Breaking News
0

BI: Masalah Utang Jadi Kerentanan Negara Emerging Market

Ekonomi14/09/2018 16:40
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
2/2 BI 2/2

Oleh Rezkiana Nisaputra

Jakarta – Kondisi perekonomian global yang tengah bergejolak telah berdampak pada negara-negara emerging market termasuk Indonesia. Menurut Bank Indonesia (BI), permasalahan utang masih jadi kerentanan negara emerging market. Kondisi ini tentu harus diwaspadai oleh negara-negara emerging market.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, perang dagang yang terjadi antara AS-China dan juga wacana kenaikan suku bunga AS (The Fed) pada September dan Oktober 2018 ini telah memicu ekspektasi pasar terhadap negara emerging market. Kondisi mata uang negara berkembang juga memengaruhi ekspektasi pasar.

“Masalah yang muncul di emerging market adalah masalah utang. Karena posisi currency melemah di negera berkembang, itu membuat potensi untuk pembayaran utang,” ujar Dody di Jakarta, Jumat, 14 September 2018.

Dirinya menegaskan, meski kondisi utang luar negeri terus mengalami peningkatan, namun rasio utang Indonesia terhadap PDB (produk domestik bruto), jumlahnya relatif rendah, yakni berkisar 29,5 persen. Meski belum lama ini, pemerintah memproyeksikan rasio utang RI bisa naik menjadi di atas kisaran 30 persen, akibat pelemahan rupiah.

“Isu utang emerging market ini muncul di IMF, di lembaga internasional. Terkait ketahahan pengelolaan utang emerging market. Tapi Indonesia aman. Indonesia tidak diawasi. Kalau rasio utang kita relatif terjaga. Rasio utang kita terhadap PDB masih aman,” ucapnya.

Rasio utang Indonesia terhadap PDB masih relatif lebih baik bila dibandingkan dengan negara lain seperti Malaysia dan Thailand. Namun, Indonesia memiliki kekurangan, yakni secara persepsi Indonesia dinilai memiliki tingkat risiko investasi yang lebih tinggi, dengan peringkat tripple B minus, sedangkan Malaysia dan Thailand punya peringkat A dan AA. (*)

BI: Masalah Utang Jadi Kerentanan Negara Emerging Market
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email