Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

Aksi Beli Risiko, Harga PCE, Twitter-Apple Berdamai - Ini yang Gerakkan Pasar

Ekonomi 01/12/2022 18:50
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
EUR/USD
+1,11%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
GBP/USD
+0,42%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
AAPL
+0,79%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
UNP
+1,83%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CRM
+2,29%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
LCO
-2,77%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Geoffrey Smith

Investing.com - Dolar AS melemah kala pasar global bergabung dengan aksi beli aset risiko yang dimulai oleh pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada dini hari tadi. Namun, saham-saham AS mengingat bahwa Powell tidak benar-benar mengatakan banyak hal yang baru. China melonggarkan peraturan COVID-19-nya sedikit lebih banyak, membantu sentimen beli, tetapi ada angka ekonomi yang lebih mengerikan dari Eropa. AS akan merilis angka inflasi PCE serta data personal spending, income untuk bulan Oktober, dan Elon Musk mengatakan bahwa ia berdamai dengan Apple, sama seperti Kongres AS yang bergerak untuk memaksakan perdamaian di sektor kereta nasional. Inilah yang perlu Anda ketahui di pasar keuangan pada hari Kamis, 1 Desember.

1. Reli aset risiko global, China longgarkan aturan karantina

Aset berisiko global menyusul saham-saham AS beranjak naik sebelum, dari euforia pengulangan yang hampir sama persis Ketua Fed Jerome Powell mengenai proyeksi yang ia berikan setelah rapat kebijakan terakhir bank sentral.

Dalam pidatonya di Brookings Institute, Powell telah mengisyaratkan bahwa Fed kemungkinan besar akan memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam rapat kebijakan bulan ini. Pesan itu dipinjamkan kredibilitas ekstra oleh jatuhnya purchasing managers index (PMI bulanan Fed Chicago, yang mengindikasi bahwa AS mungkin lebih dekat dengan resesi - dan poros kebijakan Fed yang menentukan - daripada yang dipikirkan konsensus.

Sentimen dibantu oleh pengumuman kontrol COVID-19 lanjutan yang lebih longgar di China, yang sekarang akan memungkinkan beberapa orang akan dikarantina di rumah daripada di pusat-pusat isolasi masal, dan juga oleh rebound yang mengejutkan PMI manufaktur Caixin China.

2. Data AS: spending, income; harga PCE dan PHK Challenger

Pasar tenaga kerja AS terus mengeluarkan data dengan survei Challenger Job Cuts bulanan yang akan dirilis pukul 19.30 WIB dan klaim pengangguran mingguan yang akan dirilis satu jam kemudian. Angka-angka pengangguran telah menyiratkan pelemahan pasar tenaga kerja yang lambat dalam beberapa minggu terakhir, meskipun survei Job Openings Departemen Tenaga Kerja mengindikasikan bahwa masih ada lebih dari 1,5 lowongan untuk setiap orang yang menganggur pada bulan Oktober.

Data klaim keluar bersamaan dengan data personal income dan spending untuk bulan Oktober serta indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi Oktober (ukuran inflasi yang disukai Fed), yang diperkirakan akan melambat secara moderat dari bulan September.

Kepala Fed Dallas Lorie Logan dan Gubernur Fed Michelle Bowman berbicara tak lama setelah data terbit.

Rilis data dari Eropa tampaknya kurang menggembirakan tetapi tidak menghentikan penguatan euro dan poundsterling terhadap dolar. Penjualan ritel Jerman turun pada Oktober, sementara harga rumah di Inggris jatuh, terendah lebih dari dua tahun pada bulan November.

3. Saham balik turun; Musk berdamai dengan Apple

Bursa saham AS diperkirakan akan dibuka sedikit turun setelah melonjak karena pernyataan Powell.

Pada pukul 18.20 WIB, Dow Jones futures turun 99 poin, atau sebesar 0,3%, S&P 500 futures turun 0,2% dan Nasdaq 100 futures turun 0,4%. Pergerakan itu merupakan koreksi kecil dibandingkan dengan kenaikan antara 2,2% dan 4,1% yang dibukukan oleh indeks utama pada hari Rabu. Kenaikan Dow, terutama, membawanya keluar dari wilayah bear market.

Saham-saham menjadi fokus nanti kemungkinan yakni Salesforce (NYSE:CRM), yang mengumumkan pada Rabu malam setempat bahwa co-CEO Bret Taylor akan mengundurkan diri, meninggalkan Marc Benioff sebagai CEO tunggal. Saham Salesforce anjlok lebih 6% dalam perdagangan premarket. Snowflake (NYSE:SNOW) juga turun setelah laporan laba sebelumnya.

Yang juga menjadi fokus adalah Apple (NASDAQ:AAPL), setelah Elon Musk mengatakan Twitter telah menyelesaikan perbedaannya dengan produsen iPhone, menambahkan bahwa tidak ada risiko Twitter dihapus dari App Store Apple.

4. Kongres AS bergerak atur perdamaian dalam sengketa kereta nasional

Dewan Perwakilan Rakyat AS meloloskan RUU untuk mengakhiri perselisihan yang telah berlangsung lama antara operator kereta nasional dan serikat pekerjanya, dengan menggunakan undang-undang tahun 1926 yang memungkinkan Kongres AS untuk ikut campur tangan dalam perselisihan semacam itu jika mereka mengancam akan mengganggu perekonomian.

DPR AS juga melampirkan proposal untuk menyetujui cuti sakit berbayar selama tujuh hari bagi para pekerja kereta api.

Serikat pekerja saat ini dicegah untuk melakukan pemogokan dalam periode 'tenang' yang berlangsung hingga 9 Desember. Pemerintah telah memperingatkan bahwa pemogokan kereta nasional akan sangat mengganggu rantai pasokan untuk sektor otomotif dan makanan, serta untuk pengelolaan limbah.

Saham Union Pacific (NYSE:UNP) mencapai level tertinggi dua bulan dalam perdagangan setelah jam kerja karena berita tersebut.

5. Harga minyak naik ke level tertinggi baru 1 bulan karena ada harapan China

Harga minyak mentah naik dalam harapan pembukaan kembali ekonomi China yang bertahan lama bertambah sebagai tanggapan atas pengumuman terbaru pihak berwenang China.

Wakil Perdana Menteri Sun Chunlan, yang bertanggung jawab mengoordinasikan langkah-langkah kesehatan masyarakat untuk memerangi COVID-19, mengatakan perjuangan telah memasuki "tahap baru," mengakui bahwa strain Omicron yang dominan "kurang patogen" daripada yang sebelumnya.

Pukul 18.40 WIB, harga minyak WTI berada di level tertinggi baru satu minggu di $81,51 per barel, atau naik sebesar 1,2%. Brent naik 1,0% di $87,81 per barel.

Aksi Beli Risiko, Harga PCE, Twitter-Apple Berdamai - Ini yang Gerakkan Pasar
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email