x
Breaking News
0

Long Weekend, KAI Daop 1 Jalankan 8 Kereta Api Tambahan

Ekonomi14/02/2018 19:31
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Long Weekend, KAI Daop 1 Jalankan 8 Kereta Api Tambahan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

PT KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 53 KA reguler, yang terdiri 28 KA Reguler pemberangkatan Stasiun Gambir dan 25 KA Reguler pemberangkatan Stasiun Pasar Senen, serta 8 KA Tambahan yang berangkat dari Stasiun Gambir.

Hal tersebut untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang yang menggunakan moda transportasi KA jelang libur panjang Tahun Baru Imlek 2018 yang jatuh pada Jumat (16/2/2018).

KA-KA tambahan tersebut terdiri dari 4 KA Argo Parahyangan tujuan Bandung, KA Argo Dwipangga Fakultatif dan KA Argo Lawu Fakultatif tujuan Solo, serta KA Argo Jati Tambahan dan KA Cirebon Ekspres Fakultatif tujuan Cirebon.

"PT KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan tempat duduk sebanyak 30.948 untuk KA reguler yang dibagi menjadi 18.452 tempat duduk untuk KA reguler pemberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan 12.496 tempat duduk untuk KA reguler pemberangkatan dari Stasiun Gambir. PT KAI Daop 1 Jakarta juga menyiapkan tempat duduk untuk KA Tambahan sebanyak 3.440 tempat duduk," jelas Edy Kuswoyo Humas PT KAI Daop 1, Rabu (14/2/2018).

Untuk pemberangkatan KA dari Stasiun Pasar Senen pada Minggu-Jumat (11-17 Februari) seperti KA Matarmaja tujuan Malang, KA Gaya Baru Malam Selatan tujuan Surabaya Gubeng, KA Brantas tujuan Blitar, dan KA Bengawan tujuan Purwosari, okupansinya telah mencapai 100%.

Sementara pemberangkatan Kamis-Jumat (15-16 Februari), seluruh perjalanan KA pemberangkatan Stasiun Pasar Senen telah mencapai okupansi 100 persen, hanya KA Tawang jaya tujuan Semarang Poncol, KA Kutojaya tujuan Kutoarjo, dan KA Gumarang tujuan Surabaya Pasar Turi pada Jumat (16/2/2018) yang masih tersedia, itu pun hanya tersisa sekitar 20 persen.

Dari data yang didapat, total volume penumpang pemberangkatan dari Jakarta dari Rabu-Minggu (14-18 Februari) sebanyak 124.449 penumpang dengan rincian 71.488 penumpang yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan 52.961 penumpang yang diberangkatkan dari Stasiun Gambir. Jumlah ini meningkat 13,5% jika dibandingkan dengan total volume penumpang pada libur Tahun Baru Imlek tahun 2017 dengan periode yang sama sebanyak 109.578 penumpang.

Sementara volume tertinggi pemberangkatan terjadi pada Kamis (15/2/2018) sejumlah 18.314 penumpang diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen, atau menurun 1,2% dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 18.535 penumpang. Keberangkatan dari Stasiun Gambir pada tahun ini mencapai sebanyak 15.460 penumpang atau naik 13% jika dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 13.679 penumpang.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Fauziah Nurul Hidayah
Foto: Agus Aryanto

Long Weekend, KAI Daop 1 Jalankan 8 Kereta Api Tambahan
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Tulis pendapat Anda di sini
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
Kirim
Kirim juga ke :
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
Kirim 1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email