Dapatkan Data Premium: Diskon Hingga 50% InvestingProAMBIL SALE

Separuh Komoditas 'Merah' di 2022, King Dollar Menguat Kembali

Diterbitkan 08/12/2022, 16/15
XAU/USD
-
XAG/USD
-
DX
-
GC
-
HG
-
KC
-
LCO
-
SI
-
CL
-
CT
-
NG
-
SB
-
PA
-
OJ
-
CC
-
PL
-
LHc1
-
LCc1
-
ZL
-
ZS
-
ZW
-
ZC
-
ZM
-
NYF
-
RR
-
MAL
-
MZN
-
LXRc1
-
NICKEL
-
MCU
-
FC
-
Oc1
-
LGOc1
-
LRCc1
-
LRBc1
-
  • 17 dari 34 komoditas yang dilacak oleh Investing.com menunjukkan kerugian tahunan
  • Kelemahan ini terjadi karena dolar menguat lagi dalam gagasan Fed mungkin berubah hawkish lagi pada 2023
  • Seberapa jauh komoditas yang merugi ini turun sebelum akhir tahun?
  • Seberapa tinggi komoditas positif bisa naik?
  • Dengan hanya tiga minggu hingga akhir tahun 2022, separuh dari komoditas terkenal di dunia mengalami kerugian tahunan karena dolar AS, mata uang yang menentukan harga mereka, kembali menguat pasalnya ada gagasan bahwa Federal Reserve dapat kembali bertindak agresif dengan kenaikan suku bunga di tahun mendatang.

    Kuatnya barang buatan pabrik AS hingga data non-manufaktur dalam beberapa hari terakhir telah mendorong bull dolar untuk membangun posisi long baru dalam mata uang terhadap saingan seperti euro dan yen, memberikan tekanan baru pada harga bahan baku yang semakin berubah dari positif menjadi negatif selama beberapa bulan terakhir.

    Pada saat penulisan, Indeks Dolar naik sebesar 10,4% pada tahun ini di 105,545. Indeks mencapai puncaknya di level tertinggi 2022 di 114,745 pada bulan September, memberikan keuntungan sebanyak 20% pada saat itu.

    Tujuh belas, atau setengah, dari 34 pasar komoditas utama yang dilacak oleh Investing.com berada di zona merah untuk tahun ini.

    Komoditas yang mengalami kerugian tahunan yaitu:

    Yang berada di zona hijau adalah :

    Saat kita bersiap untuk menuju tahun 2023, beberapa pertanyaan tetap ada:

    Secara teknis, seberapa jauh lebih rendah komoditas yang turun bisa melemah lebih lanjut sebelum akhir tahun? Apa kemungkinan dasar yang mungkin terjadi pada grafik ?

    Di sisi lain, seberapa tinggi komoditas positif bisa menguat? Apa potensi resistennya?

    SKCharting.com, kolaborator reguler kami pada grafik komoditas, akan mencoba membantu kami menjawabnya, dimulai dengan Indeks Dolar, yang diperkirakan akan menjadi variabel utama untuk pergerakan di seluruh komoditas selama tiga minggu ke depan.

    Indeks Dolar: Potensi Tertinggi dan Terendah

    Setelah kehilangan separuh nilainya hanya dalam waktu dua bulan, Indeks Dolar telah mulai rebound sejak akhir pekan lalu dari kekhawatiran data makroekonomi AS yang memunculkan gagasan Fed yang lebih bertindak agresif hawkish daripada yang dipikirkan pada tahun 2023.

    Untuk konteksnya, Fed telah menambahkan 375 basis poin ke suku bunga AS sejak Maret, dengan empat kenaikan 75 bps berukuran jumbo antara Juni dan November. Hingga minggu lalu, ekspektasinya yakni bank sentral akan memberlakukan kenaikan yang lebih kecil sebesar 50 bp dalam keputusan suku bunga pada 14 Desember mendatang dan melanjutkan kenaikan tapering di tahun baru. Pada awal Rabu setempat kemarin, kenaikan 50 bps masih terbuka, meskipun trader tidak yakin berapa banyak Fed akan meningkatkan suku bunga pada bulan Februari - penyesuaian suku bunga pertama pada tahun 2023.

    Grafik Indeks Dolar menunjukkan pemulihan dari sesi terendah hari Senin di 104,065 hingga mencapai 105,765 pada awal Rabu.

    U.S. Dollar Index Daily Chart

    Pengamatan SKCharting menunjukkan Exponential Moving Average (EMA) 50 minggu, atau EMA, 104,50 dan stochastics mingguan oversold menjamin pembalikan kembali.

    "Rebound dapat melaju ke EMA 5 minggu di 106,30 jika level 105 bertahan kuat," sebutnya.

    Komoditas Melemah: Potensi Bottom dan High

    Untuk menjaga komoditas utama atau yang mengalami kerugian terbesar, fokus kami yakni minyak mentah WTI, emas spot, tembaga berjangka AS, dan kopi berjangka AS:Crude Oil Futures Weekly Chart

    WTI (-0,9%): Minyak mentah AS terus bergerak di atas titik rendah, di dekat apa yang mungkin terbukti sebagai level dasar jangka pendek. Harga kemungkinan akan menjelajahi Simple Moving Average 200-bulan, atau SMA, di $72,55 dan EMA 50 Bulan di $71,20.

