😎 Sale Tengah Tahun Eksklusif - Hemat hingga 50% pilihan saham dari AI InvestingProAMBIL SALE

ANALIS MARKET (30/5/2024) : IHSG Berpotensi Koreksi Terbatas, 6 Saham Ini Bisa Jadi Pilihan Trading

Diterbitkan 30/05/2024, 07/38
ANALIS MARKET (30/5/2024) : IHSG Berpotensi Koreksi Terbatas, 6 Saham Ini Bisa Jadi Pilihan Trading
JKSE
-

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG ditutup turun 1.56% diperdagangan kemarin (29/5), dan masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.65 Triliun.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, dan ASII.

Sementara itu, Indeks-indeks utama Wall Street rontok pada Rabu (29/5). Hal itu tertekan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) mengalahkan reli penguatan saham Nvidia. Dow Jones terpangkas 411,32 poin (1,06%) menjadi 38.441,54. Sedangkan S&P 500 turun 0,74% menjadi 5.266,95. Sementara, Nasdaq tergelincir 0,58% menjadi 16,920.58, karena kenaikan Nvidia agak mengurangi kerugian pada indeks teknologi tinggi. Saham Nvidia naik 0,8%, membalikkan kerugian sebelumnya sebesar 2,6%. Perusahaan megacap ini telah meningkat setiap sesi perdagangan sejak menerbitkan laporan pendapatan blockbuster- nya pada Rabu minggu lalu (22/5). Kenaikan imbal hasil obligasi AS 10-tahun untuk dua hari terakhir, perdagangan terakhir di atas 4,6%.

Di sisi lain, Bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan Rabu (29/5). Indeks Nikkei 225 turun 0,77% ke 38.556, Hang Seng turun 1,83% ke 18,477, KOSPI melemah 1,67% ke 2.677, ASX 200 turun 1,30% ke 7.665, dan Straits Times turun 0,21% ke 3.323. Sedangkan, hanya Shanghai Composite naik 0,05%. Bursa Asia melemah karena para pedagang menilai ada aksi jual obligasi, data ekonomi yang beragam dan komentar dari pejabat The Fed untuk mendapat petunjuk mengenai prospek arah kebijakan moneter ke depan. Kepercayaan konsumen AS bulan Mei yang lebih kuat dari perkiraan dan pernyataan hawkish dari pejabat The Fed Neel Kashkari juga menyebabkan melemahnya ekspektasi penurunan suku bunga.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (30/5), Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman memperkirakan, “Hari ini IHSG berpotensi bergerak koreksi terbatas karena menunggu data Core PCE US di Jumat (31/5) nanti dan efek dari penurunan bursa US kemarin (29/5). Level support IHSG di 7080-7120, sedangkan level resist berada di 7180-7240.”

Lebih lanjut disebutkan beberapa saham yang bisa jadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, Kamis (30/5), yaitu; BUMI, PSAB, AMMN, TPIA, CUAN, dan AMRT.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

1.BUMI: Spec Buy

Beli di 90, cutloss jika break di bawah 88.

Jika tidak break di bawah 88, potensi naik ke 94-97 short term.

2.PSAB: Spec Buy

Beli di 149, cutloss jika break di bawah 143.

Jika tidak break di bawah 143, potensi naik ke 156-160 short term.

3.AMMN: Buy on Weakness

Beli di 12900, cutloss jika break di bawah 12700.

Jika tidak break di bawah 12700, potensi naik ke 13400-13900 short term

4.TPIA: Buy on Weakness

Beli di 8825, cutloss jika break di bawah 8600.

Jika tidak break di bawah 8600, potensi naik ke 9275-9500 short term.

5.CUAN: Buy on Weakness

Beli di 8825, cutloss jika break di bawah 8600.

Jika tidak break di bawah 8600, potensi naik ke 9275-9500 short term.

6.AMRT: Spec Buy

Beli di 2800, cutloss jika break di bawah 2750.

Jika tidak break di bawah 2750, potensi naik ke 2840-2890 short term.

Komentar terkini

Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.