Breaking News
Investing Pro 0
🚨 Data Pro Kami Tunjukkan Juara Musim Laporan Laba Akses Data

Outlook dan Tinjauan Mingguan Logam Mulia & Energi: 28 November - 02 Desember

Komoditas 28/11/2022 14:02
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
XAU/USD
+1,14%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
Gold
+1,10%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
LCO
-0,06%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CL
-2,75%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
NYF
-5,64%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Barani Krishnan

Investing.com - Ketika Anda mendengarnya dari Jim Cramer, Anda tahu cukup banyak orang yang membicarakannya. Dari negara-negara penghasil minyak hingga para trader harian yang memiliki posisi long minyak, ekspektasi semakin meningkat dari hari ke hari agar harga kembali naik. Mengapa? Karena ada rapat OPEC+ yang akan datang. Saat minyak mentah telah turun hampir 20% hanya dalam tiga minggu - terlalu besar, beberapa orang mengatakan. Karena Barat akan segera mengembargo minyak mentah Rusia. Karena Vladimir Putin sangat marah dengan G7 dan Uni Eropa karena mencoba untuk membatasi harga jual minyak Rusia, sehingga ia pasti akan melarang ekspor ke negara mana pun yang berpartisipasi dalam rencana tersebut.

Ini semua, tentu saja, adalah argumen dari bull minyak. Untuk masing-masing argumen ini, mereka yang menjual di pasar juga memiliki tanggapan mereka. Tetapi sebelum kita masuk ke dalam perdebatan, mari kita dengarkan dari Cramer terlebih dahulu. Pembawa acara pagi CNBC dan stock picker itu mengatakan grafik mengindikasikan bahwa "ibu dari semua peluang pembelian" untuk minyak akan datang bulan depan. Mengandalkan analisis ahli strategi komoditas dan pialang opsi berjangka Carley Garner, penjelasan Cramer tentang mengapa pembalikan harga minyak mentah sudah dekat termasuk pengamatan bahwa Thanksgiving biasanya merupakan periode ketika pasar minyak cenderung turun - menjelang pertemuan OPEC terakhir tahun ini yang biasanya jatuh pada akhir November atau awal Desember.

Tepat dari isyarat, minyak AS mencapai level terendah 10 bulan di $75,08 pada hari Senin sebelum Thanksgiving pada 24 November. OPEC 13 negara yang dipimpin Saudi, atau Organisasi Negara Pengekspor Minyak, dan 10 sekutunya yang dikemudikan oleh Rusia, akan bertemu pada 4 Desember. Cramer berpikir investor akan bersiap-siap untuk membeli minyak mulai bulan depan, mengutip pendapat Garner.

"Dia pikir mungkin ada satu pembersihan terakhir dari minggu ini, mungkin awal hingga Desember, dan itu bisa membawa minyak ke low $70-an, atau bahkan pertengahan $60-an," Cramer mengatakan kepada para pendengarnya pada hari Selasa, sehari setelah minyak mentah West Texas Intermediate, atau WTI, yang diperdagangkan di New York, mencapai level pertengahan $70-an, titik terendah sejak Januari. "Begitu kita sampai di sana [ke titik terendah berikutnya], ia yakin itu bisa menjadi ibu dari semua peluang pembelian," kata Cramer.

Tahun lalu, setelah Thanksgiving pada 25 November, WTI anjlok 12% keesokan harinya, menyentuh level terendah $67,40, dan penurunan 21% untuk semua November 2021. Selama enam bulan berikutnya, minyak rebound tanpa henti, naik 73% keseluruhan untuk mencapai hampir $115 pada awal Mei 2022.

"Sesuai fakta bahwa minggu-minggu libur cenderung memiliki volume yang sangat ringan, itu berarti setiap pergerakan cenderung keluar dari proporsinya karena tidak perlu [sebanyak] banyak untuk menggerakkan komoditas - atau saham sebetulnya - selama periode yang lebih tenang ini," kata Cramer.

Tetapi beberapa trader berpikir minyak mungkin terus menghadapi hambatan dalam waktu dekat dari memburuknya krisis virus korona di China, yang membangkitkan ingatan akan kehancuran sebenarnya negara itu dari pandemi hampir tiga tahun lalu.

