Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Snap: Sudah Terlambatkah Membeli Sahamnya Setelah Melonjak 200% Dalam 12 Bulan?

Oleh Investing.com (Haris Anwer/Investing.com)Pasar Saham24/09/2021 11:25
id.investing.com/analysis/snap-sudah-terlambatkah-membeli-sahamnya-setelah-melonjak-200-dalam-12-bulan-200232875
Snap: Sudah Terlambatkah Membeli Sahamnya Setelah Melonjak 200% Dalam 12 Bulan?
Oleh Investing.com (Haris Anwer/Investing.com)   |  24/09/2021 11:25
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Meningkatnya saham aplikasi photo-sharing Snap (NYSE:SNAP) terus berlanjut. Saham perusahaan naik 25% pada Kuartal 2, dan terus meningkat tinggi sejak Kuartal 2. Dalam 12 bulan terakhir saham telah reli lebih dari 200%.

SNAP Weekly Chart.
SNAP Weekly Chart.

Momentum ini telah menjadikan Snap sebagai saham media sosial terbaik di antara para pemain kecil.

Tahun lalu jumlah pengguna aktif harian aplikasi Snapchat mencapai rekor dimana mereka menggunakan koneksi sosial dan hiburan pada aplikasi ini selama pandemi. Jumlah penggunanya melonjak. Selain itu, pengguna meningkatkan jumlah waktu yang mereka habiskan untuk menonton konten premium di Snapchat. Peningkatan ini bertepatan dengan investasi perusahaan dalam konten dan alat kreatif.

Snap yang berbasis di California ini dengan cerdiknya memanfaatkan peningkatan lalu lintas ini untuk meningkatkan daya tariknya bagi pengiklan. Penjualan di second-quarter lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, mencapai $982,1 juta. Snapchat, aplikasi seluler untuk mengirim pesan dan menonton konten video, menambahkan 13 juta pengguna setiap hari selama kuartal kedua, melonjak 23% pada periode yang sama tahun lalu.

Pada akhir Juni, sekitar 293 juta orang di seluruh dunia menggunakan Snapchat setiap hari, sementara empat tahun yang lalu penggunanya sekitar 173 juta orang.  Sebagai perbandingan, Twitter (NYSE:TWTR) melaporkan 206 juta pengguna harian pada kuartal kedua.

Saat bisnis Snap berjalan di semua sektor, ada beberapa risiko yang dapat menghentikan pergerakan naik yang luar biasa ini. Salah satu risiko terbesar, yang tidak hanya terjadi pada Snap adalah perubahan kebijakan Apple (NASDAQ:AAPL) pada aplikasi iPhone-nya. Dalam update perangkat lunak tahun ini, Apple memberi kebebasan pada pengguna iPhone untuk memutuskan, apakah mereka mengijinkan Snap untuk bisa melacak mereka untuk tujuan periklanan.

Di seluruh industri, hanya 25% yang memberikan izin kepada aplikasi untuk melacak perilaku mereka, menurut Branch, yang menganalisis pertumbuhan aplikasi seluler. Jumlah pelacakan yang sangat kurang berarti lebih sulit bagi perusahaan media sosial seperti Snap untuk menyesuaikan dan menargetkan iklan, sehingga mempertaruhkan pendapatan.

Analis Tetap Bullish

Hal lain yang tidak diketahui pada saat pasca pandemi adalah apakah pengguna akan mengurangi interaksi media sosial mereka ketika kehidupan kembali normal. Snap dan beberapa pesaing besarnya, termasuk Facebook (NASDAQ:FB) dan Google (NASDAQ:GOOG) (NASDAQ:GOOGL), diuntungkan dari ledakan e-commerce selama pandemi, mengharuskan semua perusahaan media sosial baik besar maupun kecil untuk membelanjakan lebih banyak pada iklan media sosial untuk menjangkau pelanggan.

Walaupun penuh risiko, beberapa analis masih percaya bahwa ada lebih banyak keuntungan untuk saham Snap. Analis di Loop Capital dalam catatan baru-baru ini mengatakan bisnis iklan Snap akan tetap menjadi "pendorong kuat untuk pertumbuhan jangka pendek dan menengah".

Catatan menambahkan:

“Kami tetap optimistis (bullish) untuk Snap karena perusahaan terus menunjukkan momentum pertumbuhan pendapatan terbaik di sektor periklanan internet dan dengan peningkatan monetisasi yang signifikan untuk menyamai jaringan lain.”

Mayoritas dari 39 analis yang disurvei oleh Investing.com, memberikan peringkat "unggul" pada saham, dengan target harga konsensus 12 bulan menunjukkan kenaikan sekitar 10% dari level saat ini.

Consensus Estimates
Consensus Estimates

Bagan: Investing.com

Saham Snap hari Rabu ditutup di $78,60.

Proyeksi bullish ini menunjukkan bahwa analis percaya pada strategi perusahaan dalam mendorong pertumbuhannya dengan menggunakan alat augmented reality dan memperluas pasar internasional.

Perusahaan media sosial memperkirakan bahwa mereka akan dapat menghasilkan pertumbuhan pendapatan 50% atau lebih selama beberapa tahun, karena pengiklan semakin berupaya memanfaatkan Snap yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan produk secara virtual.

Intinya

Snap terus menjadi permainan favorit kami untuk menangkap pertumbuhan media sosial saat pascapandemi karena alat digitalnya yang baru dan fokusnya pada segmen pasar yang tepat.

 

Snap: Sudah Terlambatkah Membeli Sahamnya Setelah Melonjak 200% Dalam 12 Bulan?
 

Artikel Terkait

Snap: Sudah Terlambatkah Membeli Sahamnya Setelah Melonjak 200% Dalam 12 Bulan?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email