Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Tingkatkan Sekarang

Dolar Perkasa, Pasar Inggris Jatuh, Minyak Anjlok, Boeing Bayar $200 Juta - Top 5

Ekonomi 23/09/2022 17:49
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters
 
GBP/USD
+0,51%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
UK100
+0,18%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
BA
-3,39%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
GBP/EUR
+0,68%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
AMZN
-1,57%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
DX
-0,04%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Geoffrey Smith

Investing.com -- Dolar AS memberikan pukulan keras lainnya saat pasar global berpihak pada peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih lanjut lagi, bahkan dengan potensi risiko resesi global. Pasar Inggris dan poundsterling mengalami masa yang sangat menyedihkan setelah pemerintahan baru mengungkap rencana radikal dan - menurut beberapa orang - tidak bertanggung jawab dengan memangkas pajak. Boeing membayar denda $200 juta untuk menyelesaikan tudingan SEC yang menyebut menyesatkan investor atas keamanan pesawat jet 737-MAX, dan harga minyak sedang menguji posisi terendah baru di tahun ini karena dolar AS semakin mahal. Inilah yang perlu Anda ketahui di pasar keuangan pada hari Jumat, 23 September.

1. Dolar AS tanpa henti menguat, imbal hasil Treasury beri tekanan pasar global

Dolar AS melanjutkan penguatannya lebih tinggi, kenaikan terbaru ini muncul setelah survei purchasing managers di Eropa menunjukkan ekonomi zona Euro dan Inggris tergelincir ke dalam resesi.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap mata uang negara ekonomi maju, naik ke level tertinggi baru 20 tahun di atas 112, imbas lonjakan yield obligasi jangka pendek dan jangka panjang mendukung dolar yang terus menyedot modal dari seluruh dunia.

Imbal hasil obligasi Treasury AS terus melonjak tatkala pasar memperkirakan prospek kenaikan suku bunga lanjutan dari Federal Reserve. Imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun, yang sangat sensitif terhadap ekspektasi Fed, naik ke level tertinggi baru 15 tahun sebesar 4,26% sebelum sedikit menurun.

2. Pasar Inggris terjun bebas usai pemerintah umumkan pemotongan pajak masif selain subsidi energi

Pasar Inggris terjun bebas keseluruhan pada hari Jumat setelah pasar keuangan bereaksi negatif terhadap rencana baru pemerintah terkait pemotongan pajak secara agresif dengan harapan dapat merangsang pertumbuhan.

Poundsterling jatuh lebih dari 1,2% terhadap dolar, mencapai level terendah baru 37 tahun di $1,1079, dan juga telah turun lebih dari 0,5% terhadap euro.

Di pasar saham, FTSE 100 anjlok 1,6%, sedangkan indeks midcap FTSE 250 yang lebih berfokus Inggris melemah sebesar 0,6%.

Imbal hasil obligasi pemerintah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun di seluruh kurva imbal hasil, kala trader memperkirakan prospek pinjaman yang jauh lebih berat untuk mendanai defisit anggaran yang akan melebar tajam, sebagai akibat dari pemotongan pajak senilai 45 miliar poundsterling dan subsidi energi yang akan menelan biaya sekitar 60 miliar pound selama enam bulan ke depan saja.

3. Saham AS menuju pembukaan dengan melemah

Bursa saham AS akan dibuka jatuh, dengan potensi kapitulasi karena lonjakan imbal hasil obligasi memperketat kondisi keuangan AS dan ekonomi dunia.

Pukul 17.25 WIB, Dow Jones futures diperdagangkan di bawah 30.000, jatuh 290 poin atau sebesar 1,0% dari penutupan Kamis. S&P 500 futures jatuh 1,1% dan Nasdaq 100 futures jatuh 1,2%.

Saham kemungkinan akan menjadi fokus nanti yakni Amazon (NASDAQ:AMZN), setelah laporan penting Wall Street Journal mengenai standar keselamatan pengemudinya, dan Boeing (NYSE:BA), yang setuju membayar $200 juta untuk menyelesaikan tudingan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) AS yang menyesatkan investor atas keamanan pesawat 737-MAX miliknya.