Rekor jumlah kasus COVID-19 baru di negara pengimpor minyak No. 1 di China itu telah membuat pihak berwenang setempat lebih bertekad untuk mempertahankan kebijakan Zero-COVID yang keras di negara itu, yang membebani harga minyak mentah.

Tetapi tinjauan kasus juga telah mengungkap kelemahan kritis dalam strategi Zero-COVID China: populasi yang sangat besar tanpa kekebalan alami. Setelah berbulan-bulan dengan hanya sesekali titik panas di negara itu, sebagian besar dari 1,4 miliar orangnya tidak pernah terpapar virus, Washington Post melaporkan minggu ini.

Pihak berwenang China, yang pada hari Kamis melaporkan rekor 31.656 infeksi, sedang berjuang untuk melindungi populasi yang paling rentan, tambah laporan itu.

Menurut bank Australia-Selandia Baru ANZ, lonjakan infeksi baru telah mempengaruhi mobilitas dan permintaan bahan bakar di China, di mana permintaan minyak tersirat tampak lebih rendah 1 juta barel setiap hari dari angka rata-rata, sebanyak 13 juta barel per hari.

Harga minyak juga turun selama tiga minggu berturut-turut minggu ini setelah para pejabat Eropa gagal menyepakati pembatasan harga untuk minyak Rusia, meskipun memperdebatkan tingkat yang dianggap lebih murah hati daripada tingkat yang dapat berisiko adanya pembalasan dari Kremlin dalam bentuk produksi atau pemotongan ekspor. Para diplomat dari negara G7, telah membahas pembatasan harga minyak Rusia antara $65 dan $70 per barel di mana rekan-rekan diplomatik Uni Eropa mereka selama beberapa hari terakhir, tetapi tidak dapat mencapai kesepakatan, demikian yang dilaporkan Reuters.

Tujuan G7 dan Uni Eropa adalah untuk membatasi pemasukan dari minyak yang dapat mendanai serangan militer Moskow di Ukraina tanpa mengganggu pasar minyak global, tetapi tingkat yang diusulkan secara luas sejalan dengan apa yang sudah dibayar oleh para pembeli Asia.

"Selama batas yang disarankan pada minyak Rusia tetap lebih tinggi dari apa yang awalnya dipikirkan pasar, kesan umum adalah Kremlin akan bereaksi kurang buruk dalam hal membatasi ekspor dan produksinya," John Kilduff, mitra pendiri di hedge fund energi New York Again Capital, mengatakan kepada Investing.com. "Itu akan menjadi negatif untuk minyak."

Harga tinggi juga tampaknya mulai membebani permintaan diesel di Amerika Serikat, di mana cadangan distilat - yang terdiri dari diesel dan minyak pemanas - perlahan-lahan meningkat selama beberapa minggu terakhir, laporan dan data menunjukkan.

Cadangan sulingan AS masih di bawah tingkat rata-rata lima tahun, tetapi kesenjangan stok dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya perlahan-lahan mulai menyempit, mengindikasikan bahwa harga tinggi menekan permintaan, sambil mendorong lebih banyak produksi kilang berkat margin penyulingan yang solid.

Dalam laporan inventaris minggu lalu yang mencakup minggu yang berakhir 18 November, Badan Informasi Energi AS mengatakan stok sulingan naik sebanyak 1,7 juta barel, dengan produksi naik menjadi rata-rata 5,1 juta barel per hari. Cadangan bahan bakar sulingan masih sekitar 13% di bawah rata-rata lima tahun untuk sepanjang tahun ini, tetapi dua bulan lalu, cadangan tersebut lebih 20% di bawah tingkat rata-rata lima tahun untuk sepanjang tahun ini.

Armada kapal membawa bahan bakar sulingan ke Pelabuhan New York untuk menambang stok cadangan menjelang musim dingin, yang selanjutnya mengurangi kekhawatiran pasokan, kata Reuters dalam sebuah laporan pekan lalu mengutip para trader dan data pengiriman. Setidaknya 11 kapal yang dapat membawa sekitar 3,6 juta barel sulingan, yang mencakup solar bersulfur rendah dan minyak pemanas rumah, akan tiba di Pelabuhan New York pada akhir November dan awal Desember, tambah laporan itu. Itu akan setara dengan sekitar 4% dari semua impor bahan bakar sulingan Pantai Timur AS pada tahun 2021.

