Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Indonesia Masuk 5 Besar Negara Eksportir Pertanian Terbaik di Dunia, Sawit Jadi Penopang Utama!

Ekonomi23/09/2019 21:01
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Indonesia Masuk 5 Besar Negara Eksportir Pertanian Terbaik di Dunia, Sawit Jadi Penopang Utama!
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Kondisi sektor pertanian Indonesia dalam kurun waktu lima tahun terakhir patut diapresiasi dan makin diakui sebagai salah satu yang terbaik di kancah internasional, salah satunya dari segi kenaikan ekspor pertanian ke mancanegara dari tahun ke tahun.

Hal itu menunjukkan semakin banyak jenis komoditas pertanian kita yang dapat diekspor dan ternyata dibutuhkan oleh banyak negara di dunia. Memang, pada komoditas seperti bawang putih dan kedelai, tentu Indonesia belum bisa disebut yang terbaik. Apalagi, selama beberapa dasawarsa terakhir memang Indonesia selalu impor kedua komoditas itu.

Namun, jika kita melihat komoditas pada sektor seperti sektor perkebunan seperti pada sawit dan sektor hortikultura pada manggis dan nanas, pertanian Indonesia menjadi yang terbaik di dunia. Jika diperingkatkan, Indonesia menduduki posisi kelima terbaik di dunia dalam hal ekspor pertanian.

Baca Juga: Aplikasi Satu Klik Dukung Pertumbuhan Pesat Ekspor Pertanian Sumut

Berikut negara yang pertaniannya terbaik di dunia dengan hitungan ekspor dan jumlah lahan pertanian yang diolah yang dilansir dari FAO, Investopedia, Indexmundi, BPS dan sumber lainnya.

1. Amerika Serikat

Negara adidaya satu ini terus mempertahankan diri menjadi negara dengan kinerja pertanian terbaik di dunia. Amerika Serikat memiliki lahan Pertanian seluas 4.058.625 kilometer persegi pada 2015.

Ekspor pertanian AS pun mencapai USD118.3 Miliar pada tahun 2018 dengan mayoritas dari komoditas Jagung senilai USD9 milliar yang menguasai 50 persen pangsa pasar dunia, kedelai sebesar USD16 milliar dengan pangsa pasar dunia 50%, serta Gandum sebesar USD5,4 miliar dengan pangsa pasar global mencapai 18 persen.

Baca Juga: BPS: Komoditas Hasil Pertanian Dorong Surplus Neraca Perdagangan Agustus 2019

2. China

China menjadi negara dengan kekuatan pertanian paling kokoh di dunia. Luas garapan lahan pertanian negara tirai bambu ini mencapai 5,278,330 kilometer persegi. China menurut data Basf.com, menyumbang 7 persen dari total areal pertanian secara global dan turut menyulpai makanan untuk 22 persen populasi dunia. China sendiri unggul di sektor kapas, beras, kentang, dan banyak produk sayuran.

Sayuran sendiri total ekspornya senilai USD18 Miliar pada tahun 2018, sedangkan produk perikanan China berhasil membukukan sebanyak USD6,6 Miliar, kemudian kapas sebesar USD15 milliar, teh sebanyak USD1,5 miliar, dan beras USD 378 juta.

Baca Juga: Mentan Amran Perkenalkan Mekanisasi Pertanian Era Industri 4.0

Walaupun pertaniannya kuat, China masih mengimpor kedelai dan gandum untuk kebutuhan pokok makanan rakyatnya. Bahkan China defisit dalam impor sebesar USD 103 milliar.

3. Australia

Negara ini menjadi negara ketiga dengan lahan pertaniannya mencapai 3,659,130 kilomenter persegi.

Australia sendiri mampu membukukan ekspor pertanian sebesar USD50 Milliar. Mayoritas pemasukan devisa dari sektor pertanian dihasilkan oleh produk tanaman pangan sebesar USD10 miliar dan peternakan yang menjadi jargon negara kangguru sebesar USD10,4 miliar.

4. Brasil

Brasil memiliki luas lahan pertanian sebesar 2,825,890 kilometer persegi. Negara samba ini membukukan ekspor pertanian sebesar USD35 miliar pada tahun 2018. Ekspor kedelai Brasil mencapai rekor 83,6 juta ton pada 2018, dengan permintaan paling besar dari China. Kedelai Brasil menjadi andalan ekspor pertanian negara tersebut dengan membukukan sebesar USD25.9 milliar dan gula komoditas andalan kedua sebesar USD11,4 milliar pada 2018.

5. Indonesia

Jika kita mengacu pada data indexmundi, Indonesia memiliki jumlah lahan pertanian sebesar 570,000 kilometer persegi. Total (PA:TOTF) nilai ekspor komoditas pertanian Indonesia pada 2015 mencapai Rp403,8 triliun. Pada 2018 ekspor Indonesia mencapai Rp416,8 triliun atau sekitar USD29,21 Milliar. Akumulasi nilai ekspor sejak 2015 hingga 2018 mencapai Rp1.764 triliun atau terjadi peningkatan sebesar 29,7%.

Baca Juga: Kementan Minta Petani Olah Lahan dengan Mekanisasi dan Teknologi

Mengacu ke data BPS, tahun 2013, jumlah volume ekspor produk pertanian Indonesia adalah 33,5 juta ton. Kemudian pada tahun 2016 mengalami dua kali kenaikan mencapai 36,1 juta ton dan 40,4 juta ton. Begitu juga tahun 2017, ekspor produk pertanian bertambah lagi jumlahnya yakni 41,3 juta ton. Di tahun 2018, ekspor produk pertanian mampu mengukuhkan jumlah sebesar 42,5 juta ton.

Keunggulan Indonesia turut dipengaruhi oleh kinerja komoditas sawit. Pada tahun 2018, produksi sawit Indonesia mencapai 32,02 juta ton. Menurut data Investopedia, 50 persen sawit dunia diekspor dari Indonesia dengan total USD17,89 milliar.

Penulis: Redaksi
Editor: Lestari Ningsih
Foto: Istimewa

Indonesia Masuk 5 Besar Negara Eksportir Pertanian Terbaik di Dunia, Sawit Jadi Penopang Utama!
 

Artikel Terkait

KLBF Tebar Dividen Rp35 Per saham
KLBF Tebar Dividen Rp35 Per saham Oleh Pasar Dana - 19/05/2022

Pasardana.id- Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kalbe Farma Tbk (IDX:KLBF) siang ini, Kamis(19/5/2022) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp35 per lembar...

Inflasi Inggris Capai 9 Persen
Inflasi Inggris Capai 9 Persen Oleh Pasar Dana - 19/05/2022

Pasardana.id - Inflasi Inggris mencapai level tertinggi sejak 1982 akibat berlangsungnya perang di Ukraina. Seperti dilansir Reuters, Kamis (19/5/2022), indeks harga konsumen...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email