Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Smart Beta ETF. Apakah Itu?

Oleh Ipotnews IndonesiaETF26/09/2018 14:22
id.investing.com/analysis/smart-beta-etf-apakah-itu-200206380
Smart Beta ETF. Apakah Itu?
Oleh Ipotnews Indonesia   |  26/09/2018 14:22
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Smart Beta ETF merupakan jenis investasi Reksa Dana terbaru yang diperkenalkan kepada Pemodal. Jenis Reksa Dana ini merupakan bentuk inovasi dari jenis-jenis Reksa Dana yang sudah ada sebelumnya yang diharapkan mampu memberikanreturn (hasil) secara optimal.

Jenis Reksa Dana pertama adalah Reksa Dana tertutup berbadan hukum perseroan terbatas (PT). Dengan adanya investasi berbentuk Reksa Dana, Pemodal kecil dapat secara bersama-sama memiliki efek-efek yang ada dalam portofolio Reksa Dana. Sebelum ada Reksa Dana, Pemodal ritel tidak dapat memiliki bermacam saham (apa lagi Obligasi) untuk diversifikasi resiko. Di Indonesia pernah ada Reksa Dana tertutup, tetapi saat ini telah dilikuidasi karena Pemodal lebih tertarik pada jenis Reksa Dana terbuka yang muncul berikutnya.

Jenis Reksa Dana kedua adalah Reksa Dana terbuka berbentuk KIK (Kontrak Investasi Kolektif). Reksa Dana terbuka disebut demikian karena Pemodal dapat leluasa untuk masuk atau keluar setiap saat. Kalau pada jenis Reksa Dana tertutup, badan hukum Reksa Dana adalah berbentuk Perseroan Terbatas (PT), maka bentuk hukum Reksa Dana terbuka adalah Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Reksa Dana terbuka adalah jenis Reksa Dana terbesar (sampai saat ini) dan sangat popular di mata pemodal.

Jenis Reksa Dana ketiga adalah Reksa Dana Bursa (Exchange Traded Fund). Reksa Dana Bursa (ETF) ini mirip dengan Reksa Dana terbuka lainnya, tetapi Unit Penyertaan Reksa Dana Bursa diperdagangkan di Bursa seperti saham-saham biasa. Kalau pada Reksa Dana biasa Nilai Aktiva Bersih Unit Penyertaan hanya dihitung satu kali sehari, maka pada Reksa Dana Bursa, Nilai Aktiva Bersih dihitung secara berkala oleh Dealer Partisipan (disebut indikasi Nilai Aktiva Bersih atau iNAB). Dengan demikian, Unit Penyertaan Reksa Dana Bursa dapat diperdagangkan terus menerus selama jam perdagangan Bursa.

Jenis Reksa Dana berikutnya adalah Smart Beta ETF. Smart Beta ETF dari namanya bisa diduga adalah Exchange Traded Fund. Di Indonesia jenis Reksa Dana ini masih relatif baru. Bahkan di Amerika Serikat, Reksa Dana Smart Beta ETF ini juga masih baru sekali. Tetapi kita perlu membahas Smart Beta ETF karena Reksa Dana ini sudah diperkenalkan di Indonesia dan perkembangannya sangat pesat di Amerika Serikat.

Lalu apakah yang dimaksud dengan Smart Beta ETF? Dari ilmu finansial dasar, kita tahu bahwa istilah Beta merujuk pada korelasi return (hasil) antara suatu saham dengan return pasar. Returnpasar adalah satu koma nol. Return saham yang berada di bawah return pasar, betanya di bawah satu. Sebaliknya, jika return suatu saham lebih besar dari return pasar, maka dikatakan bahwa beta saham tersebut di atas satu.

Smart Beta ETF berupaya untuk menggabungkan manfaat investasi aktif dan investasi pasif, yaitu berupaya untuk mendapatkan return (hasil) yang lebih baik daripada return pasar, tetapi dengan biaya yang mendekati atau sama dengan biaya indeksasi.

Walaupun belum terlalu populer buat Pemodal ritel, Smart Beta ETF telah cukup banyak menarik minat Pemodal institusi (di Amerika Serikat). Tujuan Smart Beta ETF adalah mencari saham-saham yang memiliki profil resiko-hasil yang lebih baik dari pada profil resiko-return pasar (yaitu, saham-saham yang memiliki beta lebih besar dari satu) tetapi dengan biaya yang rendah seperti melakukan Indeksasi.

Cara paling sederhana adalah menyusun Indeks dengan cara pembobotan yang berbeda dari pada pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar yang telah umum dilakukan (banyak Pemodal menganggap bahwa pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar bukanlah cara pembobotan terbaik yang dapat dilakukan). Misalnya, saham-saham dalam indeks dapat disusun secara 'equal weighting', yaitu saham perusahaan yang besar bobotnya dianggap sama dengan saham perusahaan kecil.

Dengan cara ini, pengaruh jatuhnya harga dari suatu saham tidaklah sebesar jika pembobotan saham dilakukan secara kapitalisasi pasar. Atau bobot saham-saham dapat disusun secara 'fundamental weighting' berdasarkan faktor-faktor fundamental seperti dividen, earnings, revenue, arus kas dan lain lain.

Perlu diperhatikan di sini bahwa, sama seperti strategi investasi aktif pada umumnya, tidak semua Smart Beta ETF akan menghasilkan return yang lebih baik daripada return pasar. Atau menghasilkan return yang secara konsisten lebih baik dari return pasar dari tahun ke tahun.

Strategi yang dipakai Smart Beta ETFseperti volatilitas yang rendah, beta yang tinggi, atau momentum, kadang-kadang hanya berhasil pada situasi pasar tertentu saja (dan market timingbukanlah sesuatu yang mudah dilakukan oleh Pemodal atau bahkan siapa pun).

Terakhir, menyangkut istilah Smart Beta ETF. Kalau produk ETF ini disebut Smart, apakah ETF yang lain itu 'not smart' (tidak cerdas) atau bahkan 'dumb' (dungu)? Ini hanyalah nama yang dipilih oleh Manajer Investasi dan bukan jaminan bahwa mereka yang memiliki nama yang cerdas (smart) akan menghasilkan return yang cerdas (smart) pula.

Oleh: Fredy Sumendap, CFA

Sumber : IPOT

Smart Beta ETF. Apakah Itu?
 

Artikel Terkait

Smart Beta ETF. Apakah Itu?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email