Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Jokowi Bergeming, BEM SI dan GASAK Siap Bergerak ke Gedung KPK

Ekonomi27/09/2021 07:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Jokowi Bergeming, BEM SI dan GASAK Siap Bergerak ke Gedung KPK

Ultimatum keras Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan Gerakan Selamatkan KPK (GASAK) rupanya tak main-main.

Hal ini dibenarkan oleh Koordinator Pusat BEM SI Nofrian Fadil Akbar. Menurut Akbar dan kawan-kawan, Aliansi BEM tersebut akan mulai bergerak Senin (27/9) pukul 10.00 WIB.

Baca Juga: Ultimatum Jokowi, BEM SI Malah Disebut Pahlawan Kesiangan Oleh Sesama Mahasiswa

"Jam 10," tegas Nofrian Fadil Akbar kepada GenPI.co lewat percakapan Whatsapp.

Tidak hanya itu, aliansi tersebut juga sangat serius ingin turun ke jalan. Hal tersebut dinyatakan oleh seorang orator yang belum diketahui namanya dalam akun Instagram @bem_si.

"Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia, hidup rakyat yang melawan. Kami, gerakan melawan KPK pada malam hari ini berkumpul menindaklanjuti dengan apa yang menjadi jawaban dari Pak Presiden," ujarnya.

Bukan tanpa alasan. Menurut Aliansi BEM SI, hingga saat ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memberikan keberpihakannya kepada 56 pegawai KPK. "Maka, seperti ultimatum yang telah kami berikan. 3x24 jam dan ternyata belum ada jawaban sesuai dengan janji, kami akan turun ke jalan," tegasnya.

Selain itu, Aliansi BEM SI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung bersatu turun ke jalan. "Kami akan berikan kesadaran, pesan refleksi untuk Pak Firli dan Pak Jokowi. Silakan kawan-kawan bergabung mengajak seluruh elemen masyarakat yang lain untuk bergabung dengan gerakan selamatkan KPK," tandasnya.

Ultimatum dari Aliansi Aliansi BEM SI itu dipicu 56 pegawai yang terancam didepak dari KPK. Surat Ultimatum Terbuka itu diberikan pada Jokowi pada 23 September 2021 lalu. BEM SI dan GASAK berharap Jokowi bisa mengangkat 56 pegawai KPK menjadi ASN. Dari kacamata BEM SI dan GASAK, rekam jejak 56 pegawai KPK tersebut sangat bagus.

"Maka kami aliansi BEM Seluruh Indonesia dan GASAK (GERAKAN SELAMATKAN KPK) memberikan ultimatum kepada Presiden Jokowi untuk berpihak dan mengangkat 56 pegawai KPK menjadi ASN dalam waktu 3X24 jam," kata surat ultimatum tersebut.

Ultimatum BEM SI dan GASAK itu terhitung mulai 23 September 2021.

"Jika bapak masih saja diam bergeming, maka kami bersama elemen rakyat akan turun ke jalan menyampaikan aspirasi yang rasional untuk bapak realisasikan," imbuhnya.

Jokowi Bergeming, BEM SI dan GASAK Siap Bergerak ke Gedung KPK
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email