    Rebound dari zona support kemungkinan akan bertemu dengan level resistance langsung dari SMA 100 Minggu di 481,86 diikuti oleh Middle Bollinger Band Mingguan di $86,20.XAU/USD Weekly Chart

    Emas spot (-3,0%): Emas tampak berkonsolidasi di bawah SMA 100 minggu di $1.800 dan di atas EMA 5 minggu di $1.760. Tren bullish kemungkinan akan tetap ada, selama harga bertahan di atas $1.760.

    Berlanjutnya tren di atas $1.777 dapat menjadi sinyal awal untuk dimulainya kembali pergerakan naik menuju $1.800, dengan $1810 dan $1825 sebagai target langsung berikutnya.Copper Futures Weekly Chart

    Tembaga AS (-12,77%): Pergerakan menunjukkan dasar antara $3,50 dan $3,30.

    Di luar itu, tren bullish tampak baik bagi tembaga di mana indikator Relative Strength Index di 52 berada di atas netralitas dan stochastics di 76/71, mendukung tren positif. Tren naik tembaga juga tetap di atas EMA 5 minggu di $3,74 dan Bollinger Band tengah mingguan di $3,58. Resisten yang harus diatasi tetap EMA 50 minggu di $3,86, diikuti oleh SMA 100 minggu di $4,08.U.S. Coffee Futures Weekly Chart

    Kopi AS (-27,44%): Pasar komoditas ini telah tertekan untuk waktu yang cukup lama. Selama harga bertahan di bawah EMA 50 bulan di $1,6740 dan EMA 5 minggu di $1,65, kopi dapat berlanjut dengan cenderung turun menuju SMA 200 minggu di $1,4980.

    RSI mingguan di 35 berada di bawah netralitas sementara stokastik mingguan di 15/13 terlihat di atas.

    Komoditas Naik - Potensi Tertinggi dan Bawah

    Fokus kami di sini yakni dua komoditas pemenang terbesar: gas alam dan sari jeruk.Natural Gas Futures Weekly Chart

    Gas Alam (+50,08%): Bahan bakar pemanas ini meninggalkan gap ketika harga turun di bawah $6,22 pada minggu lalu. Sementara tekanan bearish saat ini tampaknya akan menguji ulang SMA 100-minggu di $5,11, pemulihan akan lebih mengisi gap di $6,22 dan menguji ulang EMA 50 minggu di $6,38.

    Orange Juice Futures Weekly Chart

    Sari jeruk (+42,39%): Prospek harga jangka pendek dan menengah tetap bullish dengan posisi kuat RSI mingguan di 61 dan stochastics mingguan di 66/65. Kenaikan dapat berlanjut ke $2,23, yang akan membutuhkan ketahanan di atas $1,94. Jika support itu memberi jalan, maka koreksi dapat berlanjut menuju $1,87 dan $1,72.

    * Semua grafik oleh SKCharting.com, dengan data yang didukung oleh Investing.com.

    Disclaimer: Barani Krishnan menggunakan berbagai pandangan di luar pandangannya sendiri untuk membawa keragaman pada analisisnya untuk pasar apa pun. Sebagai netralitas, ia terkadang menyajikan pandangan kontrarian dan variabel pasar. Ia tidak memiliki posisi dalam komoditas dan sekuritas yang ditulisnya.

Komentar terkini

Memuat artikel selanjutnya...
Pengungkapan Risiko: Perdagangan instrumen finansial dan/atau mata uang kripto membawa risiko tinggi, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh nilai investasi Anda, dan mungkin tidak sesuai untuk sebagian investor. Harga mata uang kripto amat volatil dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti peristiwa finansial, regulasi, atau politik. Trading dengan margin meningkatkan risiko finansial.
Sebelum memutuskan untuk memperdagangkan instrumen finansial atau mata uang kripto, Anda harus sepenuhnya memahami risiko dan biaya terkait perdagangan di pasar finansial, mempertimbangkan tujuan investasi, tingkat pengalaman, dan selera risiko Anda dengan cermat, serta mencari saran profesional apabila dibutuhkan.
Fusion Media mengingatkan Anda bahwa data di dalam situs web ini tidak selalu real-time atau akurat. Data dan harga di situs web ini. Data dan harga yang ditampilkan di situs web ini belum tentu disediakan oleh pasar atau bursa, namun mungkin disediakan oleh pelaku pasar sehingga harga mungkin tidak akurat dan mungkin berbeda dengan harga aktual pasar. Dengan kata lain, harga bersifat indikatif dan tidak sesuai untuk tujuan trading. Fusion Media dan penyedia data mana pun yang dimuat dalam situs web ini tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kehilangan apa pun yang diakibatkan oleh trading Anda atau karena Anda mengandalkan informasi yang dimuat dalam situs web ini.
Anda dilarang untuk menggunakan, menyimpan, memperbanyak, menampilkan, mengubah, meneruskan, atau menyebarkan data yang dimuat dalam situs web ini tanpa izin eksplisit tertulis sebelumnya dari Fusion Media dan/atau penyedia data. Semua hak kekayaan intelektual dipegang oleh penyedia dan/atau bursa yang menyediakan data yang dimuat dalam situs web ini.
Fusion Media mungkin mendapatkan imbalan dari pengiklan yang ditampilkan di situs web ini berdasarkan interaksi Anda dengan iklan atau pengiklan.
Versi bahasa Inggris dari perjanjian ini adalah versi utama, yang akan berlaku setiap kali ada perbedaan antara versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia.
© 2007-2024 - Fusion Media Limited. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.