Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Adik Iparnya Pacaran Pakai Mobil Polisi, Begini Sikap Ahok

Ekonomi23/10/2021 08:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Adik Iparnya Pacaran Pakai Mobil Polisi, Begini Sikap Ahok

Tengah viral video adik ipar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Bripda Arjuna Bagas, ketika pergi dengan kekasihnya menggunakan mobil dinas Polri. Ahok pun tegas tidak ingin membelanya.

Video Bripda Arjuna beredar di Instagram dan Twitter. Di Instagram, foto Bripda diunggah akun @dianpspita21.

Dalam foto yang tersebar, terlihat diambil dari dalam mobil dan mengarah ke depan. Di dashboard mobil terdapat topi putih Lantas Polri dan terdapat kode mobil PJR pada bagian kaca mobil.

Baca Juga: Politisi Partai Ummat: Ahok-Grace Natalie Jadi Duet Maut Pimpin IKN

“Ya emang gua akan bilang sama cowo gua? Kita pacaran make mobil dinas ya biar ada strobonya wkwk apa situ mau ikut naik juga? sini dijemput,” caption pada foto tersebut.

Sementara, foto yang beredar di Twitter di posting akun @Pasifisstate. Dalam unggahan itu, Bripda Arjuna disebut memakai mobil patroli untuk membawa pacarnya jalan-jalan ke Puncak, Bogor.

Akun itu juga menyertakan bukti berupa foto tangkapan layar yang diduga Bripda Arjuna menggunakan mobil dinas saat pacaran ke Taman Safari. Kemudian, ia menanyakan ke Polri terkait kejadian itu.

“@DivHumas_Polri emang boleh ya mobil Polri dipake buat liat nga­ong besar di Taman Safari? Heheh,” cuit akun tersebut seperti dikutip, Kamis (21/10).

Tanpa butuh waktu lama, Bripda Arjuna pun jadi trending di medsos. Warganet pun langsung mencari tahu siapa Bripda Arjuna. Dan, akhirnya diketahui jika Bripda Arjuna adalah adik ipar mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok.

Kakorlantas, Bripda Arjuna pun langsung digeser dari posisinya. Dia dipindahkan ke Bintara Administrasi (Bamin) Subbag SDM Bagrenmin Korlantas Polri dari Banit Subditwal dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri.

Pergeseran itu berdasarkan Surat Perintah nomor Sprin/722/X/KEP./2021 dan Keputusan Kakorlantas Polri nomor KEP/135/X/2021 yang ditandatangani Irjen Istiono, Jumat (22/10).

“Sudah dimutasi ke staf dalam rangka pembinaan disiplin,” kata Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, kemarin.

Benarkah Bripda Arjuna adik ipar Ahok? Ahok membenarkannya. Namun, dia tidak mau membela kelakuan adik iparnya itu. Ahok mendukung Propram Polri menindak tegas Bripda Arjuna sebagai pelajaran supaya ke depan tidak boleh sembarangan sebagai seorang anggota Polri.

“Saya prinsipnya sama, kepada siapapun, bahkan kepada anak kandung sendiri. Reward and punishment harus tegas dan jelas. Taat dan ikuti prosedur hukum dan aturan yang berlaku,” pesan Ahok.

Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti menyayangkan oknum polantas yang menyalahgunakan kendaraan dinas untuk pacaran. Pasalnya, kendaraan dinas dibeli dengan menggunakan uang APBN. Sehingga tidak sepatutnya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga: Ahok Denger Ini Pasti Ketawa, Rektor Pro Anies Bilang Gusur Rumah Warga Warisan Budaya Lama

Sepatutnya aparatur negara menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan dinas bukan untuk kepentingan pribadi. “Semua harus sadar, tahu diri, disiplin, dan bertanggung jawab dalam penggunaannya. Untuk semua keperluan pribadi, ya harus menggunakan milik pribadi,” tutur Poengky.

Poengky mengapresiasi Propam Polri yang sigap dengan memeriksa oknum polantas tersebut. “Kita tunggu pemeriksaan Propam,” pungkasnya.

Adik Iparnya Pacaran Pakai Mobil Polisi, Begini Sikap Ahok
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email