Breaking News
0

Top 5 News: Pejabat Huawei [China] Bikin Wall Street [AS] & Minyak Tak Berkutik

Ekonomi06/12/2018 17:45
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Investing.com - Berikut adalah lima hal utama yang perlu Anda ketahui dalam berita pasar finansial pada hari ini Kamis, 6 Desember:

1. Pejabat Top Huawei Ditangkap, Pasar pun Was-Was

Meng Wanzhou - kepala pejabat keuangan di perusahaan smartphone China Huawei dan juga merupakan putri dari pendiri Huawei sendiri - ditangkap di Kanada pada hari Sabtu, menyusul permintaan ekstradisi oleh Amerika Serikat. Penangkapannya terkait dengan penyelidikan apakah ia melanggar sanksi yang telah dijatuhkan terhadap Iran.

China telah mengkritik AS dan Kanada atas penangkapan itu dan menuntut pembebasannya dengan segera.

Berita penangkapan tersebut terjadi kurang dari waktu seminggu setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menyetujui gencatan perang dagang 90 hari. Hal itu mengancam akan menyalakan kembali bentrokan perdagangan antara dua perekonomian terbesar dunia.

Sentimen pasar awalnya cukup didukung oleh gencatan senjata perdagangan yang kini sedang berlangsung, tetapi minat aset risiko dengan cepat kembali memburuk atas skeptisisme yang menyeruak bahwa kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan yang substantif dalam jangka waktu 90 hari yang ditentukan.

2. Bursa Berjangka AS Terjun Bebas

Bursa berjangka AS merosot tajam tajam menuju pembukaan di Wall Street. Dow Berjangka karam lebih dari 450 poin oleh kekhawatiran atas hubungan AS-China saat ini dan kemungkinan perlambatan ekonomi AS.

Pada pukul 17.35 WIB, kontrak berjangka blue-chip Dow anjlok sekitar 480 poin, atau sekitar 1,9%, S&P 500 Berjangka tumbang 49 poin, atau sekitar 1,85%, sementara indeks teknologi Nasdaq 100 Berjangka rontok 167 poin, atau 2,46%.

Kerugian itu terjadi ketika pasar saham AS dan Treasury dibuka kembali setelah ditutup pada hari Rabu untuk menandai wafatnya mantan Presiden George H.W. Bush.

Pada hari Selasa, Dow Jones Industrial Average terjungkal hampir 800 poin dan itu merupakan penurunan satu hari terbesar sejak 10 Oktober.

Kekhawatiran atas perlambatan ekonomi AS telah memukul pasar minggu ini setelah terjadi kemunduran pada kurva imbal hasil Treasury AS yang memicu kekhawatiran tentang pelemahan ekonomi AS. Kurva yang datar dipandang sebagai indikator perekonomian yang sedang melambat.

3. Harga Minyak Ambruk Lagi sebelum Pertemuan OPEC Dimulai

Harga minyak jatuh lagi menyusul laporan bahwa menteri energi Arab Saudi mengusulkan pengurangan produksi yang lebih kecil dari perkiraan pada pertemuan OPEC mendatang.

Kontrak minyak mentah Brent berjangka turun $2,40, atau sekitar 3,91%, menjadi $59,15 per barel, sementara minyak mentah WTI berjangka berada di $50,88 per barel, anjlok $2,03, atau sekitar 3,89%.

Para menteri minyak dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan negara-negara penghasil utama lainnya akan bertemu di Wina pada Kamis dan Jumat untuk meninjau perjanjian produksi mereka saat ini, dengan keputusan akan dikeluarkan pada hari Jumat waktu setempat.

Para pejabat OPEC telah semakin sering membuat pernyataan publik bahwa grup tersebut dan mitranya akan mulai menahan minyak mentah pada tahun 2019 untuk memperketat pasokan dan menaikkan harga.

Menurut laporan terbaru, OPEC dan mitra negara lain sedang bekerja menuju kesepakatan yang mengurangi produksi minyak setidaknya 1,3 juta barel per hari (bph).

Selain OPEC, data mingguan baru cadangan minyak mentah AS juga akan menarik perhatian pasar. Badan Informasi Energi AS akan merilis laporan resmi persediaan minyak mingguan untuk pekan yang berakhir 30 November pukul 23.00 WIB. Data tersebut keluar sehari lebih lambat dari biasanya karena hari Rabu merupakan hari berkabung nasional AS.

4. Tik-Tok! ADP (NASDAQ:ADP), ISM & Klaim Pengangguran AS

Investor akan memperhatikan dengan seksama angka pekerjaan sektor swasta menjelang laporan nonfarm payrolls pemerintah hari Jumat.

Angka upah sektor swasta ADP dirilis pada pukul 19.15 WIB. Rata-rata, para ekonom memperkirakan bahwa upah November akan datang sebesar 195.000, turun dari 227.000 pada bulan sebelumnya.

Angka klaim pengangguran mingguan akan dipublikasikan pada pukul 19.30 WIB dan ekonom mengharapkan klaim tunjangan pengangguran untuk pertama kalinya turun menjadi 225.000 dari 234.000 minggu sebelumnya.

Pada pukul 21.00 WIB, ISM akan merilis nilai aktivitas layanan November. PMI non-manufaktur ISM diperkirakan telah turun ke 62,0 bulan lalu dari 62,5 pada bulan Oktober.

5. Risk Aversi yang Meningkat Dongkrak Yen Mendaki

Yen menguat dipengaruhi oleh peningkatan permintaan safe haven untuk mata uang Jepang tersebut didukung oleh penghindaran risiko (risk aversion) yang meluas di pasar. Yen sering dicari oleh investor sebagai tempat perlindungan selama masa gejolak geopolitik pasar.

USD/JPY terakhir turun 0,4% menjadi 112,74 setelah jatuh serendah 112,58 hari ini, sementara EUR/JPY melemah 0,52% di 127,75.

Euro tertekan melemah terhadap dolar. EUR/USD melandai 0,12% ke 1,1329 setelah mundur dari level tertinggi minggu ini di 1,1419 yang disentuh pada hari Selasa.

Indeks dolar AS - yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama - sedikit tenang pada 97,06.

Pound tetap stabil di mana GBP/USD terakhir berada di 1,2741 saat investor bersiap untuk menghadapi hasil voting dari parlemen Britania Raya terkait kesepakatan Brexit pada 11 Desember mendatang di tengah keraguan tentang apakah pemungutan suara itu akan lolos.

-- Reuters berkontribusi pada laporan ini

Top 5 News: Pejabat Huawei [China] Bikin Wall Street [AS] & Minyak Tak Berkutik
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email