Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Indomie hingga KFC, Ini 6 Kerajaan Bisnis Salim Group Sang Penguasa Pasar Makanan Indonesia

Ekonomi05/10/2020 13:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Indomie hingga KFC, Ini 6 Kerajaan Bisnis Salim Group Sang Penguasa Pasar Makanan Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Salim Group merupakan perusahaan konglomerat yang didirikan oleh Sudono Salim. Salim Group adalah perusahaan yang merajai pasar makanan di Indonesia. Sebut saja mie instan Indomie, tepung terigu Bogasari hingga saham ritel makanan cepat saji KFC. Tak heran Salim Group kian bertahan dari dekade demi dekade.

Meski demikian, perusahaan ini sempat mengalami pasang surut. Namun berhasil meroket pada masa Orde Baru. Kira-kira apa saja sih kerajaan Salim Group ini? Berikut ulasannya!

Baca Juga: Bukan Main! Perusahaan Milik Konglomerat Eddy Sariaatmadja Gelontorkan Ratusan Miliar Buat . . .

1. Bogasari Tepung TeriguÂ

Bogasari tepung terigu di bawah PT Bogasari Flour Mill saat ini tercatat sebagai perusahaan produsen tepung terigu terbesar di Indonesia. Gandum yang digunakan diimpor dari berbagai negara lantaran Indonesia bukan negara penghasil gandum.

Perusahaan yang resmi berdiri pada tahun 1969 ini awalnya merupakan perusahaan penggilingan gandum. Saat itu, pasokan gandumnya berasal dari Bulog yang diberikan monopoli importir gandum dan distributor tepung terigu. Kini, lokasi pabrik Bogasari berada di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Adapun produk terigu Bogasari yaitu Segitiga Biru, Cakra Kembar dan Kunci Biru.Â

2. Indofood

Indofood menjadi perusahaan mie instan raksasa di bawah naungan Salim Group. Seluruh Indonesia pasti mengenal kepamoran mie instan Indomie. Indomie inilah yang diproduksi Indofood sejak tahun 1969.

Bahkan disebutkan bahwa mie instan setara dengan beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia saat ini. Hingga kini, konsumsi mie instan penduduk Indonesia terus mengalami kenaikan. Meski pesaing bermunculan, Indomie masih merajai pasar teratas. Bahkan, Indomie Mi Goreng berhasil menjadi mie instan terenak di seluruh dunia.

3. KFCÂ

Salim Group juga menjadi pemegang waralaba KFC di Indonesia melalui PT Fastfood Indonesia Tbk (FAST). Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1978 awalnya dimiliki oleh Keluarga Gelael sebelum akhirnya dijual ke Salim Group sejak tahun 1990 lewat salah satu perusahaannya, Indoritel (JK:DNET).

4. Indofood CBP

Indofood CBP merupakan anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (JK:INDF). Produknya adalah makanan ringan yang biasa memenuhi rak supermarket seperti Lays, Chiki, Jetz, Cheetos, Chitato, Qtela dan sebagainya. Minuman seperti susu Indomilk, Milkuat, hingga susu Cap Enak juga menjadi salah satu naungan Indofood, termasuk sambal dan kecap.

5. Sari Roti

Selain itu, Salim Group juga memiliki Sari Roti di bawah naungan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (JK:ROTI). Perusahaan ini baru berdiri pada tahun 1995 dan penjualannya terus meroket.

6. Ivomas dan London SumateraÂ

Ivomas dan London Sumatera menjadi salah satu di bawah naungan Salim Group dalam bisnis minyak goreng. Salim Group merambah ke bisnis perkebunan sawit terintegrasi, dari perkebunan sawit, pengolahan minyak CPO, hingga produsen minyak goreng melalui PT Salim Ivomas Pratama Tbk (JK:SIMP).

Selain kepemilkan Ivomas, Salim Group juga mengendalikan perusahaan sawit besar lainnya melalui PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (JK:LSIP). Kedua perusahaan sawit ini berada di bawah naungan Indofood Agri Resources.Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami
Foto: Instagram/indomie

Indomie hingga KFC, Ini 6 Kerajaan Bisnis Salim Group Sang Penguasa Pasar Makanan Indonesia
 

Artikel Terkait

Ditutup Naik ke Level 6.627, IHSG Rebound 0,52 Persen
Ditutup Naik ke Level 6.627, IHSG Rebound 0,52 Persen Oleh Pasar Dana - 20/01/2022

Pasardana.id-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini, Kamis (20/1/2022) berhasil rebound ke zona hijau dengan menguat 0,52% atau naik 34,890 basis...

Tren NFT Meningkat, OJK Buka Suara
Tren NFT Meningkat, OJK Buka Suara Oleh Warta Ekonomi Online - 20/01/2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi tren aset digital non-fungible toket (NFT) yang popularitasnya naik belakangan, terlebih sejak kabar penjualan aset NFT yang bernilai...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email