Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Top 5 News: Masalah Ekonomi & Yield Obligasi Jegal Bursa Global Menghijau

Ekonomi22/03/2019 16:57
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.

Investing.com - Berikut ini adalah lima hal utama yang perlu Anda ketahui dalam berita pasar finansial hari ini Jumat, 22 Maret:

1. Masalah Laju Ekonomi Tahan Bursa Global Berkutat di Wilayah Merah

Gelombang sentimen aksi jual menyapu pasar setelah tanda-tanda kemunduran ekonomi yang berlanjut di Eropa, sementara kehati-hatian kini mulai mendominasi sebelum pembicaraan perdagangan tingkat tinggi Amerika Serikat-China yang dijadwalkan terjadi pada minggu depan.

Pasar berjangka AS mengarah pada pembukaan yang lebih rendah akibat kekhawatiran ekonomi yang mengurangi rally dipimpin oleh sektor teknologi pada hari Kamis. Pada pukul 16.57 WIB, blue-chip Dow berjangka menurun 124 poin, atau 0,5%, S&P 500 berjangka melemah 12 poin, atau 0,4%, sedangkan Nasdaq 100 berjangka diperdagangkan turun 25 poin, atau 0,3%.

Pembacaan lemah dari pertumbuhan bisnis Zona Euro pada hari Jumat menambah prospek yang buruk sehingga mengirim bursa Eropa tertekan melemah. Patokan Eropa Euro Stoxx 50 tergerus 0,7% pada pukul 16.56 WIB.

Berita itu datang ketika masih hangatnya keputusan dari langkah kebijakan Federal Reserve untuk menghapus kenaikan suku bunga lebih lanjut dari proyeksi untuk selama 2019 ini. Sinyal perkiraan sebelumnya mengindikasikan dengan jelas untuk dua kenaikan pada tahun ini.

2. Yield Obligasi Global Jatuh ke Posisi Terendah Baru

Ketika bank sentral mengubah ke sikap yang lebih akomodatif, imbal hasil obligasi global turun ke posisi terendah multi-tahun.

Imbal hasil 10 tahun Jepang mencapai level terendah sejak tahun 2016, sementara imbal hasil safe-haven Bund Jerman 10 tahun turun sesaat di bawah 0% untuk pertama kalinya sejak musim gugur tahun 2016. Spread Selandia Baru anjlok di bawah 2% untuk pertama kalinya, sementara yang setara dari Australia hanya tiga basis poin dari rekor terendah.

Imbal obligasi 10 tahun AS jatuh pada hari Jumat, jatuh sekitar 4 basis poin menjadi di bawah 2,50% dan merupakan level terendah sejak Januari 2018.

John Lonski, kepala ekonom di Moody's Capital Market Research, beropini bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga jika yield Treasury 10 tahun merosot di bawah 2,4%. Jika penciptaan lapangan kerja tidak meningkat dari level bulan Februari, "penurunan titik tengah dana fed ke 2,125% bisa terjadi seawalnya pada pertemuan FOMC 19 Juni," ujarnya.

3. Penjualan Mengecewakan di Amerika Utara Bikin Saham Nike Merosot

Saham Nike (NYSE:NKE) merosot tajam lebih dari 4% pada perdagangan pra-pasar pada hari Jumat setelah produsen pakaian olahraga terbesar di dunia itu melaporkan penjualan triwulanan di Amerika Utara - yang terbesar di pasar - meleset jauh dari harapan.

Penjualan Amerika Utara meningkat 7% ke $3,81 miliar di kuartal ketiga, jauh di bawah perkiraan $3,87 miliar, menurut data IBES dari Refinitiv.

Panduan Nike juga menjadi sumber kekhawatiran karena memperkirakan pertumbuhan pendapatan satu digit yang rendah untuk kuartal saat ini, sementara analis memperkirakan kenaikan 6,1%.

4. Ekonomi Zona Euro Melambat Terpukul oleh Layanan PMI Lemah

Ekonomi zona euro mengakhiri kuartal pertama dengan catatan yang ringan ketika indeks manajer pembelian flash (PMI) berkubang di salah satu level terendah sejak 2014, dan ini mengacu pada sedikitnya pertumbuhan kuartal pertama hanya 0,2%, menurut survei yang dirilis Jumat oleh IHS Markit.

Ekonomi terbesar blok itu, Jerman dan Prancis, keduanya mengalami kontraksi di sektor manufaktur.

“Yang paling mengkhawatirkan ialah dari sektor manufaktur, yang sekarang berada dalam penurunan terdalam dari tahun 2013 karena arus perdagangan berkontraksi pada tingkat paling tajam sejak hari-hari yang dilanda krisis utang tahun 2012,” beber Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di IHS Markit.

5. Hindari "No Deal" Brexit, Inggris Dapat Perpanjangan Tenggat Waktu Singkat

Ketegangan atas seputar keluarnya Inggris dari Uni Eropa kini sedikit tenang ketika para pemimpin Eropa mulai bergerak untuk menghentikan Brexit tanpa ada kesepakatan terjadi pada minggu depan.

Uni Eropa telah sepakat untuk memperpanjang batas waktu saat ini 29 Maret hingga 22 Mei jika parlemen Inggris menyetujui kesepakatan keluar di minggu depan.

Dalam skenario terburuk, di mana politisi Inggris menolak kesepakatan untuk ketiga kalinya, para pemimpin Uni Eropa masih akan mengizinkan perpanjangan waktu 2 minggu hingga 12 April.

Top 5 News: Masalah Ekonomi & Yield Obligasi Jegal Bursa Global Menghijau
 

Artikel Terkait

Ditutup Naik ke Level 6.627, IHSG Rebound 0,52 Persen
Ditutup Naik ke Level 6.627, IHSG Rebound 0,52 Persen Oleh Pasar Dana - 20/01/2022

Pasardana.id-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini, Kamis (20/1/2022) berhasil rebound ke zona hijau dengan menguat 0,52% atau naik 34,890 basis...

Tren NFT Meningkat, OJK Buka Suara
Tren NFT Meningkat, OJK Buka Suara Oleh Warta Ekonomi Online - 20/01/2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi tren aset digital non-fungible toket (NFT) yang popularitasnya naik belakangan, terlebih sejak kabar penjualan aset NFT yang bernilai...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email