Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Benteng Ekonomi RI, Bamsoet Ajak SOKSI Genjot Digitalisasi UMKM

Ekonomi09/09/2020 21:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Benteng Ekonomi RI, Bamsoet Ajak SOKSI Genjot Digitalisasi UMKM
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong kepengurusan SOKSI periode 2020-2025 di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ahmadi Noor Supit, Sekretaris Jenderal Muhammad Misbakhun, dan Bendahara Umum Robert Kardinal, bisa bergotong royong menyukseskan berbagai agenda pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Memiliki 20 anggota DPR RI yang bergabung dalam kepengurusan, SOKSI punya peran besar memengaruhi kebijakan pemerintah, khususnya dalam memulihkan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19. Bamsoet menyebut, perekonomian RI di kuartal II negatif 5,34 persen. Menkeu pun sudah memprediksi jika pertumbuhan ekonomi di kuartal III juga masih negatif. Dengan begitu, jelas Bamsoet, Indonesia bersiap masuk ke jurang resesi.

Baca Juga: Bersama Puan Maharani, Bamsoet Terima Brevet Warga Kehormatan BIN

"Konsumsi masyarakat dan investasi masih melambat. Kalangan kelas menengah masih banyak yang menahan pengeluarannya. Akibatnya, roda ekonomi tak begerak. Dengan demikian, Indonesia bersiap memasuki jurang resesi ekonomi. Agar di Kuartal IV jurang resesinya tak terlalu dalam, perlu kerja keras semua pihak, termasuk SOKSI," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Sebagai Wakil Ketua Umum SOKSI, Bamsoet menegaskan, pengurus SOKSI yang 60 persennya diisi milenial dan perempuan ini harus mampu menjadi bagian dari penyelamat ekonomi nasional dengan berusaha membuka lapangan kerja seluasnya. Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), saat ini sudah ada 16,5 juta penduduk Indonesia menganggur akibat pandemi Covid-19. Terdiri dari 7 juta pengangguran existing, 2,5 juta pengangguran angkatan kerja, dan 7 juta pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja.

"Memang tak mudah menciptakan lapangan pekerjaan di tengah suasana pandemi Covid-19. Bahkan, mempertahankan yang sudah ada saja rasanya juga sulit. Namun, kita tak boleh berputus asa. Sektor UMKM bisa menjadi andalan," tutur Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai Rp695,2 triliun, sektor UMKM mendapatkan bantuan sekitar Rp68,2 triliun. Antara lain, Rp34,15 triliun untuk subsidi bunga; Rp28,06 triliun untuk insentif pajak PPh 21 DTP dan PPh final UMKM DTP; serta Rp 6 triliun untuk penjaminan kredit modal kerja baru UMKM. Masyarakat bisa memanfaatkan bantuan tersebut untuk mengerakkan sektor UMKM.

"SOKSI harus ikut bagian dalam menciptakan wirausaha baru, terutama di sektor UMKM. Sekaligus, mendampingi pengusaha UMKM yang sudah ada agar bisa bergerak ke ranah digital," pinta Bamsoet.

Dia menjelaskan, data terakhir yang dihimpun Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2018, jumlah UMKM yang mampu beradaptasi dan terhubung dengan ekosistem digital baru 13 persen, atau sekitar 8,3 juta dari 64,19 juta unit UMKM. Penyebab terbesarnya karena mereka tak memahami dunia digital.

"Karenanya, perlu pendampingan, salah satunya dari kader SOKSI," pungkas Bamsoet.

Penulis: ***
Editor: Puri Mei Setyaningrum
Foto: MPR

Benteng Ekonomi RI, Bamsoet Ajak SOKSI Genjot Digitalisasi UMKM
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email