Breaking News
0

Tiket Pesawat Garuda Tidak Alami Kenaikan

Ekonomi12/01/2019 17:30
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Tiket Pesawat Garuda Tidak Alami Kenaikan
Warta Ekonomi.co.id, Solo

Maskapai penerbangan milik pemerintah Garuda Indonesia memastikan harga tiket sesuai dengan aturan batas atas yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan.

"Sebenarnya tidak ada kenaikan tarif tiket, masih dalam batas ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh Kemenhub, kan ada batas bawah dan batas atas," kata General Manajer Garuda Indonesia Kantor Cabang Surakarta Hendrawan di Solo, Sabtu (12/1/2019).

Ia mengatakan penyesuaian harga tiket di saat permintaan mengalami kenaikan merupakan hal wajar selama masih dalam batas tarif.

"Maskapai tidak boleh mengeluarkan tarif lebih dari itu (batas atas, red). Yang diatur itu 'basic fare'-nya," katanya.

Dia mengatakan khusus untuk Garuda Indonesia rute Solo-Jakarta "basic fare" atau tarif yang diatur oleh Kementerian Perhubungan Rp1,045 juta. Jika termasuk pajak, tarifnya di angka Rp1.204.500/penumpang.

Sebelumnya, muncul petisi dari warganet yang menyuarakan "Turunkan Harga Tiket Pesawat". Hingga kemarin, sudah 815 warganet yang menandatangani petisi tersebut.

Terkait hal itu, Hendrawan mengakui kondisi tersebut tidak memengaruhi tingkat keterisian pesawat Garuda Indonesia. Sebagai contoh, untuk rute Solo-Jakarta saat ini tingkat keterisian masih 75-80 persen dari total kapasitas 162 kursi.

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jawa Tengah Daryono meminta adanya evaluasi terkait kenaikan tarif tiket pesawat karena adanya kenaikan tarif tersebut dianggap kontraproduktif dengan upaya untuk menggenjot kunjungan wisatawan.

"Dengan adanya kenaikan tarif tiket akan berdampak negatif bagi kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara," katanya.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan melalui keterangan resminya mengatakan, tarif maskapai yang berlaku masih sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Terkait penetapan tersebut, Hengki mengatakan Kemenhub sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Penulis: ***
Editor: Clara Aprilia Sukandar
Foto: Fikri Yusuf

Tiket Pesawat Garuda Tidak Alami Kenaikan
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email