Breaking News
0

Alami Luncurkan Platform untuk Wadah UKM

Ekonomi05/06/2018 16:16
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Warta Ekonomi. Alami Luncurkan Platform untuk Wadah UKM
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

PT Alami Teknologi Sharia (Alami) hari ini, Selasa (5/6/2018), meluncurkan platform digital yang mampu menjadi wadah bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam mengakses pembiayaan ke berbagai lembaga keuangan syariah di Indonesia dengan mudah.

CEO dan Founder Alami, Dima Djani, menjelaskan, sebagai perusahaan aggregator, Alami memiliki misi untuk membuka akses seluas mungkin kepada para pelaku usaha untuk terus bertumbuh dengan sokongan pendanaan dari lembaga keuangan syariah.

"Alami sebagai katalis untuk merevolusi wajah industri keuangan syariah di Indonesia melalui upaya digitalisasi beberapa hal dalam proses pembiayaan," lanjutnya.

Kolaborasi antara perbankan syariah dan perusahaan fintech akan memberikan dampak yang signifikan di beberapa aspek perekonomian sekaligus menata kembali wajah industri keuangan syariah.

Secara spesifik, Dima menyebutkan bahwa sektor perbankan syariah di Indonesia masih belum memiliki teknologi memadai seperti perbankan konvensional yang bisa memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanannya.

"Kolaborasi menjadi jalan keluar yang efisien dari segi biaya dan waktu, di mana perbankan syariah bisa memanfaatkan inovasi dari perusahaan fintech. Alami sebagai contoh, telah berhasil menerapkan kolaborasi ini bersama beberapa rekanan institusi keuangan syariah ternama sejak 2017," terangnya.

Industri keuangan syariah di Indonesia pada dasarnya sangat beragam dari segi penyedia jasa dan layanan, mulai dari perbankan, asuransi, multifinance, dana pensiun, sampai manajemen investasi. Secara khusus, pemerintah bahkan telah menyiapkan peta jalan yang tertuang dalam kerangka Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia 2017-2019.

Sampai dengan 2017, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset keuangan bank syariah di Indonesia mencapai Rp897,1 triliun. Nilai aset ini belum termasuk saham dengan proporsi industri perbankan syariah mencapai sebesar Rp355,9 triliun.

Dalam diskusi yang juga turut mengundang pakar ekonomi syariah dan teknologi mulai dari Karim Consulting, Emirates Islamic, hingga Tryb Group, dapat disimpulkan bahwa Indonesia membutuhkan inisiatif yang lebih agresif bagi pelaku industri keuangan syariah jika ingin meningkatkan daya saingnya di pasar.

Penulis: Dina Kusumaningrum
Editor: Fauziah Nurul Hidayah
Foto: Sufri Yuliardi

Alami Luncurkan Platform untuk Wadah UKM
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email