Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

2030, Ekonomi RI Tembus Peringkat Tujuh Besar Dunia, Ini Kuncinya

Ekonomi22/10/2021 11:31
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. 2030, Ekonomi RI Tembus Peringkat Tujuh Besar Dunia, Ini Kuncinya

Pandemi Covid-19 harus dilihat sebagai pelajaran yang berharga dan menjadi peluang besar untuk Indonesia melangkah ke depan menuju Indonesia Emas 2045.

Demikian kesimpulan dari webinar yang digelar oleh Ikatan Alumni Harvard di Indonesia, Harvard Club of Indonesia (HCI) yang bertajuk: Bertumbuh di Dunia Pasca-Pandemi: Bagaimana Indonesia Bisa Bangkit dan Berjaya? - Growing in a post-pandemic world: How Can Indonesia Thrive in The Upcoming Post-Covid World? pada Rabu (20/10).

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran penting bagi  seluruh golongan masyarakat di Indonesia.

Selain tantangan dan pelajaran berharga, pandemi ini juga membuka begitu banyak peluang bagi Indonesia untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami, di Kementerian Investasi, menganggap pandemi ini sebagai peluang di tengah tantangan. Kenapa saya katakan sebagai peluang, yang pertama kita melakukan reformasi terhadap regulasi kita yang tumpang tindih. Yang kedua, kita diberikan kesempatan untuk melakukan konsolidasi domestik. Kita tahu pada tahun 2020 pada saat pandemi menggoyang ekonomi global sehingga foreign direct investment ke Indonesia turun signifikan, ekonomi kita tetap relatif lebih baik dibandingkan negara lain karena kita ditopang oleh investasi domestik. Nah ini harus dilihat sebagai peluang,” kata Bahlil.

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan bahwa investasi memiliki peran sangat penting dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, bahwa transformasi ekonomi harus didorong untuk mengarah pada hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah. Indonesia tidak boleh dikenal dunia sebagai pengimpor bahan baku mentah.

“Saya berpendapat bahwa dalam proses menggiring kesana, penting melakukan investasi berkelanjutan, salah satu diantaranya kegiatan investasi yang berbasis ekonomi hijau dan ekonomi biru,” jelas Bahlil.

Senada dengan Bahlil, CEO Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah mengatakan benar bahwa pandemi Covid ini telah memberikan pelajaran penting buat kita semua dengan mengekspos hal-hal yang masih perlu diperkuat di Indonesia.

Diantaranya sistem dan layanan kesehatan, logistik dan infrastruktur, digital technology, juga kompetensi sumber daya manusia.

“Pandemi telah mengekspos kelemahan-kelemahan kita, dan saya rasa justru ini bisa jadi kesempatan Indonesia untuk memperbaiki akar masalahnya juga memperkuat area-area tersebut dengan lebih terfokus, seperti antara lain di bidang infrastruktur kesehatan, digital economy, digital infrastructure, kemampuan SDM, dan sustainability,” jelas Ridha.

Ridha juga mengatakan bahwa INA terus menggali berbagai peluang kolaborasi dengan sejumlah investor baik investor dalam negeri dan investor global untuk berinvestasi di Indonesia.

Menurutnya para investor memiliki ketertarikan yang tinggi untuk berinvestasi di Indonesia apalagi Indonesia terus membenahi ekosistem investasi, kepastian regulasi, serta proses investasi yang jelas dan transparan.

“Ketertarikan investor terus tinggi untuk berinvestasi di Indonesia karena kita punya begitu banyak potensi luar biasa. Tugas kita semua adalah untuk memastikan potensi itu dapat direalisasikan. Oleh karena itu, semua elemen pelaku usaha, pemerintah, dan stakeholder terkait harus bergerak bersama menuju satu tujuan,” tutup Ridha.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsjad Rasjid optimis target Indonesia sebagai negara dengan ekonomi ke-7 di dunia pada tahun 2030 dapat tercapai.

Menurutnya ada lima cara untuk merealisasikan hal tersebut. Pertama mendorong teknologi digital untuk meningkatkan sektor pertanian, kedua mempercepat adopsi Industri 4.0 dan ketiga membawa teknologi modern kepada pelaku UMKM.

Langkah keempat yakni memfokuskan program pelatihan pada kebutuhan masa depan dalam hal ini membangun rantai pasokan dan kekuatan logistik, serta  mengeksekusinya secara konsisten.

2030, Ekonomi RI Tembus Peringkat Tujuh Besar Dunia, Ini Kuncinya
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Sugumar Kumar
Sugumar Kumar 23/10/2021 6:02
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
📄👍
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email