Baik data dan kalender pendapatan kosong sesi ini.

4. Hong Kong, Thailand melonggarkan pembatasan COVID yang sudah berlangsung lama

Ada berita yang lebih baik dari Asia. Hong Kong dan Thailand mengumumkan pelonggaran besar-besaran dari langkah-langkah pembatasan kesehatan masyarakat masing-masing untuk mengendalikan COVID-19.

Thailand akan mengakhiri keadaan darurat nasional yang telah berlaku selama dua setengah tahun, menurunkan status tingkat virus dari penyakit menular "berbahaya" menjadi penyakit yang hanya membutuhkan pengawasan. Rezim darurat tersebut telah memberikan dampak serius terhadap perekonomian yang lebih bergantung pada pendapatan pariwisata internasional.

Sementara itu di Hong Kong, pihak berwenang membatalkan karantina hotel bagi para pendatang dan memberi isyarat bahwa ada kemungkinan relaksasi lebih lanjut.

5. Minyak anjlok dampak potensi hancurnya permintaan; jumlah rig dan CFTC

Harga minyak mentah menguji posisi terendah baru untuk tahun ini seiring terus melonjaknya dolar, membuat komoditas terpenting dunia tersebut menjadi kurang terjangkau.

Pukul 17.30 WIB, harga minyak WTI anjlok 2,6% di $81,39 per barel, sementara Brent jatuh 2,3% ke $88,40, tidak tertolong oleh laporan newswire baru yang menyebut bahwa OPEC dan sekutunya dapat memangkas produksi untuk menghentikan penurunan harga lebih lanjut. Kelompok ini sudah memproduksi lebih dari 3,5 juta barel per hari kurang dari kuota produksi resminya, dan dokumen pemerintah Rusia yang dikutip oleh newswires pada hari Kamis mengungkapkan Moskow memperkirakan produksi minyaknya sendiri turun sekitar 6% tahun depan karena dampak sanksi.

Jumlah rig Baker Hughes dan posisi CFTC menutup minggu ini.

Dolar Perkasa, Pasar Inggris Jatuh, Minyak Anjlok, Boeing Bayar $200 Juta - Top 5
 

Artikel Terkait

KAEF Rugi Rp205 Miliar Pada Semester I 2022
KAEF Rugi Rp205 Miliar Pada Semester I 2022 Oleh Pasar Dana - 01/10/2022 1

Pasardana.id- PT Kimia Farma Tbk (IDX:KAEF) menderita rugi bersih Rp205,12 miliar pada semester I 2022, atau memburuk dibanding semester I 2021 yang membukukan laba bersih Rp57,6...

Wall Street Lanjutkan Pelemahan
Wall Street Lanjutkan Pelemahan Oleh Pasar Dana - 01/10/2022 1

Pasardana.id - Wall Street melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya pada Jumat (30/9/2022) seiring mencuatnya kekhawatiran resesi. Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones...

GSMF Defisit Rp951 Miliar Pada Semester I 2022
GSMF Defisit Rp951 Miliar Pada Semester I 2022 Oleh Pasar Dana - 01/10/2022 1

Pasardana.id- PT Equity Development Invesment Tbk (IDX:GSMF) membukukan laba bersih sebesar Rp3,129 miliar pada semester I 2022, atau membaik dibanding periode sama tahun 2021 yang...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (2)
Mutia Sari
Mutia Sari 24/09/2022 8:30
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
bener... seperti tadi mlm aja tutup di 1643....
kontraktor tmn
kontraktor tmn 23/09/2022 21:56
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
sebaiknya beli sekarang emas.. harga terendah.
Jakfar Jaswal
Jakfar Jaswal 23/09/2022 21:56
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
Emas bisa jadi ke 1500 bisa juga ke 1700 , ingat pernah sentuh 2000 ewn lambataun jatuh ke 1400 diwaktu lampau tahun 2008 atau 2009
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email