x
Breaking News
0

Strategi Average Down di Masa Kejatuhan Saham SRIL

id.investing.com/analysis/strategi-average-down-di-masa-kejatuhan-saham-sril-200199651
Strategi Average Down di Masa Kejatuhan Saham SRIL
Oleh Joseph Gabetua Simanjuntak   |  13/02/2018 09:16
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

creative-trader
creative-trader

Pada pembukaan sesi market US minggu ini kita sempat dikejutkan dengan penurunan yang cukup dalam pada Dow Jones yang turun dari all time high sekitar 10,6% hanya dalam waktu 5 hari market. Hal ini bukan tanpa alasan, bursa saham US longsor akibat sentiment negatif dari data perdagangan US dan mengakibatkan bursa Amerika anjlok US$ 1 Triliun.

Pada skenario penurunan ini, yang menjadi mesin penggerus bursa Amerika ini adalah sentimen negative dari data perdagangan AS. Defisit perdagangan AS Desember 2017 lalu merupakan yang tertinggi dalam 9 tahun terakhir sejak krisis ekonomi dunia pada 2008 lalu dengan peningkatan defisit sebesar 3,5% menjadi US$ 53,1 miliar.

Dow Jones – IHSG

Jika kita melihat grafik Dow Jones dan IHSG, keduanya memiliki korelasi yang cukup tinggi. Hal ini juga sedikit banyak tercermin dan memberikan efek domino kepada IHSG yang kenyataannya juga dalam kondisi cukup tertekan pada sesi pembukaan minggu lalu.

Grafik Saham IHSG
Grafik Saham IHSG

Grafik Saham IHSG
Grafik Saham IHSG

Penurunan IHSG yang terjadi dalam 1 minggu kebelakang menurut kami masih sangat wajar mengingat IHSG sangat bertenaga dalam beberapa bulan terakhir dan terus menerus menciptakan all time high baru. Namun yang jarang terlihat adalah ketika tanggal 6 februari lalu hampir di semua sektor, sahamnya berada di zona merah. Hal ini tentu membuat para Investor di bursa saham bereaksi. Beberapa mengambil langkah untuk take profit, beberapa yang saham pilihannya tidak naik, malah terus nyangkut dan mulai menyiapkan sejumlah pasokan dana baru untuk average down dengan strategi buy on weekness.

SRIL

Salah satu emiten yang kami lihat memiliki penurunan paling dalam adalah SRIL, yang dalam waktu 6 hari market saja sudah turun sekitar 16,92% (2 – 9 februari 2018). Kami tidak mengetahui sentimen apa yang menggerakkan market sehingga begitu agresif melakukan aksi jual, yang kami bisa amati hanya ada aksi distribusi bandar yang sangat besar dalam beberapa hari terakhir (analisa menggunakan MM Detector CTS). Broker yang terlihat melakukan aksi jual besar – besaran ini adalah broker KS, yang pada hari selasa lalu (6 feb 18), melakukan penjualan sebesar 2,7 juta Lot dengan penjualan di average harga Rp 348,1 dan nyatanya transaksi ini cukup untuk menjatuhkan SRIL ke level Rp 320an di periode penutupan minggu lalu.

Jika melihat dari fundamental perusahaan, harga SRIL sekarang ini masih sangat murah. Beberapa analis yang mencoba melakukan valuasi terhadap perusahaan ini juga mengatakan bahwa harga saham SRIL saat ini masih jauh dari harga wajar, oleh karena itu SRIL menjadi salah satu pilihan banyak Investor untuk investasi jangka panjang.

Namun mengapa harganya tidak naik – naik, bahkan malah anjlok? Jika anda bertanya pada investor ritel, tentu kami sepakat bahwa kami tidak punya jawabannya. Hanya yang menguasai supply yang tahu kapan ia harus mengerek harga kembali naik. Yang perlu kita lakukan sekarang ini adalah menunggu waktu yang tepat untuk average down (bagi yang memiliki saham SRIL) dan strategi apa yang bisa kita lakukan agar aktifitas investasi kita memiliki resiko yang paling minim di saham ini.