Dengan semua hal negatif di pasar, "dapatkah OPEC+ melangkah lebih jauh [dengan pengurangan produksi] jika prospek terus memburuk ketika bertemu lagi dalam beberapa minggu?" Analis OANDA Craig Erlam bertanya dalam komentar pasar minyak baru-baru ini.

Terlepas dari pukulan ganda dari jatuhnya permintaan minyak China dan kebuntuan atas pembatasan harga minyak Rusia, mereka yang telah lama long minyak mentah mengharapkan rebound pasar pada minggu depan untuk mengantisipasi tindakan perbaikan oleh OPEC+ ketika bertemu 4 Desember.

OPEC+ sudah memiliki kesepakatan untuk memangkas produksi sebanyak 2 juta barel per hari hingga akhir tahun depan untuk meningkatkan harga minyak Brent dan AS, yang telah jatuh sekitar 40% dari harga tertinggi Maret.

Awal pekan ini, Menteri Energi Saudi Abdulaziz bin Salman mengindikasikan bahwa OPEC+ kemungkinan akan menambah pemotongan tersebut ketika bertemu 4 Desember.

Minyak: Settlement dan Aktivitas Pasar

Harga minyak turun dalam tiga minggu berturut-turut setelah para pejabat Eropa tidak dapat menyetujui pembatasan harga untuk minyak Rusia meskipun memperdebatkan tingkat yang dianggap lebih murah hati daripada yang diperkirakan pasar akan memicu ekspor atau pembalasan produksi dari Kremlin.

Rekor jumlah kasus virus korona baru di negara importir minyak No. 1 China yang menambah tekad otoritas setempat untuk mempertahankan kebijakan Zero-COVID yang keras di negara itu juga membebani harga minyak.

Menambah sentimen negatif pasar adalah volume perdagangan yang lebih tipis dari biasanya setelah libur Thanksgiving AS hari Kamis lalu, sebuah acara yang biasanya mendorong trader untuk mengambil istirahat lebih lama hingga akhir pekan.

Minyak West Texas Intermediate yang diperdagangkan di New York, atau WTI, terakhir ada di level $76,55 per barel pada hari Jumat setelah menyelesaikan sesi resmi di $76,28, turun $1,66, atau 2,1%, pada hari itu. Patokan minyak mentah AS, yang mencapai level terendah 10 bulan di bawah $76 pada hari Senin, anjlok 4,5% untuk minggu lalu, setelah mengalami kerugian beruntun sebesar 10% dan 4% pada minggu-minggu sebelumnya.

Brent yang diperdagangkan di London terakhir mencapai $83,91 per barel pada hari Jumat setelah menyelesaikan sesi resmi di $83,63, turun $1,71, atau sebesar 2%, pada hari itu. Patokan minyak mentah global merosot ke level terendah sembilan bulan di bawah $83 pada hari Senin, dan turun 4,5% untuk minggu lalu, setelah merugi beruntun sebesar 9% dan 3% dalam beberapa minggu sebelumnya.

Minyak: Outlook Harga WTI

Kendati penurunan lain harga minyak AS hampir tidak dapat dikesampingkan, tingkat penurunan apa pun harusnya dibatasi pada Simple Moving Average 200 bulan, atau SMA, $72,50 dan Exponential Moving Average 50 bulan, atau EMA, dari $71, kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknikal di SKCharting.com.

"Level-level ini dapat mempertahankan WTI dari aksi jual dan memberikan kenaikan ke zona support yang rusak berbalik ke resistance," kata Dixit.

Ia mengatakan melihat lebih dekat pada aksi harga WTI mengindikasikan "kemungkinan besar" untuk rebound jangka pendek dari area support $72 dan $70.

Jika kenaikan ini berlanjut, maka WTI dapat menargetkan SMA 100 Minggu $81,50 dan EMA 50 Hari $85,50, diikuti oleh EMA 50 Minggu 89,50, tambah Dixit.

