Breaking News
0

Saham-Saham ini Mulai Murah untuk Dibeli

id.investing.com/analysis/sahamsaham-ini-mulai-murah-untuk-dibeli-200201534
Saham-Saham ini Mulai Murah untuk Dibeli
Oleh Ellen May Institute   |  16/05/2018 16:44
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

IHSG saat ini masih dalam fase bearishnya dan masih berpotensi mengalami penurunan bahkan hingga target koreksi terdekat 5500. Koreksi ini tak lain disebabkan oleh pelemahan rupiah yang hingga kemarin (8 Mei 2018) menyentuh level Rp 14,000 per Dollar AS.

Koreksi tajam pada IHSG di bulan Mei ini didorong oleh saham-saham big caps sektor barang konsumsi dan finansial yang melemah tajam. Perlu Anda ketahui, kedua sektor tersebut merupakan 2 sektor dengan kapitalisasi terbesar di bursa sehingga menjadi “driver” bagi pergerakan IHSG.

Dengan turun tajam ya kedua sektor ini, adakah peluang menarik untuk investasi? Terutama pada saham sektor konsumsi yang cenderung defensif, susah turun, dan kali ini diberi diskon besar-besaran.

Apa yang membuat sektor ini menarik dan menjadi sektor yang defensif di kala pasar yang sedang turun? Bagaimana sebaiknya action kita untuk mendapat keuntungan dari pasar yang sedang turun ini?

Yuk kita pelajari bersama, peluang investasi di sektor barang konsumsi.

Peluang Investasi Sektor Konsumsi

Sektor konsumsi, adalah sektor yang sangat defensif, sangat menarik. Mengapa? Karena produk dalam sektor ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Bahkan produk dari sektor konsumsi ini menjadi kebutuhan pokok buat semua orang.

Hal ini membuat sektor konsumsi cukup kebal dalam kondisi krisis. Harga saham dan valuasinya pun selalu premium. Tidak heran, turunnya saham-saham di sektor ini menjadi peluang besar bagi investor saham penggemar barang konsumsi.

Beberapa perusahaan yang bisa kita cermati dalam sektor ini diantaranya adalah UNVR, HMSP, GGRM, INDF dan MYOR. Bagaimana peluang dari masing-masing saham tersebut?

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)

Pernahkah terpikirkan oleh Anda jika terjadi krisis Anda tidak akan mandi, tidak akan memasak atau bahkan tidak akan makan?

Tentunya itu adalah hal yang mustahil, baik pada saat krisis atau tidak orang pasti tetap akan mandi, masak dan maka. Inilah yang membuat UNVR menjadi perusahaan yang mampu bertahan dikala krisis. Karena produk-produk dari UNVR akan tetap dibutuhkan oleh masyarakat baik pada saat krisis maupun pada saat perekonomian sedang baik-baik saja.

UNVR memiliki bisnis yang cukup sederhana dan mudah dipahami. UNVR memproduksi barang-barang yang kita biasa gunakan di rumah. Bahkan mungkin bila kita perhatikan di rumah kita masing-masing ada produk-produk yang diproduksi oleh UNVR.

Lalu bagaimana dengan pertumbuhan dan kinerja UNVR?

Secara fundamental, perusahaan ini termasuk perusahaan yang sudah dewasa sehingga pertumbuhannya tidak signifikan.

Tahun 2014 2015 2016 2017
Revenue 34.51 T 36.48 T 40.05 T 41.20 T
Net Income 5.74 T 5.85 T 6.39 T 7.00 T
EPS 752 766 837 918
ROE 124.8 % 121.2 % 135.8 % 135.4 %
DER 2.1x 2.0x 2.6x 2.7x

Akan tetapi data beberapa tahun terakhir tercatat bahwa UNVR selalu membagikan 100% dari laba bersihnya sebagai dividen untuk para pemegang saham. Artinya apa? Saham UNVR cocok untuk Anda yang ingin mendapatkan passive income melalui income investing.

Valuasi UNVR cukup tinggi beberapa waktu yang lalu, di angka 63.6x. Secara historis, saham UNVR dapat dikategorikan murah ketika valuasi berkisar 46.7x.

Saat ini (9 Mei 2018) dengan harga Rp 47,050 dan EPS (Annualized) 964 , UNVR memiliki valuasi 48.8x.

Anda bisa membeli saham ini dalam valuasi termurahnya di sekitar harga Rp 45,000.

PT H.M. Sampoerna tbk (HMSP)

Selain makanan dan minuman, produk konsumsi yang tidak kalah popular adalah rokok. Bahkan bila kita lihat disekitar kita banyak perokok aktif yang lebih mementingkan rokok ketimbang makan.

