Breaking News
0

Jaringan Warkop Nusantara, Bisnis Sosial yang Berbuah Manis

Ekonomi07/05/2017 18:15
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
Jaringan Warkop Nusantara, Bisnis Sosial yang Berbuah Manis
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Berawal dari ketidaksengajaan berbisnis kopi, Setya Yudha Indraswara (40) atau yang akrab disapa Ullil, mengaku prihatin dengan kondisi pasar Indonesia yang lebih gemar mengkonsumsi kopi import ketimbang kopi lokal. Menurutnya, kopi import tidak lebih baik daripada kopi Indonesia.

Ullil yang sejak kecil telah diperkenalkan oleh sang kakek mengenai jenis dan rasa kopi, mengaku sangat menyukai kopi dan menjadi kebiasaan hingga saat ini. Namun semenjak dirinya mulai bekerja di Jakarta, pria kelahiran Blitar, 25 Desember 1977 ini pun merasa heran dengan fenomena warung kopi yang meyoritas tidak menjual kopi yang disebutnya dengan ‘kopi benar’ atau kopi murni. Beberapa warung kopi (warkop) yang ia singgahi hanya menyediakan kopi dalam bentuk sachet.

"Setiap ke warung-warung ketemunya kopi sachet. Mau ke kafe ya boros dong lama-lama, kalau setiap hari ngopi di kafe,” ungkap Ullil kepada Warta Ekonomi beberapa waktu lalu di Jakarta.

Karena meskipun hobi dengan kopi, Ullil tidak ingin sembarangan mengonsumsi kopi. Sejauh ini Ullil mengaku sangat selektif dalam memilih dan mengolah kopi. Biasanya ia akan membeli kopi dalam bentuk biji yang digilingnya sendiri di rumah. Kecintaannya terhadap kopi itulah yang kemudian menggiringnya untuk melakukan sebuah tindakan agar kopi Indonesia dapat dikenal oleh bangsanya sendiri.

Akhirnya Ulil berinisiatif untuk membawa kopi sendiri dari rumah dan dititipkan ke warung kopi untuk ia konsumsi sendiri saat jam istirahat. Namun meski membawa kopi sendiri dari rumah, Ulil tetap membayar penjual kopi di warkop dengan harga normal atau seharga kopi sachet yang dijual warkop tersebut.

Maksudnya ialah memperkenalkan kopi lokal yang menurutnya memiliki kualitas yang jauh lebih baik, enak, dan sehat. Beberapa kali berpindah tempat kerja, kebiasaan Ullil menitip ‘kopi benar’ di warkop dekat tempatnya bekerja pun masih terus dilakukannya. Sampai suatu ketika rekan kerjanya pun menyaksikan dan ikut melakukan hal serupa dengan memesan kopi dari Ullil yang kemudian dititipkannya di warkop.

Lambat laun ide bisnis pun muncul dari hobinya tersebut. Namun Ulil mengaku, bahwa tujuan utamanya hanya untuk memperkenalkan kopi Indonesia kepada kosumen Indonesia. Karena menurutnya selama ini pasar Indonesia sudah banyak dipengaruhi oleh brand-brand kopi luar yang telah berhasil menguasai pasar lokal dan membuat produk kopi lokal semakin terpuruk. Terlebih saat ini minum kopi sudah menjadi gaya hidup modern masyarakat Indonesia.

Ullil pun perlahan memperkenalkan kopi ke warkop dan kedai-kedai kopi dengan cara menitipkan kopi untuk dijual. Setiap warkop atau kedai, dititipkan Ullil dua bungkus kopi lokal dengan jenis yang berbeda.

Dua bungkus tersebut digratiskan Ullil sebagai tester. Namun jika kopinya tersebut laku terjual dan penjual warkop ingin menjual kembali kopi lokal yang dititipkan Ullil, baru ia akan memasang harga, namun tetap dengan harga yang disubsidi, karena tujuan awal Ullil bukan berbisnis, melainkan memperjuangkan kopi Nusantara. Setiap bungkus kopi yaitu Rp 25 ribu dan dapat diseduh menjadi beberapa gelas kopi. Hal tersebut mulai dilakukan Ullil pada Agustus 2016.

Gerakan mensosialisasikan kopi lokal tersebut pun terus dilakukan Ullil hingga lama kelamaan banyak teman-temannya yang bergabung dengannya untuk mengkampanyekan kopi lokal. Ullil dan teman-temannya pun mulai membentuk sebuah organisasi sosial atau yang biasa ia sebut dengan usaha gotong royong bernama Jaringan Warkop Nusantara (JWN).

Lambat laun, Ullil dan teman-teman mulai berpikir bahwa mereka tidak bisa hanya bergerak untuk tujuan sosial semata. Hingga akhirnya, Ullil dan teman-temannya pun mulai menjual kopi dengan skala yang lebih besar. Ullil mulai membedakan konsumen yang harus disubsidi (warkop kecil) dan konsumen yang diberinya harga normal.

Ketika menitipkan kopi di warkop, Ullil tidak hanya mendrop produk begitu saja. Ia juga memberikan training kepada penjual kopi mengenai kopi Indonesia hingga cara pengolahan dan penyeduhannya.

Selain itu, Ulil yang sudah sejak lama memiliki hobi ‘ngopi’ tersebut pun mengaku sudah banyak mengenal distributor pertama ‘kopi benar’ atau kopi murni, bahkan relasinya langsung sampai ke petani kopi. Hal tersebutlah yang membuatnya tidak kesulitan mendapatkan supply ‘kopi benar’ untuk dijualnya. Saat ini, Ullil pun memiliki kelas binaan untuk berbisnis warkop, salah satunya adalah Kedai Kopi Adumanis yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Penulis: Ning Rahayu
Editor: Cahyo Prayogo
Foto: Ning Rahayu

Jaringan Warkop Nusantara, Bisnis Sosial yang Berbuah Manis
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email