One last smoke

Warren Buffet, pernah berkata bahwa dalam investasi di stock market, terapkan prinsip “One last smoke from this cigar butt”. Apa maksudnya? Jika kita menonton beberapa video documentary dari Warren Buffet, ia menjelaskan arti kalimat ini dengan cukup ekstrim yaitu membeli saham atau perusahaan disaat perusahaan ini tepat hampir bangkrut.

Mungkin jika kami terjemahkan dengan istilah yang lebih ramah, artinya adalah kita tidak perlu terburu – buru untuk melakukan entry jika tujuan kita adalah untuk investasi. Mungkin kita akan melewati banyak kesempatan dalam waktu kita menunggu, namun waktu itu akan terbayar saat kita mengetahui perbandingan risk & reward kita sangat baik atau lebih sederhananya adalah, kita memiliki resiko paling minim.

Risk and Reward

Salah satu contoh yang bisa kami berikan adalah dengan emiten SRIL pada oktober 2016 lalu. Saat kita melihat adanya indikasi perubahan tren dari bearish ke bullish, kita tidak perlu terlalu buru buru untuk masuk. 2 prinsip yang perlu kita ketahui adalah, pertama, kita melihat ada indikasi perubahan tren yang kuat dengan strategi yang sudah kita percayai dan uji kebenarannya. Kedua, kita perlu beli di harga murah.

Jika kita melihat pada chart dibawah ini, secara teknikal, harga saham ini sudah bergerak naik meninggalkan double bottom yang diindikasi sebagai turning point saham ini untuk bangkit. Dalam kasus ini, kita perlu ingat bahwa prinsip pertama kita yakin ada perubahaan tren yang terjadi. Secara teknikal ini terpenuhi. Kedua, kita perlu tunggu di harga murah, jika kita melihat kondisi sekarang, sebaiknya kita masih menunggu untuk koreksi karena dalam beberapa hari terakhir, saham ini masih didorong antusiasme tinggi investor untuk ikut di tren bullish.

Grafik Saham SRILL
Grafik Saham SRILL

Jika kita melihat chart pada kondisi sekarang, kita melihat bahwa SRIL mengalami koreksi yang cukup dalam namun belum melewati titik turning point yang mereka punya (double bottom). Dan dititik inilah yang kita sebut sebagai “one last smoke”.

creative-trader
creative-trader

Jika kita berhasil masuk di harga murah, maka harga yang harus kita bayar ketika analisa kita salah, hanyalah sedikit. Namun jika kita benar, reward yang kita terima jauh lebih besar.

creative-trader
creative-trader

Jika kita masuk di titik awal saat kita belum menunggu koreksi, mungkin kita masih tetap untung, namun yang kita resikokan terlalu besar jika dibandingkan saat kita menunggu koreksi atau one last smoke atau istilah yang sering kita dengar adalah buy on weekness.

entry sebelum koreksi

creative-trader
creative-trader

entry sesudah koreksi

creative-trader
creative-trader

prinsip inilah yang menurut pandangan kami paling bijak dalam melakukan entry untuk investasi. Prinsip ini sangat sederhana, namun esensial. Karena banyak orang yang ternyata kurang paham dengan arti “membeli di harga murah”.

Tidak perlu jauh – jauh, saat pertama kali kita mulai terjun di bursa saham, rasa penasaran dan keingintahuan kita pasti selalu bergejolak, dan ketika kita melihat deretan saham yang berlarian di running trade dengan warna hijau, dan saham itu kembali muncul dalam beberapa hari kedepan, sering kali reaksi kita adalah “ikutan masuk”. Padahal jika berpikir lebih panjang, jika dalam beberapa hari saham ini selalu hijau, berarti saham ini sudah tidak murah lagi. Oleh karena itu, kita perlu mengerti dengan benar beli di harga murah.

Money Management – Average Down

Selain kemampuan analisa yang tajam dan psikologi yang sehat, kita juga perlu mempunyai strategi yang kuat dalam money management kita. Karena disaat market sedang lesu, salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan profit tetap konsisten adalah strategi money management. Karena keunggulan kita menerapkan strategi money management adalah kita tetap profit meskipun peluang yang kita miliki hanya seperti peluang lempar koin.

