup turun 0,1%, sedangkan saham teknologi Nasdaq Composite naik sebesar 0,9%.

Untuk minggu ini, Dow telah jatuh 1,9%, S&P 500 turun 0,6%, sedangkan Nasdaq telah naik 0,7%.

Tidak ada data ekonomi utama pada sesi nanti dan laporan pendapatan sebagian besar kosong. Tapi ini adalah hari Jumat triple witching, di mana opsi dan kontrak berjangka pada indeks dan ekuitas akan berakhir, yang dapat menyebabkan hari perdagangan yang bergejolak.

Dalam berita perusahaan, Adobe (NASDAQ:ADBE) akan menjadi sorotan setelah raksasa perangkat lunak itu dengan mudah mengalahkan target kuartal kedua ketika melaporkan pendapatan setelah bel penutupan Kamis.

Perusahaan ritel Kroger (NYSE:KR) juga akan menjadi fokus setelah memberikan angka kuartal pertama yang kuat, sambil meningkatkan proyeksinya untuk tahun 2021.

3. Tahun 2023 dan RBA

Bukan hanya Federal Reserve yang tahun 2023 bisa menjadi transformatif, setelah data pekerjaan yang kuat menunjukkan bank sentral Australia memilih untuk menaikkan suku bunganya di tahun yang sama.

Data ketenagakerjaan Mei menunjukkan 115.200 pekerjaan baru bersih tercipta di bulan itu, jauh di atas ekspektasi 30.000, sementara pengangguran turun tajam menjadi 5,1%, dari 5,5% di April.

Kekuatan rilis ini kemungkinan akan mendorong Reserve Bank of Australia untuk berhenti dan berpikir, terutama karena RBA sering dilihat sebagai lembaga yang aneh karena bank sentral lain di negara maju berpandangan menjadi lebih hawkish, terutama Federal Reserve AS dan Reserve Bank of New Zealand.

Pada hari Rabu, Fair Work Commission, sebuah badan penetapan upah independen, mengatakan upah minimum Australia akan naik sebesar 2,5% untuk tahun keuangan yang dimulai pada bulan Juli, lebih cepat dari tahun ini.

"Laporan ketenagakerjaan Mei adalah 'pengubah permainan' utama untuk kebijakan," tulis Kepala Ekonom Westpac Bill Evans dalam catatan riset Jumat, Bloomberg melaporkan. "Pemulihan sekarang jelas menjadi peningkatan mandiri dan kebutuhan akan kebijakan stimulus darurat telah berkurang signifikan."

Ia melihat RBA menaikkan suku bunga utamanya pada awal 2023, menaikkan suku bunga, saat ini di 0,1%, sebesar 15 basis poin pada kuartal pertama 2023, 25 bps pada kuartal kedua, dan selanjutnya 25 bps di tiga terakhir bulan dalam setahun.

4. Pandangan berbeda untuk Bitcoin

Ada sangat sedikit hal yang membagi opini di komunitas keuangan secara radikal seperti kesesuaian cryptocurrency, dan Bitcoin khususnya, sebagai sarana investasi.

Bitcoin, cryptocurrency terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, tentu memiliki pendukungnya, nilanya melonjak ke level rekor tepat di bawah $65.000 pada bulan April. Namun, kripto ini telah di bawah tekanan sebagian besar sejak saat itu. Pada pukul 06:25 AM ET, Bitcoin diperdagangkan melemah lebih 4% di $37.658.

Bank investasi berpengaruh Goldman Sachs (NYSE:GS) telah menyoroti berbagai sisi perdebatan. Awal pekan ini raksasa perbankan Wall Street merilis sebuah laporan yang mengklaim bahwa cryptocurrency bukanlah “investasi yang layak”, menyimpulkan bahwa Bitcoin bukanlah “penyimpan nilai jangka panjang atau kelas aset yang dapat diinvestasikan”.

Cukup adil, itulah pandangan banyak pejabat, termasuk Gubernur Bank of England (BOE) Andrew Bailey yang mengingatkan awal pekan ini tentang volatilitas mata uang digital.

