Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Airlangga Pastikan Pemulihan Ekonomi Berlanjut di 2021

Ekonomi04/11/2020 16:31
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Airlangga Pastikan Pemulihan Ekonomi Berlanjut di 2021
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Pemulihan ekonomi Indonesia akibat krisis pandemi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Untuk bangkit dari keterpurukan duo krisis kesehatan dan ekonomi, dibutuhkan kerja sama semua elemen bangsa untuk mengatasinya termasuk kalangan entrepreneurs dan pelaku usaha.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di gelaran Indonesia Industry Outlook #IIO2021 Conference secara daring dengan tema, 2021: It’s Time to Win-Back "Reimagine, Recover, Regain" yang diselenggarakan oleh Inventure pada Rabu (4/11/2020).

Baca Juga: Menko Airlangga: Sertifikasi Halal untuk UMKM Ada dalam UU Ciptaker

Airlangga pun meyakini Indonesia akan bisa cepat keluar dari krisis pandemi. "Kita harus menggelorakan semangat persatuan dan kerja sama seluruh elemen bangsa dalam menangani pandemi Covid-19. Dengan perjuangan dan kerja sama yang kuat, kita dapat melampaui pandemi secara bersama-sama," kata dia.

Masih menurut Airlangga, Indonesia saat ini sudah memasuki masa pemulihan. Pemerintah yakin momentum pemulihan ini akan terus berlangsung hingga tahun 2021. Keyakinan tersebut muncul dari berbagai indikator kinerja ekonomi nasional yang mulai membaik.

Di tahun 2020, Indonesia akan mencapai pertumbuhan berkisar -1,6% hingga 0,6% sehingga Indonesia akan berada di range pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari negara lain. Utilisasi sektor industri sudah membaik rata-rata di angka 55%.

Di samping itu, terjadi penurunan risiko investasi di mana nilai indeks saham membaik dan kapitalisasi pasar mulai pulih kembali. Sementara itu, peningkatan aktivitas ekonomi terlihat dari mulai menggeliatnya industri manufaktur tercermin dari indeks PMI (Purchashing Manager Index) yang diharapkan berada di jalur di atas 50 (ekspansif).

"Sektor industri dasar dan aneka industri juga mengalami pemulihan di mana sektor-sektor tersebut naik 50% dibanding bulan Maret 2020," tambahnya.

Mantan Menteri Perindustrian itu juga melihat bahwa upaya-upaya pemulihan ekonomi sudah menunjukkan tren yang positif sehingga berimbas pada bangkitnya sektor manufaktur. Bangkitnya industri pengolahan ini terlihat dari peningkatan impor bahan baku dan barang modal, dan neraca perdagangan di triwulan ketiga surplus menjadi US$8 miliar.

"Sehingga di triwulan keempat diharapkan semuanya akan positif terutama daya beli masyarakat dan peningkatan investasi," pungkasnya.

Penulis: ***
Editor: Puri Mei Setyaningrum
Foto: Sigid Kurniawan

Airlangga Pastikan Pemulihan Ekonomi Berlanjut di 2021
 

Artikel Terkait

SBY Disebut Gagal Bangun Partai Demokrat Karena AHY...
SBY Disebut Gagal Bangun Partai Demokrat Karena AHY... Oleh Warta Ekonomi Online - 26/07/2021

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS menyoroti Partai Demokrat (PD) di bawah kuasa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia mengungkapkan bahwa SBY telah gagal membuat...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email