Strategi Money Management yang applicable hampir di setiap kondisi adalah Average Down. Strategi ini cukup sederhana, apabila harga saham sudah turun, anda masuk lagi dengan sejumlah dana tertentu, bisa lebih besar, bisa sejumlah yang sama, dengan tujuan menurunkan average harga agar kerugian yang terjadi semakin kecil ketika harga saham kembali naik.

Namun tentu tidak di semua saham kita bisa melakukan average down, karena jika salah melakukan average down dan terus mengumpulkan saham-saham yang mau bangkrut maka justru semakin banyak modal kita yang hanyut bersama perusahaan tersebut.

Beberapa point yang perlu kita tanyakan kepada diri kita sendiri sebelum melakukan strategi average down di satu perusahaan adalah :

Pertama kita harus memahami apakah bisnis dari perusahaan tersebut sehat sehingga kita yakin untuk mempercayakan uang kita sebagai modal bagi perusahaan tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, SRIL dimata para analis masih cukup murah alias masih dibawah harga valuasi. Jika melihat dari segi bisnis dan sentimen sentimen yang ada, hampir tidak ada berita seputar sentimen negatif yang memberatkan SRIL. Malah SRIL seperti yang tercantum dalam “rangkuman berita pagi” yang kami post beberapa hari lalu, merencanakan proses akuisisi 2 perusahaan tekstil, rampung di Februari 2018 dan menargetkan produksi tekstil dapat naik 35%. Dikatakan juga bila penjualan SRIL dan 2 perusahaan tekstil yang diakuisisi ini digabungkan, bisa mencapai USD 1 Miliar.

Jika dilihat dari sudut pandang bandarmologi, kami menemukan bahwa bandar memang sedang akumulasi saham ini dalam jumlah cukup besar per 12 Februari 2018. Broker KS, CP dan PC menjadi motor dalam aksi kerek harga ini dengan net volume 646.721. Tentu kita semua berharap aksi akumulasi bandar ini terus berlangsung sehingga bisa tembus ke level resistence 400an. Namun bagaimana jika ternyata harga sekarang ini dirasa masih belum terlalu murah untuk bandar dan mereka menginginkan level yang lebih rendah lagi untuk entry sebelum akhirnya mengerek harga saham ini kembali. Karena secara teknikal, SRIL baru saja break trendline yang terpola sejak Mei 2017 lalu ?!

creative-trader
creative-trader

Oleh karena adanya beberapa pertimbangan yang masih kurang mendukung, kami memutuskan untuk tetap wait & see pada saham ini untuk beberapa waktu kedepan sampai akhirnya kami menemukan konfirmasi yang kuat untuk entry di saham ini. Lalu bagaimana dengan kami yang nyangkut? tentu saran kami adalah anda melakukan average down untuk menghindari cut loss yang tentu semua orang merasa sangat sakit melakukannya. Anda bisa melakukan average down sebentar lagi di level – level support tertentu namun tentunya anda harus menyiapkan sejumlah dana segar untuk melakukannya.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, 2 prinsip yang harus kita pahami terlebih dahulu adalah kita yakin akan ada perubahan tren bearish ke bullish, dan beli di harga murah. Jika kita melihat pada harga saham SRIL, kita sepakat bahwa saham ini sudah turun cukup dalam dari tren bullish yang sedang berlangsung. Menurut kami cobalah untuk mulai membidik harga murah di posisi yang cukup tenang dan minim resiko. Bila melihat harga sekarang, memang SRIL sedang cukup bertenaga akibat akumulasi bandar. Oleh karena itu ada baiknya kita coba melihat dalam beberapa hari kedepan sambil melakukan prinsip One Last Smoke.

Mari kita coba melakukan simulasi sederhana pada money managementnya. Kami mencoba melakukan pendekatan analisa dengan menggunakan Fibonaci, karena fibo salah satu tools yang paling mudah dimengerti baik untuk analisa saham maupun forex. Hampir di setiap level fibonaci, terdapat support dan resistance yang cukup baik. Itu menandakan bahwa market memang secara psikologis mengerti apa itu Fibonaci.

Pembelian tersebut juga dapat dilakukan secara bertahap, bila anda memiliki sejumlah modal, cobalah untuk membagi resiko agar pembelian anda tidak terlalu beresiko dan bergantung sepenuhnya pada saham tersebut. Cobalah membagi dengan persentase yang meringankan beban anda ketika harga turun.