Namun, pandangan ini bertentangan dengan laporan bank investasi yang diterbitkan hanya pada bulan Mei, yang menyertakan baris - "Bitcoin sekarang dianggap sebagai aset yang dapat diinvestasikan".

Mungkin adil untuk mengatakan bahwa sebagian besar manajer investasi berpihak pada sudut pandang pertama. Survei Manajer Dana Global Bank of America untuk bulan Juni, yang dirilis minggu ini, menemukan bahwa 81% manajer dana terus percaya bahwa Bitcoin masih dalam keadaan gelembung.

Selain itu, Danske Bank mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka akan mempertahankan larangan yang mencegah perdagangan Bitcoin dan cryptocurrency lainnya di platformnya, menambahkan bahwa mereka akan meninjau posisinya lagi setelah pasar cryptocurrency “matang dan diatur lebih lanjut.”

5. Minyak mentah terus turun; Tetap di dekat tertinggi multi tahun

Harga minyak mentah melemah lebih lanjut pada hari Jumat, terus turun setelah dolar yang lebih kuat pasca pertemuan Federal Reserve, tetapi tetap mendekati level tertinggi multi-tahun.

Pada pukul 06:25 AM ET, harga minyak mentah AS turun 0,2% ke $70,81 per barel, sementara Brent turun 0,5% di $72,71.

Dolar AS telah menjadi salah satu penerima manfaat utama dari perubahan nada hawkish Federal Reserve, memberi sinyal dua kenaikan suku bunga pada tahun 2023, setahun lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Indeks Dolar AS, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, mencapai level tertinggi lebih dari dua bulan pada hari Jumat, dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan sebesar 1,5%, terbesar sejak September.

Ini berdampak pada pasar minyak mentah, karena dolar yang lebih kuat membuat harga minyak dalam mata uang AS lebih mahal dalam mata uang lain, berpotensi membebani permintaan. Namun, kerugian telah terbatas, dan dua kontrak minyak acuan tetap mendekati tertinggi multi-tahun, masih di jalur untuk mengakhiri minggu sebagian besar tidak berubah.

Pada hari Rabu, Brent menetap di harga tertinggi sejak April 2019 sementara WTI menetap di level tertinggi sejak Oktober 2018.

Bagaimanapun, fundamentalnya tetap kuat, seiring meningkatnya permintaan minyak mentah karena banyak negara, terutama negara-negara dengan konsumsi energi tinggi di Barat, melanjutkan pemulihan ekonominya dari virus Covid-19 dan secara bertahap membuka ekonomi kembali.

Potensi penurunan bisa datang dari potensi penambahan ekspor minyak Iran ke pasar global. Ini menyusul pernyataan dari negosiator utama Iran pada hari Kamis yang mengatakan perundingan antara Teheran dan Washington tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 telah mendekati kesepakatan.

Kesepakatan antara kedua prinsipal ini dapat membuat AS mencabut sanksi terhadap sektor energi Iran, yang berpotensi memungkinkan negara Teluk Persia itu, yang memiliki cadangan minyak terbesar keempat di dunia, untuk melanjutkan ekspor minyak mentahnya.

Yang memperumit masalah adalah bahwa rakyat Iran memberikan suara pada hari Jumat dalam pemilihan presiden yang kemungkinan akan melihat seorang konservatif garis keras menggantikan Hassan Rouhani yang lebih moderat, sebuah langkah yang mungkin dipandang tidak terlalu baik di Washington.

Lintas Bisnis: Sterling Turun, Wall Street Rebound, Kabar Bitcoin & Minyak Mentah
 

Artikel Terkait

Vaksinasi Kurangi Risiko Gejala Berat hingga Kematian
Vaksinasi Kurangi Risiko Gejala Berat hingga Kematian Oleh Warta Ekonomi Online - 23/07/2021

Ahli Virologi dan Molekuler Biologi Universitas Udayana Prof. I Gusti Ngurah Mahardika mengatakan, vaksinasi memang tidak membuat seseorang bebas dari paparan COVID-19. Namun...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email