Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Langsung dari Kantor Presiden, BGS Komentari PSBB Ala Anies: Dampaknya Kita Lihat Ada

Ekonomi17/09/2020 13:15
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Langsung dari Kantor Presiden, BGS Komentari PSBB Ala Anies: Dampaknya Kita Lihat Ada
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin, saat memberikan keterangan pers dari Kantor Presiden, Rabu (16/9), ikut bersuara terkait pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta yang mulai berlaku Senin (14/9).

BGS, sapaan akrabnya, menilai pengetatan PSBB di ibu kota berdampak kepada perekonomian. "Memang PSBB dampaknya kita lihat ada," katanya.  Baca Juga: Bos Djarum Oei Hwie Tjhong Protes PSBB, Anis: Pemimpin Jangan Plinplan

Namun demikian, ia melihat kepercayaan pasar dalam waktu singkat telah kembali. Hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Kalau saya lihat IHSG sudah kembali di atas 5.000 dalam beberapa hari terakhir dan saya harapkan ke depannya akan terus membaik," ujarnya. Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi Bisa Minus Lebih dari 2,1% Imbas PSBB Jakarta

Sementara itu, terkait anggaran PCPEN yang mencapai Rp695,2 triliun, ia memaparkan, anggaran difokuskan kepada dua aspek. Keluarga termiskin dan pekerja usaha mikro kecil dan menengah.

"Terkait anggaran pandemi, yang tadi disampaikan untuk kami di ekonomi adalah memastikan keluarga termiskin bisa hidup dengan normal dan pekerja UMKM bisa berusaha dengan normal. Sehingga 85% dana memang dialokasikan untuk bansos dan bantuan UMKM, sedangkan 15% dialokasikan untuk program kesehatan," katanya.

Lanjutnya, kemudian ada BLT gaji, yang juga merupakan salah satu program Satgas PEN. Sampai dengan akhir bulan lalu, sudah terserap Rp3 triliun. Diharapkan pada akhir September sudah terserap Rp7 triliun atau naik 120%.

"Sehingga bisa (salurkan) Rp10 triliun hingga Rp12 triliun di gelombang pertama. Dan akan ada gelombang kedua di Oktober-November dengan jumlah yang kira-kira sama. Jadi ancer-ancer kami, antara Rp25 triliun sampai Rp30 triliun bisa disalurkan dalam lima bulan terakhir ini. Dan batch 3,4,5 kami harapkan bisa disalurkan dari sekarang sampai akhir September dengan total Rp8,8 triliun," ucapnya.

Penulis: Redaksi
Editor: Vicky Fadil
Foto: Ist

Langsung dari Kantor Presiden, BGS Komentari PSBB Ala Anies: Dampaknya Kita Lihat Ada
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email