Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Tidak Ada yang Mengamati Emas, Seharusnya Diamati

Oleh Andy HechtKomoditas19/04/2021 18:09
id.investing.com/analysis/tidak-ada-yang-mengamati-emas-seharusnya-diamati-200229102
Tidak Ada yang Mengamati Emas, Seharusnya Diamati
Oleh Andy Hecht   |  19/04/2021 18:09
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Artikel ini ditulis khusus untuk Investing.com

  • Emas mengalami kuartal pertama yang buruk
  • Harganya berada di dekat titik tengah
  • Mencerna keuntungan pada semua mata uang
  • Konsolidasi bukan berarti bearish
  • Stimulus adalah bullish - Perhatikan pembelian bank sentral

Pada Agustus 2020, ketika emas mencapai puncaknya sepanjang masa di $2063 per ounce, emas adalah aset yang paling hot di pasar. Emas mencapai level tertinggi sepanjang masa terhadap dolar AS Agustus lalu, tetapi telah memecahkan rekor dalam mata uang lain sejak 2019.

Ketika emas mencapai puncaknya, Bitcoin berada di bawah level $12.700. Sejak itu, emas terkoreksi, dan Bitcoin bergerak hampir lima kali lebih tinggi. Pada level $1744,80 pada akhir pekan lalu, emas berada di $318,20 atau lebih dari 15,4% di bawah level tertingginya kurang dari satu tahun yang lalu.

Emas jatuh bersama pasar obligasi AS. Pada awal Agustus 2020, obligasi Treasury berjangka  30-tahun AS berada di 183-06. Pekan lalu, mereka berada di bawah level 157, lebih dari 14,5% lebih rendah. Emas dan obligasi telah bergerak seiring. Suku bunga yang lebih tinggi telah membebani si logam kuning karena meningkatkan biaya membawa emas dan memberikan alternatif untuk emas. Selain itu, kenaikan Bitcoin dan mata uang digital telah menghilangkan daya tarik emas.

Pasar bull emas dimulai pada pergantian abad ini di level $250 per ons. Selama lebih dari dua dekade, setiap penurunan emas ternyata menjadi peluang pembelian. Semakin buruk pasarnya, semakin baik hasilnya bagi para pencari emas yang berani menanggung risiko. Pada awal April 2021, emas tetap tidak disukai, ini sebenarnya bisa menjadi alasan sempurna untuk membeli emas dalam jumlah banyak saat terlihat paling buruk dan terkoreksi ketika tampaknya akan membentuk parabola.

Emas mengalami kuartal pertama yang buruk

Jatuhnya pasar obligasi mendorong suku bunga lebih tinggi selama kuartal pertama 2021. Kontrak berjangka obligasi Treasury AS 30 tahun turun 10,53% meskipun the Fed melakukan pelonggaran kuantitatif pembelian surat utang sebesar $120 miliar per bulan. Obligasi tersebut menghapus kenaikan 10,98% tahun 2020. Kenaikan suku bunga cenderung menjadi bearish untuk pasar emas.

Sementara itu, indeks dolar naik 3,72% di  Kuartal 1 setelah jatuh 6,42% pada 2020. Kenaikan suku bunga dan apresiasi dolar menyebabkan emas menjadi logam mulia berkinerja terburuk selama tiga bulan pertama tahun 2021.

Gold Quarterly
Gold Quarterly

Semua grafik milik CQG

Grafik triwulanan menyoroti bahwa emas mengakhiri sembilan kenaikan triwulanan berturut-turut pada Kuartal 1 2021 karena logam kuning turun 9,57%. Jumlah total posisi terbuka panjang dan pendek di pasar berjangka emas COMEX turun dari 560.059 pada akhir tahun 2020 menjadi 457.315 kontrak pada 31 Maret 2021, turun 102.744 kontrak atau 18,35%. Open interest yang jatuh ketika harga kontrak berjangka menurun biasanya bukan merupakan validasi teknis bahwa akan terjadi tren bearish di pasar berjangka. Penurunan harga emas hampir 10% menyebabkan banyak investor keluar dari posisi berisiko di sisi panjang pasar di Kuartal 1. Baik emas dan open interest naik lebih tinggi di hari-hari awal Kuartal 2.

Harganya berada di dekat titik tengah

Emas menembus resistance pada Juni 2019 ketika harga naik di atas level resistance yang terbentuk pada Juli 2016 di $1377,50.  Harga tertinggi Juli 2016 telah menjadi support. Pada Agustus 2020, harga mencapai puncaknya pada $2063, yang sekarang menjadi level resistance.

Titik tengah pergerakan adalah $1.720,25 per ounce. Pada akhir pekan lalu, emas berjangka COMEX pada bulan Juni berada di level $1744,80, tepat di atas titik tengah level teknis penting selama hampir lima tahun terakhir.

Mencerna keuntungan pada semua mata uang

Pada 2019 dan 2020, emas mencapai rekor tertinggi di hampir semua mata uang. Final shoe terakhir yang jatuh adalah harga emas berbasis dolar Juli lalu ketika bergerak melewati level tertinggi 2011 di $1920,70.

Gold Quarterly
Gold Quarterly


Grafik triwulanan menunjukkan bahwa emas dalam mata uang euro naik ke puncak baru pada Agustus 2019.


Gold Quarterly
Gold Quarterly

Rekor baru dalam pound Inggris berada pada Juli 2019.

