Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Setelah Terjun Bebas dan Tren Naik IHSG Patah, Bagaimana Selanjutnya?

id.investing.com/analysis/setelah-terjun-bebas-dan-tren-naik-ihsg-patah-bagaimana-selanjutnya-200236698
Setelah Terjun Bebas dan Tren Naik IHSG Patah, Bagaimana Selanjutnya?
Oleh Stefanus Mulyadi Handoko   |  17/05/2022 08:05
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 


Bursa Wall Street berhasil rebound dan menutup perdagangan akhir pekan dengan penguatan, sehingga memangkas penurunan selama sepekan. Namun reli pada akhir pekan tidak berarti pasar saham AS akan keluar dari kesulitannya, karena inflasi yang masih tinggi dan upaya The Fed secara agresif untuk mengerek suku bunga. Dow Jones ditutup naik 466,36 poin (+1,47%) menjadi 32.196,66, S&P 500 terkerek 93,81 poin (+2,39%) ke level 4.023,89 dan Nasdaq melonjak 434,04 poin (+3,82%) ke posisi 11.805. Meskipun berhasil rebound di akhir pekan, namun ketiga indeks saham utama AS tersebut masih membukukan pelemahan dalam sepekan. Sepanjang minggu lalu, Dow Jones ditutup melemah -2,14% dan membukukan penurunan beruntun 7 minggu pertama sejak 2001. Sedangkan S&P 500 melorot -2,4% dan mencapai penurunan beruntun terpanjang sejak 2011, sementara indeks Nasdaq tergelincir -2,8%.

Dari dalam negeri, IHSG berakhir stagnan setelah ditutup turun tipis 1,847 poin (-0,03%) ke level 6.597,993. Investor asing membukukan net sell di pasar reguler senilai Rp 1,35 triliun. Dalam sepekan terakhir, IHSG mengalami penurunan sebesar -8,73%, dengan diikuti keluarnya dana asing senilai Rp. 8,41 triliun di pasar reguler.

IHSG terjun bebas setelah kembali dari libur panjang Idul Fitri. Sepanjang pekan IHSG tertekan turun 5 hari beruntun tanpa mampu seharipun di tutup di zona hijau. Bahkan reli penguatan IHSG sejak awal tahun terpangkas hanya dalam sepekan setelah anjlok -8,73%, sehingga menyisakan kenaikan hanya sebesar +0,25% year to date. Pasca kembali dari libur lebaran, IHSG langsung terpukul oleh faktor eksternal seiring kekhawatiran global dari kenaikan suku bunga The Fed sebesar 50 bps dan inflasi AS yang masih tinggi, serta efek dari eskalasi konflik Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai dan lockdown yang terjadi di beberapa kota besar di China. Kenaikan suku bunga The Fed sebesar 50 bps membuat investor asing mulai berbalik arah dari pasar saham Indonesia dan mencatatkan net sell dalam jumlah besar sepanjang pekan lalu.

Secara teknikal IHSG tertekan dan turun tajam sehingga mematahkan tren naik sejak rebound dari crash akibat Covid-19 (garis putus2 warna hitam telah patah). Namun koreksi IHSG masih tertahan dikisaran area support level psikologis 6500 (garis warna biru). IHSG bahkan masih terjaga dan sanggup ditutup diatas garis level psikologis MA 200 hariannya (garis warna merah). Dan jika kita perhatikan sejak rebound dari kejatuhan market akibat Covid-19 dan berhasil menembus ke atas MA 200 harian di awal bulan November 2020 (lingkaran warna merah), IHSG tidak pernah jatuh di bawah garis psikologis MA 200. IHSG sempat turun sebentar di bawah garis MA 200 pada bulan Agustus dan September 2021 (lingkaran warna hitam), namun langsung berhasil rebound dan melanjutkan rally kenaikannya.

Hal yang sama terjadi pada akhir pekan kemaren dimana IHSG sempat turun di bawah garis MA 200, namun masih mampu ditutup diatas level tersebut. Apabila IHSG dapat bertahan diatas garis support psikologis MA 200, maka terbuka potensi terjadinya technical rebound bagi IHSG dikisaran level 6.755 hingga 6.902 (area kotak warna kuning). Area tersebut akan menjadi penentuan jangka pendek bagi IHSG, apakah akan kembali melanjutkan reli kenaikannya atau kembali bergerak turun.

Sementara itu kalau kita perhatikan dalam time frame yang lebih panjang dengan menggunakan chart weekly, terlihat bahwa koreksi yang dialami IHSG masih tergolong wajar selama tidak tutup di bawah garis support neckline 6.484 yang dulunya merupakan area resistance dari terbentuknya pola inverted head & shoulder pattern. Selama IHSG masih mampu bertahan diatas support neckline 6.484, maka masih ada peluang bagi IHSG menjalankan skenario bullish dan kembali bergerak menguat. Namun jika sampai gagal bertahan dan turun di bawah level 6.484, maka IHSG akan menjalankan skenario bearish dan kembali bergerak turun.

Untuk minggu ini pelaku pasar akan mencermati rilis data perdagangan dan ekspor-impor bulan April pada hari selasa. Diperkirakan data perdagangan masih akan mencatatkan surplus meski menurun dibandingkan bulan Maret sebesar US$ 4,53 Miliar. Sedangkan pada hari jum’at akan dirilis data current account kuartal pertama tahun ini. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di minggu ini antara lain adalah :

  • Senin 16 Mei 2022 : Rilis data produksi industri China, Kebijakan moneter Inggris
  • Selasa 17 Mei 2022 : Kebijakan moneter Australia, Rilis data tenaga kerja Inggris, Rilis data penjualan ritel AS, Pernyataan Ketua The Fed Powell
  • Rabu 18 Mei 2022 : Rilis data GDP Jepang, Rilis data inflasi Inggris
  • Kamis 19 Mei 2022 : Rilis data perdagangan Jepang, Rilis data pekerjaan Australia
  • Jum’at 20 Mei 2022 : Rilis data inflasi Jepang, Rilis data penjualan ritel Inggris

Sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. Saat ini IHSG sudah memasuki fase bearish jangka pendek setelah mengalami koreksi tajam selama seminggu terakhir. Perhatikan area support-support IHSG yaitu support psikologis MA 200, support psikologis 6.500 dan support neckline 6.484. Selama mampu bertahan diatas rangkaian area support tersebut, ada kemungkinan IHSG berpotensi mengalami technical rebound ke area 6.752 hingga 6.902, pasca mengalami koreksi tajam. Cermati area resistance tersebut, apabila gagal melanjutkan kenaikannya, maka rebound yang dialami oleh IHSG berpeluang sementara atau dead cat bounce.

Untuk itu tetap disarankan safe trading dan selalu kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah kedepan. Atur strategi pembelian dan money manajemennya dengan baik.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi.

Safe Trading, Good Luck & GBU Always

Setelah Terjun Bebas dan Tren Naik IHSG Patah, Bagaimana Selanjutnya?
 

Artikel Terkait

Stefanus Mulyadi Handoko
DRMA Time To Rise Up Oleh Stefanus Mulyadi Handoko - 30/06/2022 3

Saham DRMA) berhasil breakout area resistance level 660-675 (kotak hijau), dengan disertai volume transaksi yang meningkat tajam, sehingga mengkonfirmasi terbentuknya pola...

Setelah Terjun Bebas dan Tren Naik IHSG Patah, Bagaimana Selanjutnya?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email