Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

Bayang Microsoft, Pendapatan Tesla, Spekulasi Adani - Ini yang Gerakkan Pasar

Ekonomi 25/01/2023 19:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
FCX
-1,26%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
LZAGY
-0,51%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
GOOG
-3,29%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
ADEL
+1,38%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
TSLA
+0,91%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
NEE
-1,23%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Geoffrey Smith

Investing.com - Saham-saham akan dibuka turun setelah Microsoft laporkan melambatnya permintaan bahkan untuk divisi yang tumbuh paling baik di kerajaan bisnisnya. Ini adalah hari besar lainnya untuk laporan keuangan, di mana Tesla menjadi berita utama kemudian, dan Boeing, NextEra Energy dan Abbott akan hadir sebelum pembukaan. Jerman keluar dari delapan dekade tanpa perang, setuju untuk mengirim tank tempur modernnya ke zona perang terpanas di dunia saat ini. Dan perusahaan pialang Hindenburg Research mengkritik orang terkaya di India, Gautam Adani, karena menghapus valuasi hampir $10 miliar dari grup perusahaannya. Berikut ini apa yang perlu Anda ketahui di pasar finansial pada hari Rabu, 25 Januari.

1. Lemahnya Microsoft, demikian pula dengan AS....

Microsoft (NASDAQ:MSFT) memperkuat kesan bahwa tahun 2023 akan menjadi tahun yang sulit bagi bisnis. Raksasa perangkat lunak, yang jangkauannya luas di seluruh segmen bisnis dan konsumen ekonomi menjadikannya acuan yang layak untuk dicermati oleh perusahaan AS lainnya. Perusahaan mengatakan bahwa pendapatannya tumbuh pada tingkat paling lambat dalam enam tahun terakhir selama tiga bulan hingga Desember, titik tengah tahun fiskalnya.

Laporan laba yang disesuaikan sedikit di atas ekspektasi, tetapi termasuk biaya restrukturisasi senilai $1,2 miliar terkait dengan jumlah 10.000 pemutusan hubungan kerja yang diumumkannya minggu lalu. Namun para analis lebih mengkhawatirkan pendapatan perusahaan, di mana penjualan Windows dan layanan terkait Xbox merosot karena faktor terkait COVID mereda. Perusahaan bahkan memperkirakan perlambatan yang signifikan tahun ini di divisi layanan Cloud-nya tahun ini, yang telah menjadi segmen dengan kinerja terkuat dalam beberapa kuartal terakhir.

Saham Microsoft jatuh hampir 2,5% dalam perdagangan pasar perdana.

2. Tesla selanjutnya

Tesla (NASDAQ:TSLA) melaporkan pendapatan setelah bel penutupan, bisa dibilang menghadapi tantangan terberatnya dalam mencoba membenarkan valuasi perusahaan yang masih jauh melebihi apa pun di sektor otomotif.

Perusahaan ini telah kehilangan sekitar setengah dari nilainya sejak pembaruan kuartalan terakhir, kala CEO Elon Musk berulang kali menjual saham untuk mendanai pembelian Twitter yang gagal. Musk menjadi saksi dalam persidangan pada hari Selasa di mana ia dituding dengan sengaja menyesatkan investor dengan sebuah cuitan tentang kemungkinan pembelian pada tahun 2018. Ia mengatakan di depan pengadilan bahwa ia yakin bahwa ia memiliki dana untuk melakukan pembelian tersebut.

Tesla diperkirakan akan melaporkan laba per saham yang disesuaikan sebesar $1,15, turun dari $2,54 tahun lalu, ditekan oleh gangguan produksi dan pemotongan harga pada kuartal terakhir tahun lalu.

3. Saham-saham akan dibuka turun dalam bayang Microsoft; Abbott, IBM, Boeing siap lapor keuangan

Bursa saham AS akan dibuka lebih rendah nanti, saat prospek Microsoft yang kurang baik membayangi seluruh pasar.

Pukul 18.20 WIB, Dow Jones futures turun 160 poin, atau sebesar 0,5%. Sementara S&P 500 futures turun 0,7% dan Nasdaq 100 futures jatuh 1,2%, di mana saham-saham teknologi berada di bawah tekanan.

Sentimen tidak terbantu oleh berita bahwa Departemen Kehakiman AS yang menuntut Alphabet (NASDAQ:GOOGL) karena menyalahgunakan dominasi pasarnya dalam industri periklanan online, yang merupakan lanjutan besar dari tindakan antimonopoli yang sudah ada terhadap pemilik Google.

Saham-saham lain yang akan merilis kinerja pada hari Rabu yaitu Boeing (NYSE:BA), NextEra Energy (NYSE:NEE), IBM (NYSE:IBM), Lonza Group (OTC:LZAGY), Abbott Laboratories (NYSE:ABT), CSX (NASDAQ:CSX) dan Norfolk Southern (NYSE:NSC), Freeport-McMoRan (NYSE:FCX) dan Lam Research (NASDAQ:LRCX), dan masih banyak lagi.

4. Scholz kirim tank Leopard

Kanselir Jerman Olaf Scholz resmi menyetujui pengiriman tank-tank tempur utama Leopard 2 ke Ukraina, sehari setelah laporan-laporan menyatakan bahwa AS juga akhirnya mengalah untuk memasukkan tank tempur Abrams M1 dalam paket-paket bantuan militer di masa depan.

Langkah ini dikritik tajam sebagai eskalasi konflik oleh Moskow, tetapi disambut hangat oleh sekutu NATO Jerman, yang telah jengkel karena sikap keengganannya untuk mengisi celah vital dalam persenjataan Ukraina.

Perubahan sikap Jerman merupakan sebuah peristiwa penting dalam evolusi kebijakan luar negerinya, yang telah membuatnya menghindari peran kepemimpinan dalam urusan militer sejak Perang Dunia 2. Langkah ini akan memberikan fokus besar terhadap reaksi Moskow, mengingat ancaman negara itu sebelumnya untuk menggunakan senjata nuklir di medan perang.

Ironisnya lagi, keputusan ini diambil pada hari ulang tahun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

5. Adani dihantam oleh klaim short-seller, juga membantah tuduhan

Kerajaan besar orang terkaya di India, Gautam Adani, diguncang oleh sebuah laporan dari perusahaan riset analis short-seller Hindenburg Research, yang menudingnya melakukan berbagai trik akuntansi untuk menggelembungkan nilai perusahaan-perusahaan portofolionya.

Perusahaan induk Adani Enterprises (NS:ADEL) jatuh 1,1% di Mumbai, sementara perusahaan pelabuhan dan perkapalan grup ini anjlok lebih dari 6%.

Perusahaan-perusahaan yang terkait dengan Adani kehilangan market cap sekitar $9 miliar karena laporan ini, yang digambarkan oleh kepala keuangan grup tersebut sebagai "kombinasi berbahaya dari informasi yang salah dan tudingan basi, tidak berdasar, dan tidak kredibel," menurut Financial Times.

Kekayaan bersih Adani diperkirakan mencapai sekitar $118 miliar, yang sebagian besar terkait dengan investasi dalam bahan bakar fosil dan energi terbarukan.

Bayang Microsoft, Pendapatan Tesla, Spekulasi Adani - Ini yang Gerakkan Pasar
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email