Gold Quarterly
Gold Quarterly

Dalam yen Jepang, harga bergerak ke level tertinggi baru sepanjang masa pada Juli 2019.

Emas naik ke rekor tertinggi di hampir semua mata uang, termasuk, namun tidak terbatas pada, franc SwissA$ dan C$, RMB China, ruble Rusia dan banyak lainnya selama dua tahun terakhir. Pull back terjadi pada logam kuning dalam semua mata uang pada Kuartal 1 2021

Konsolidasi bukan berarti bearish

Pasar bullish jarang bergerak dalam garis lurus. Sebagai campuran antara komoditas dan mata uang, volatilitas emas cenderung lebih rendah daripada kebanyakan pasar bahan mentah lainnya, tetapi lebih tinggi dari arena mata uang.

Setelah mencapai puncak sepanjang masa tahun lalu, emas mencerna pergerakan lebih tinggi dan berkonsolidasi di sekitar titik tengah level breakout dan rekor tertinggi baru-baru ini. Emas telah membentuk posisi higher low dan higher high lebih dari dua dekade.

Gold Monthly
Gold Monthly

Grafik bulanan menunjukkan bahwa mempertahankan tren bullish jangka panjang bergantung pada harga yang selalu berada di atas level $1377,50. Harga emas saat ini dapat membawanya ke koreksi yang jauh lebih dalam, tetapi tren bullish tetap utuh dari perspektif teknis jangka panjang. Momentum harga jatuh di grafik bulanan, namun sedang menuju kondisi oversold di awal April. RSI berada pada posisi netral.

Sementara itu, sentimen penting untuk emas. Sejak pergantian abad ini, emas telah menemukan bottom selama koreksi ketika sentimen berubah menjadi negatif. Emas mencapai harga tertinggi ketika hiruk-pikuk bullish memuncak, seperti yang terjadi pada Agustus 2020 di lebih dari $2000 per ons. Emas menjadi tidak sepenting  Bitcoin dan cryptocurrency pada tahun 2021, dengan sentimen bullish jatuh ke level terendah sejak 2018.

Pada level $1744,80, emas terus berkonsolidasi dan mencerna keuntungan tahun lalu, dan keadaan ini bukan menjadikan tren bearish.

Stimulus adalah bullish - Perhatikan pembelian bank sentral

Bank sentral telah menjadi pembeli terkenal dari logam kuning selama beberapa tahun terakhir untuk menambah cadangan. Pemerintah memegang emas sebagai bagian integral dari cadangan devisa, yang memvalidasi peran logam kuning sebagai mata uang dan komoditas. Bank sentral membeli emas terbanyak pada 2018 dan 2019 sejak 1960-an. Pada tahun 2020, pergerakan ke atas $2000 menyebabkan banyak pemerintah menahan diri dari pembelian.

Dengan harga yang turun dari puncaknya pada tahun 2021, bank sentral kemungkinan besar akan kembali ke pasar emas. Polandia merencanakan pembelian 100 ton selama beberapa tahun mendatang. Rusia rata-rata membeli 205 ton setiap tahun dari 2014 hingga 2019. Pada 2020, Rusia hanya membeli 27 ton. China juga menjadi pembeli terkenal logam kuning selama beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, sulit untuk mengukur pembelian emas Rusia dan China karena kedua negara adalah produsen yang substansial. Output domestik kemungkinan besar akan membangun cadangan kedua pemerintah. Karena cadangan strategis adalah rahasia negara, seluruh aktivitas Rusia dan China di pasar emas kurang transparan.

Sementara itu, pada level $1744,80, bank sentral kemungkinan besar akan kembali ke pasar emas pada tahun 2021. Mereka lebih cenderung membeli emas daripada Bitcoin karena pemerintah memiliki keengganan terhadap cryptocurrency karena mereka mengancam kendali suplai uang.

Gelombang pasang likuiditas bank sentral dan tsunami dari program stimulus pemerintah yang disebabkan oleh pandemi global merupakan penyebab utama inflasi. Pasar obligasi sedang menandakan meningkatnya tekanan inflasi. Peninggalan finansial dimasa pandemi akan berlangsung selama bertahun-tahun, atau mungkin puluhan tahun, karena defisit meningkat, dan nilai mata uang fiat menurun. Indeks dolar AS mungkin telah menguat 3,72% di  Kuartal 1, tapi bisa jadi penguatan itu didapat dengan cara menampung mata uang fiat.

Koreksi logam kuning sejak Agustus lalu bisa menjadi peluang emas bagi investor. Emas telah menjadi alat tukar selama ribuan tahun, dan perannya dalam sistem keuangan global tidak berubah dalam waktu dekat. Membeli emas saat terlihat paling buruk telah menjadi pendekatan optimal untuk berinvestasi selama dua dekade terakhir.

Hampir tidak mungkin untuk menenetukan bagian bawah pasar selama koreksi. Membeli ketika harga emas sedang turun di pasar dapat menghasilkan keuntungan yang berharga ketika logam mulia bersinar lagi dalam beberapa bulan dan tahun mendatang.

Tidak ada yang mengamati emas dengan seksama akhir-akhir ini, yang bisa menjadi alasan sempurna untuk membeli emas dalam jumlah banyak.


Tidak Ada yang Mengamati Emas, Seharusnya Diamati
 

Artikel Terkait

Tidak Ada yang Mengamati Emas, Seharusnya Diamati

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email