Breaking News
Investing Pro 0
DISKON Cyber Monday: Diskon InvestingPro+ hingga 54% KLAIM PENAWARAN

Efektif Tak Kunjung Terbit, BKSL Atur Ulang Jadwal Right Issue

Ekonomi 26/08/2022 07:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters Efektif Tak Kunjung Terbit, BKSL Atur Ulang Jadwal Right Issue
 
BKSL
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

 

Pasardana.id - PT Sentul City Tbk (IDX: BKSL) harus menjadwal ulang rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue, karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum juga menerbitkan pernyataan efektif yang diharapkan keluar tanggal 23 Juni 2022.

Mengutip prospektus right issue emiten properti itu pada laman Bursa efek Indonesia (BEI), Kamis(25/8/2022) perseroan berharap OJK menerbitkan pernyataan efektif pada tanggal 26 September 2022.

BKSL telah menetapkan harga pelaksanaan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue sebesar Rp50 per saham.

Dengan jumlah saham baru yang ditawarkan sebanyak 100.625.341.623 lembar, maka nilai aksi korporasi ini mencapai Rp5,031 triliun.

Menariknya, Pemegang saham pengendali perseroan, PT Sakti Generasi Perdana akan bertindak sebagai pembeli siaga.

Sehingga jika pemilik HMETD sebanyak 47.617.785.504 lembar tidak menebusnya, maka Sakti General Perdana telah menyiapkan Rp2,38 triliun untuk menebus saham itu.

Tak cukup itu, Sakti Generasi Perdana juga menyiapkan Rp2,65 triliun untuk menebus 53.007.556.119 HMETD miliknya.

Bagi pemodal yang ingin turut menambah modal BKSL, wajib masuk dalam Daftar Pemegang Saham pada penutupan perdagangan tanggal 6 Oktober i 2022.

Saat itu, setiap pemegang 2 saham lama akan mendapatkan 3 HMETD. Selanjutkan 1 HMETD dapat dijual atau ditebus menjadi 1 saham baru pada tanggal 10-24 Oktober 2022.

Adapun BKSL akan mengalokasikan 28 persen dana hasil right issue untuk pembayaran utang kepada PT Bintang Harapan Desa, PT Karya Cakrawala Perdana, PT Daya Kharisma Nusantara, Golden Capital Foundation, PT Alam Raya Hijau, Queen Bridge Investment Ltd, PT Mandala Andalan Prima dan PT Fajar Abadi Masindo.

Sisanya, sebesar 65 persen dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha melalui pembelian persediaan lahan baru, baik melalui lahan secara langsung maupun akuisisi perusahaan yang memiliki persediaan lahan yang potensial untuk dikerjasamakan.

Selebihnya, untuk modal kerja dan kebutuhan operasional perseroan.

Efektif Tak Kunjung Terbit, BKSL Atur Ulang Jadwal Right Issue
 

Artikel Terkait

BBTN Akan Beri Ruang  Cuan  Bagi Investor Right Issue
BBTN Akan Beri Ruang Cuan Bagi Investor Right Issue Oleh Pasar Dana - 28/11/2022

  Pasardana.id-  PT Bank Tabungan Negara Tbk (JK:BBTN) telah merampungkan anjangsana ke investor institusi di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Eropa dan Singapura guna...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email