Breaking News
0

BNI Bikin Menkeu Terkesima, Soal Apa???

Ekonomi14/03/2018 06:30
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. BNI Bikin Menkeu Terkesima, Soal Apa???
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Kementerian Keuangan RI mengapresiasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk lantaran menjadi salah satu wajib pajak badan yang patuh membayar kewajiban pajak kepada negara.

"Penghargaan kami terima sebagai bentuk kehormatan bagi BNI karena patuh membayar pajak," kata Corporate Secretary BNI Kiryanto di Jakarta, Selasa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyerahkan penghargaan yang diterima Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati.

Kiryanto menyebutkan BNI menjadi bank persepsi yang menampung pembayaran pajak bagi para wajib dengan jumlah pembayaran pajak mencapai 7,1 juta transaksi senilai Rp183 triliun sepanjang 2017.

Data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu menunjukkan realisasi penerimaan pajak pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak mencapai Rp361,84 triliun selama 2017.

Pada 2018, Kanwil DJP menargetkan penerimaan dari Wajib Pajak Besar sebesar Rp432,37 triliun atau meningkat sekitar 19,54 persen dibanding 2017.

Pencapaian target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar pada 2018 akan mendukung 30,33 persen target nasional yaitu sebesar Rp1.424 triliun.

Penulis: ***
Editor: Ferry Hidayat
Foto: Sufri Yuliardi

BNI Bikin Menkeu Terkesima, Soal Apa???
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email