Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Tingkatkan Sekarang

Minyak Turun Empat Minggu Terakhir, Sentimen Fed Hambat Katalis Terbatasnya Pasokan

Komoditas 23/09/2022 08:09
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
© Reuters.
 
LCO
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
CL
-4,86%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
STFc1
-0,37%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
NCFMc1
-1,99%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
Copper
-3,53%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
NG
0,00%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 

Oleh Ambar Warrick

Investing.com - Harga minyak naik pada hari Jumat (23/09), tetapi akan mengalami penurunan minggu keempat berturut-turut di tengah kekhawatiran atas hambatan dari kenaikan suku bunga melebihi ekspektasi bahwa pasokan minyak mentah akan terbatas karena konflik Rusia-Ukraina.

Kekhawatiran atas kenaikan suku bunga muncul di seluruh dunia, terutama setelah hike rate oleh Federal Reserve minggu ini, itu menekan harga minyak turun lantaran trader khawatir akan kondisi likuiditas yang lebih ketat dan lebih banyak hambatan bagi pertumbuhan ekonomi. 

Masih, harga minyak memangkas beberapa kerugian mingguannya setelah Rusia tampaknya akan meningkatkan invasi ke Ukraina, sebuah langkah yang berpotensi mengganggu pengiriman minyak dan memperketat pasokan global tahun ini. Negara importir utama Asia, China dan India, membeli minyak mentah dalam jumlah besar dari Moskow. Harga minyak mentah juga mendapat beberapa bantuan dari kenaikan suku bunga Bank of England yang lebih rendah dari perkiraan.

Harga minyak Brent yang diperdagangkan di London naik 0,2% di $90,50 per barel, sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 0,1% menjadi $83,61 per barel pada pukul 07.37 WIB. Kedua kontrak masing-masing akan jatuh 0,9% dan 1,8% minggu ini. 

Pesan yang lebih hawkish dari yang diperkirakan dari The Fed soal kebijakan moneter AS menjadi beban terbesar pada harga minyak minggu ini, tatkala bank sentral mengingatkan bahwa mereka siap menghadapi risiko terhadap pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja dalam perjuangannya melawan inflasi. Beberapa bank sentral Eropa dan Asia lainnya juga memperketat kebijakan moneter minggu ini.

Kebijakan moneter yang lebih ketat membebani likuiditas keseluruhan di pasar, menghalangi pembeli minyak mentah. Suku bunga tinggi juga mengganggu aktivitas ekonomi, menghambat permintaan minyak mentah dalam kegiatan industri. 

Konsumen juga menghadapi pukulan ganda dari inflasi tinggi dan suku bunga tinggi, mengurangi kemampuan mereka untuk membeli bensin. Selain itu, pemerintah AS juga meningkatkan pasokan minyak mentah dengan melepas Cadangan Minyak Bumi Strategisnya, yang menurunkan harga dalam beberapa minggu terakhir.  

Tetapi harga minyak naik pada hari Kamis setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memobilisasi sebagian pasukan untuk dikirim ke Ukraina. Eskalasi dalam konflik kemungkinan akan memperketat pasokan lagi, seperti yang terjadi awal tahun ini.

Uni Eropa juga meningkatkan rencana untuk membatasi harga minyak Rusia, sementara Menteri Perminyakan Nigeria Timipre Marlin Sylva, yang berbicara atas nama OPEC+, mengancam akan memangkas produksi jika harga minyak turun lebih jauh.

Trader kini terjebak di antara potensi hambatan permintaan dari kenaikan suku bunga serta kemungkinan pengetatan pasokan.

Lebih lanjut, karet mencapai 133,80 pada Kamis di Singapura, batubara Newcastle di ICE London turun 2%, kakao AS jatuh 1,23% hingga dini hari. Serta, kopi robusta di London mencapai 2.237,00 pada Kamis dan gas alam naik 0,17% pukul 11.14 WIB.

Selain itu, nikel turun 2,29% hingga dini hari tadi, timah turun 0,05% di ICE London pada penutupan Rabu, dan tembaga turun 0,65% pukul 11.11 WIB.

Minyak Turun Empat Minggu Terakhir, Sentimen Fed Hambat Katalis Terbatasnya Pasokan
 

Artikel Terkait

Futures emas lebih rendah pada masa dagang Eropa
Futures emas lebih rendah pada masa dagang Eropa Oleh Investing.com - 23/09/2022

Investing.com - Futures emas lebih rendah pada masa dagang Eropa pada Jumat.Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan...

Futures gas alam lebih rendah selama masa dagang Eropa
Futures gas alam lebih rendah selama masa dagang Eropa Oleh Investing.com - 23/09/2022

Investing.com - Futures gas alam lebih rendah selama masa dagang Eropa pada Jumat.Pada New York Mercantile Exchange, Futures gas alam untuk penyerahan Oktober diperdagangkan pada...

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email