Breaking News
0

Tencent Akan Perluas Kerja Sama dengan Startup Indonesia

Ekonomi11/08/2018 08:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Tencent Akan Perluas Kerja Sama dengan Startup Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Penyedia jasa pengiriman pesan instan terpopuler di China, Tencent, berniat memperluas bidang kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Indonesia.

"Tencent akan memperluas kerja sama dengan startup (perusahaan rintisan) lokal di Indonesia, khususnya bidang pariwisata, teknologi, internet, musik, dan game online," kata Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/8/2018).

Dengan didampingi pejabat dari Konsulat RI di Guangzhou dan Konsulat RI di Hong Kong, Dubes bertemu dengan tujuh pimpinan eksekutif Tencent di kantor pusat Tencent di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Jumat (10/8/2018).

"Pertemuan kemarin membuka peluang investasi dan kerja sama Tencent dengan perusahaan lokal di Indonesia. Tencent juga akan hadir pada forum bisnis yang akan diselenggarakan KBRI Beijing dan dalam waktu dekat akan berkunjung ke Jakarta," kata Djauhari.

Pada 2016, Tencent telah menginvestasikan dana senilai US$20,8 miliar ke berbagai perusahaan rintisan. Tencent juga telah menanamkan investasi di berbagai perusahaan berbasis daring di Tanah Air, di antaranya GoJek pada Mei 2017 dan investasi JD.Com ke Traveloka.

Sementara itu, pada bulan Juni 2018 Grup Lippo menginvestasikan sejumlah dana Tencent sebagai langkah awal memasuki bisnis digital. Menurut Dubes, persaingan dua raksasa perusahaan teknologi internet di Asia asal China memberikan keuntungan bagi perusahaan rintisan di Indonesia.

"Karakter konsumen Indonesia yang lebih terbuka dalam menerima teknologi baru menjadikan Indonesia sebagai target partner dan konsumen oleh para pebisnis digital," ujarnya.

Oleh sebab itu, dia yakin dalam beberapa waktu ke depan akan muncul beberapa perusahaan rintisan baru di Indonesia. Berdiri pada 1998, Tencent Holdings merupakan konglomerasi China yang memiliki anak perusahaan di bidang jasa teknologi, internet, kecerdasan artifisial, dan investasi domestik dan global.

Memasuki pasar saham pada 2004 dengan valuasi 11 miliar dolar AS, nilai valuasi Tencent sampai dengan Januari 2018 telah mencapai 580 miliar dolar AS atau melampaui Facebook dan berada sedikit di bawah Amazon. Beberapa produk Tencent di antaranya Wechat, JD.com, QQ.com, QQ Mobile, QQ Music, dan JOOX.

Di China, Wechat semakin mengakar dengan jumlah pengguna aktif sekitar 1,3 miliar. Selain aplikasi pesan instan, Wechat juga terhubung dengan layanan perbankan dan alat pembayaran elektronik yang sangat populer di daratan Tiongkok, yakni Wechat Pay.

Penulis: ***
Editor: Cahyo Prayogo
Foto: Reuters/Aly Song

Tencent Akan Perluas Kerja Sama dengan Startup Indonesia
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email