Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Tingkatkan Sekarang

Starbucks: Apakah Saham Jaringan Kopi Ini Patut Dibeli setelah Jatuh 30% Tahun Ini?

id.investing.com/analysis/starbucks-apakah-saham-jaringan-kopi-ini-patut-dibeli-setelah-jatuh-30-tahun-ini-200236435
Starbucks: Apakah Saham Jaringan Kopi Ini Patut Dibeli setelah Jatuh 30% Tahun Ini?
Oleh Haris Anwer/Investing.com   |  15/04/2022 07:22
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
 
US500
-1,03%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
SBUX
+0,76%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
KC
+0,92%
Tambahkan/Hapus dari Watchlist
Tambahkan ke Watchlist
Tambahkan Posisi

Posisi berhasil ditambahkan ke:

Beri nama portofolio kepemilikan Anda
 
  • Jaringan kopi global ini menghadapi tantangan yang berkembang di dalam dan luar negeri, mempertaruhkan pertumbuhan jangka pendek

  • Perubahan manajemen, tekanan inflasi, ketidakpastian arah, telah mendorong beberapa analis untuk menurunkan peringkat saham SBUX.

  • Ini hanya merupakan hambatan jangka pendek, menyebabkan SBUX berada di bawah tekanan

Tampaknya kekalahan pasar Starbucks (NASDAQ:SBUX) seperti tiada akhir. Rantai kopi global telah menjadi salah satu operator restoran multinasional yang berkinerja terburuk tahun ini di Wall Street, menekankan banyak tantangan jangka pendek dan jangka panjangnya.

Saham raksasa yang berbasis di Seattle ini ditutup di $80,92 hari Rabu, melanjutkan pembalikan tajam dari puncak musim panas ketika mencapai rekor tertinggi $126,32. Year-to-date, perusahaan telah kehilangan 30% dari nilai pasarnya.

 

Putaran penjualan terakhir terjadi setelah pendiri perusahaan Howard Schultz menangguhkan rencana pembelian kembali saham awal bulan ini, dengan alasan bahwa ia membutuhkan uang tunai untuk dibelanjakan pada toko dan karyawan.

Schultz—mengumumkan bahwa dia telah kembali ke raksasa pasar kopi bulan lalu—menghadapi upaya serikat pekerja yang berkembang di toko-toko di seluruh AS dan virus COVID-19 yang bangkit kembali di China, pasar terbesar kedua perusahaan.

Tantangan-tantangan ini diperparah dengan keadaan makro yang sudah tidak bersahabat. Dengan tingkat inflasi tertinggi dalam empat dekade di AS dan terjadinya perang di Ukraina, harga makanan dan kopi meningkat, mengurangi margin keuntungan Starbucks.

Selanjutnya, pada bulan Februari, Starbucks mengalami lonjakan biaya untuk pembayaran isolasi dan pelatihan pekerja, bersama dengan masalah rantai pasokan yang terkait dengan pandemi.

Tantangan ini muncul dalam laporan pendapatan terbaru perusahaan ketika Starbucks secara signifikan meleset dari perkiraan analis.

Terlalu Banyak Ketidakpastian

Perusahaan sekarang melihat laba per saham turun dari 4% menjadi turun 6% pada tahun fiskal saat ini, dibandingkan dengan pratinjau sebelumnya bahwa laba akan turun 4% atau kurang. Estimasi yang disusun oleh Bloomberg marjin operasi akan menyempit menjadi 16,3% tahun fiskal ini, turun dari tahun lalu sebesar 16,8%.

Di China, kebijakan pembatasan dari pemerintah dan bangkitnya kembali virus juga menghambat pertumbuhan. Pada kuartal pertama fiskal perusahaan, penjualan yang sebanding di wilayah itu turun 14%, dibandingkan dengan penurunan 9,3% yang diperkirakan.

Perubahan manajemen, tekanan inflasi, dan ketidakpastian arah perusahaan adalah beberapa faktor yang mendorong beberapa analis untuk menurunkan peringkat saham SBUX dalam beberapa hari terakhir.

Jajak pendapat Investing.com mengatakan dari 35 analis, 17 tidak merekomendasikan membeli saham.

 

Sumber: Investing.com

Dalam sebuah catatan kemarin, Citi menurunkan peringkat SBUX menjadi netral, mengatakan akan ada banyak banyak ketidakpastian untuk membuat untuk berinvestasi pada SBUX. Catatan itu menambahkan:

“Selain tekanan/risiko inflasi yang lebih luas, perubahan manajemen/dorongan serikat pekerja dapat dikaitkan dengan investasi mitra tambahan; dan inisiatif LST baru semakin jelas terlihat menyajikan tambahan yang tidak diketahui untuk perkiraan penerusan. Omicron dan kebijakan lockdown di China kemungkinan akan membatasi kejutan positif NT, dan rasanya tepat bila saham diperdagangkan mendekati posisi terendah relatif terhadap S&P 500."

Wedbush juga menurunkan peringkat saham Starbucks baru-baru ini, dengan alasan kurangnya perkembangan baru yang dapat mendorong saham lebih tinggi. Catatannya mengatakan:

“Meskipun kami percaya bahwa risiko telah dimasukkan dalam penilaian, kami juga sekarang melihat sedikit katalis di masa mendatang sampai Howard Schultz selesai memetakan arah yang lebih bermakna untuk SBUX daripada yang kami perkirakan sebelumnya dan mengkomunikasikan haluan baru kepada pemegang saham.”

Intinya

Starbucks terus menghadapi ketidakpastian karena biaya meningkat dan marginnya berada di bawah tekanan. Tekanan-tekanan ini kemungkinan akan bertahan pada tahun fiskal ini, menghilangkan kesempatan saham untuk meningkat.

Starbucks: Apakah Saham Jaringan Kopi Ini Patut Dibeli setelah Jatuh 30% Tahun Ini?
 

Artikel Terkait

Starbucks: Apakah Saham Jaringan Kopi Ini Patut Dibeli setelah Jatuh 30% Tahun Ini?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email