Breaking News
0

Nasib Rupiah: karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Ekonomi12/02/2019 13:01
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Nasib Rupiah: karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Perjuangan nilai tukar rupiah untuk dapat kembali menarik hati para investor belum membuahkan hasil maksimal. Hingga saat ini, investor masih kehilangan selera untuk mengoleksi rupiah. Alhasil, rupiah belum juga beranjak ke zona hijau.

Hingga pukul 12.35 WIB, rupiah masih terdepresiasi 0,14% ke level Rp14.060 per dolar AS. Beruntung, nilai depresiasi rupiah kian menipis di hadapan dolar AS setelah sebelumnya sempat menyentuh 0,39%. Perlahan-lahan, rupiah juga mulai bangkit menguat di hadapan mata uang Asia. Kini, rupiah bisa sedikit mengungguli yen dengan terapreasiasi 0,06%.

Bak pribahasa karena nila setitik, rusak susu sebelanga, begini nasib rupiah: karena sentimen negatif, rusak sudah kepercayaan investor. Usut punya usut, ada beberapa sentimen yang menghantui investor sehingga enggan jatuh hati kepada rupiah.

Baca Juga: Rupiah Jaga Gawang! Jangan Mau Kebobolan Lagi

Pertama, rupiah belum mendapat dukungan positif dari data perekonnomian Indonesia. Sebagaimana yang sudah diwartakan, data defisit transaksi berjalan di kuartal IV tahun 2018 tercatat sebesar 3,57% dan sekaligus menjadi yang terdalam sejak kuartal II tahun 2014 lalu.

Artinya, data tersbeut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan dalam keadaan yang baik sehingga maklum saja jika timbul keragu-raguan di hati investor. Beruntunglah, rupiah sedkit tertolong dengan adanya kebijaksanaan The Fed untuk menahan suku bunga acuan di awal tahun 2019 ini.

Meskipun begitu, rupiah juga mendapat sentimen lain dari dua negara yang menjadi penguasa ekonomi dunia, yaitu AS dan China. Perundingan damai dagang antarkedua negara tersebut hingga saat ini masih belum mencapai kata mufakat. Artinya, bayang-bayang adanya lanjutan perang dagang AS-China masih menghantui pola gerak pasar global.

Rupiah hanya bisa berharap, di 01/03/2019 mendatang AS-China bisa mengambil langkah terbaik dengan berdamai dan mengakhiri perang dagang yang selama ini terjadi.

Baca Juga: Rupiah Kian Moncer Didukung Pertumbuhan Ekonomi

Masih ada satu lagi sentimen yang juga berpengaruh terhadap daya tahan rupiah, yaitu isu akan dilakukannya kembali penutupan pemerintahan AS oleh Trump. Hal itu terjadi lantaran masih belum ada titik temu antara Trump dan pemerintahan AS berkaitan dengan anggaran yang diajukan Trump untuk pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.

Penulis/Editor: Lestari Ningsih
Foto: Akbar Nugroho Gumay

Nasib Rupiah: karena Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga
 

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email