Misalnya dari chart dibawah, anda sudah sempat masuk di harga sekitar Rp 350 – Rp 370. Maka untuk menurunkan average harga yang anda miliki, cobalah untuk melakukan pembelian pada level – level tersebut, karena secara teknikal, di level level tersebut banyak support yang bisa menopang SRIL agar tidak terjun bebas. Salah satunya seperti yang terjadi pada hari ini.

creative-trader
creative-trader

creative-trader
creative-trader

Retracement yang ada diatas digunakan apabila saham SRIL kembali turun, anda bisa coba masuk dengan komposisi yang sudah dipertimbangkan di level – level tersebut.

Contoh Kasus :

entry

Contoh kasus, Misalnya anda sudah masuk di level Rp 362 menggunakan 20% modal anda. Total modal yang anda berikan untuk investasi di saham SRIL adalah Rp 1 Miliar. Namun karena terjadi penurunan luar biasa kemarin dan SRIL turun ke level Rp 324, anda langsung rugi sekitar Rp 21 juta, nilai sejumlah ini tentu masih sangat mudah ditoleransi karena apabila anda langsung masuk dengan total akumulasi Rp 1 Miliar, anda sudah rugi sebesar Rp 104 juta.

average down

Asumsi karena penurunan yang terjadi, anda kembali masuk di level Rp 346 dengan 20% modal dan Rp 330 dengan 30% modal. Dengan masuknya 3 posisi tersebut, maka total modal yang anda gunakan adalah Rp 700 Juta.

real time

Dengan kenaikan yang terjadi hari ini ke level Rp 352 dan 3 posisi anda yang membentuk average harga sebesar Rp 343,2 maka seharusnya anda sudah dalam kondisi balik modal dan bahkan profit hari ini. Bandingkan jika anda langsung menggunakan Rp 1 Miliar anda hanya di level Rp 362, maka anda masih rugi sekitar Rp 28 juta. Sedangkan ketika anda membagi resiko di beberapa level, di kondisi hari ini anda sudah balik modal dengan profit Rp 18 Juta.

with NO Money Management

creative-trader
creative-trader
creative-trader
creative-trader

with Money Management

creative-trader
creative-trader
creative-trader
creative-trader

Salah satu keunggulan lainnya ketika menggunakan money management adalah kita bisa masuk ke saham lain dengan menggunakan selisih modal yang tidak terpakai, ketika kita tidak menggunakan money management, seluruh modal kita terpakai, tetapi ketika kita menggunakan money management, kita memiki sisa untuk di investasikan di saham lain, dalam contoh diatas, total modal yang tidak terpakai adalah 30% atau sekitar Rp 300 juta.

Kesimpulan

Untuk saham SRIL sendiri, kami tentu berharap, akumulasi ini terus terjadi sehingga kita dapat menumpang untuk meraih keuntungan dari pergerakan saham ini, namun bukan tidak mungkin harga saham ini kembali turun dalam waktu dekat. Oleh karena itu, saran kami adalah menggunakan money management yang kuat dan terencana, agar kita bisa tetap aman dalam melakukan investasi.

Mungkin kita adalah tipe investor yang sangat baik dalam menganalisa saham, analisa yang kita lakukan hampir selalu benar. Namun ketika analisa kita salah, money management lah yang menyelamatkan kita dari kebangkrutan. Dengan menggunakan proporsi yang pas dan minim resiko, money management membuat aktifitas investasi kita lebih sehat. Profit yang kita dapat mungkin tidak langsung besar, namun lebih konsisten dan minim resiko.

Oleh karena itu, mulailah mencoba untuk menyusun strategi money management. Analisa mungkin salah, tetapi money management yang baik meluputkan kita dari masalah. Dan ketika anda investasi atau trading menggunakan money management, anda berada 1 level diatas investor ritel pada umumnya. So, time to go to the next level.

Strategi Average Down di Masa Kejatuhan Saham SRIL
 

Artikel Terkait

Strategi Average Down di Masa Kejatuhan Saham SRIL

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Tulis pendapat Anda di sini
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
Kirim
Kirim juga ke :
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
Kirim 1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email