Emas: Settlement dan Aktivitas Pasar

Harga emas mengakhiri minggu lalu hampir tidak berubah dalam ekspektasi lanjutan kenaikan suku bunga AS yang lebih rendah oleh Federal Reserve AS mengimbangi indikator ekonomi yang buruk.

Kontrak emas berjangka AS Desember mengakhiri perdagangan Jumat turun $8,40, atau sebesar 0,5%, di $1,754/oz di Comex New York. Untuk minggu lalu, emas Desember berakhir hampir datar setelah turun 0,9% pada minggu sebelumnya.

Harga emas spot, yang lebih banyak diikuti daripada kontrak berjangka oleh beberapa trader, stabil di $1,754.68 per ons, turun 70 sen, atau 0,04%, pada hari itu. Untuk minggu lalu, harga spot naik +0,3%.

Tetapi sinyal positif dari risalah rapat Fed bulan November, yang dirilis awal pekan ini, memberikan pengerak untuk harga emas.

Mayoritas pengambi kebijakan Fed di balik kenaikan suku bunga AS bulan ini berpikir sudah waktunya untuk memperlambat laju pengetatan moneter bank sentral yang agresif, risalah pertemuan yang dirilis pada hari Rabu mengatakan.

"Risalah rapat kebijakan Fed 1-2 November menunjukkan bahwa mayoritas substansial peserta berpikir perlambatan laju kenaikan suku bunga akan segera sesuai," pengambil kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal Fed, atau FOMC, mengatakan.

Risalah tersebut merupakan tanda paling jelas bahwa Fed siap untuk melepaskan kakinya dari pedal kenaikan suku bunga setelah melakukan percepatan kenaikan suku bunga secara intensif selama tujuh bulan terakhir untuk mendinginkan inflasi.

Inflasi, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen, melandai sebesar 7,7% selama tahun ini hingga Oktober, tumbuh dengan laju paling lambat dalam sembilan bulan setelah mencapai puncak pertumbuhan sebesar 9,1% selama 12 bulan hingga Juni.

Penurunan ini terjadi setelah kenaikan suku bunga tanpa henti oleh Fed, yang telah menambahkan 375 basis poin ke suku bunga sejak Maret, dari titik awal hanya 25. Terlepas dari kampanye agresif tersebut, inflasi tetap tiga kali lipat lebih tinggi dari tingkat yang disukai oleh bank sentral, yang telah bersumpah untuk mencapai target 2%.

Inflasi yang tak terkendali telah mendorong Fed untuk menambahkan 375 basis poin ke suku bunga sejak Maret. Sebelumnya, suku bunga mencapai tingkat puncak hanya 25 basis poin, karena bank sentral memangkasnya hingga hampir nol setelah penyebaran wabah COVID-19 global pada tahun 2020.

Setelah empat kali kenaikan suku bunga beruntun berukuran jumbo sebesar 75 basis poin antara Juni dan November, pasar memperkirakan Fed akan memberlakukan kenaikan yang lebih kecil sebesar 50 basis poin dalam keputusan suku bunga yang akan datang pada 14 Desember.

Emas: Outlook Harga

Emas perlu terus menembus di atas dua dinding resisten - Bollinger Band Tengah bulanan di $1.796 dan SMA 100 Minggu di $1.802 - untuk memperpanjang rebound yang menargetkan $1.820-$1.830 dan $1.842, Dixit menyatakan dari SKCharting.

"Jika terjadi penurunan harga yang didorong oleh volatilitas, maka $1.722 dan $1.710 akan menjadi level support yang penting, jika gagal, lintasan bullish emas saat ini akan kehilangan kredibilitas," kata Dixit.

Untuk minggu ini, emas diproyeksikan akan menguji $1.750-$1.740 - atau bahkan $1.722 - diikuti oleh potensi naik baru ke $1.788 dan $1.802.

"Akumulasi dan penerimaan yang kuat di atas $1.800 dapat membuka gerbang ke $1.842, yang merupakan level resisten dan target utama," tambah Dixit.

Disclaimer: Barani Krishnan tidak memiliki posisi dalam komoditas dan sekuritas yang ditulisnya.

Outlook dan Tinjauan Mingguan Logam Mulia & Energi: 28 November - 02 Desember
 

Artikel Terkait

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar

Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email