HMSP merupakan perusahaan rokok terkemuka Indonesia. HMSP memproduksi sejumlah kelompok merk rokok kretek yang dikenal luas, diantaranya Sampoerna A, Sampoerna Kretek, Sampoerna U serta rokok legendaris Dji Sam Soe.

Kinerja keuangan HMSP juga termasuk memiliki pertumbuhan yang baik serta mencatatkan laba yang cukup konsisten.

Tahun 2014 2015 2016 2017
Revenue 80.69 T 89.07 T 95.47 T 99.09 T
Net Income 10.18 T 10.36 T 12.76 T 12.67 T
EPS 93 93 109 108
ROE 75.4 % 32.4 % 37.3 % 37.1 %
DER 1.1x 0.2x 0.2x 0.3x

Meskipun laba bersih pada tahun 2017 relatif stagnan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, secara keseluruhan HSMP memiliki fundamental yang sangat kuat, terlebih ketika HMSP sudah berada di bawah naungan Philip Morris.

Selama 3 bulan terakhir saham ini telah terkoreksi cukup dalam.

Laba bersih perusahaan ini cenderung bertumbuh dengan baik dalam 4 tahun terakhir.

Bagaimana dengan valuasinya?

Secara historis, saham HMSP ini memiliki valuasi tertinggi di level PER 51.4x, dan valuasi terdiskon dengan PER sebesar 23.3x, pada harga Rp 2430.

Bagaimana dengan saat ini?

Saat ini HMSP diperdagangkan pada harga Rp 3,400 dengan valuasi angka PER 32.9x sehingga tergolong masih cukup mahal untuk dibeli.

PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Sama seperti HSMP, GGRM juga perusahaan rokok yang telah lama berdiri. Produk-produk dari GGRM ini tentu tidak kalah menarik dibandingkan dengan produk dari HSMP.

Perusahaan rokok seperti HSMP dan GGRM ini tetap mengalami pertumbuhan pendapatan yang baik meskipun ada kenaikan cukai rokok. Hal ini berdampak pada kenaikan harga jual rokok, namun ini tidak mempengaruhi penurunan permintaan beli konsumen rokok.

GGRM memiliki kinerja yang tidak kalah cemerlang dibandingkan dengan HMSP, selain itu melihat valuasi saham ini lebih murah dibandingkan dengan HMSP.

Tahun 2014 2015 2016 2017
Revenue 65.19 T 70.37 T 76.27 T 83.31 T
Net Income 5.37 T 6.44 T 6.68 T 7.75 T
EPS 2,790 3,344 3,470 4,029
ROE 16.2 % 17.0 % 16.9 % 18.4 %
DER 0.8x 0.7x 0.6x 0.6x

Melihat kinerja 4 tahun terakhir, GGRM mencatatkan pertumbuhan yang baik dari pendapatan maupun laba bersih. Bahkan di tahun 2017 saat HMSP mencatatkan pertumbuhan laba yang stagnan GGRM mencatatkan pertumbuhan laba 16.02% dibandingkan dengan tahun 2016.

Valuasi GGRM cukup tinggi beberapa waktu yang lalu, di angka PER 23.0x pada harga Rp 86,400. Secara historis, saham GGRM dapat dikategorikan murah ketika valuasi berkisar PER 16.5x.

Saat ini GGRM diperdagangkan dengan harga Rp 67,600 dan EPS (Annualized) Rp 3932, UNVR memiliki valuasi 17.2x.

Anda bisa membeli saham ini dalam valuasi termurahnya di sekitar harga Rp 64,800.

PT Indofood Sukses Makmur tbk (INDF)

Hampir sama dengan UNVR, INDF juga memiliki bisnis yang sederhana dan mudah dipahami. Produk andalan dari INDF ini adalah Indomie, Mie Instant yang bahkan sangat sering kita konsumsi. Bahkan penjualan dari INDF juga selalu bertumbuh seiring semakin banyaknya cafe-cafe yang menyajikan Mie Instant Produksi INDF.

Secara fundamental, INDF selalu mencatatkan kinerja yang baik setiap tahunnya.

Tahun 2014 2015 2016 2017
Revenue 63.59 T 64.06 T 66.75 T 70.19 T
Net Income 3.88 T 2.97 T 4.14 T 4.17 T
EPS 442 293 432 474
ROE 15.1 % 10.9 % 14.3 % 13.4 %
DER 1.7x 2.0x 1.3x 1.0x

INDF mencatatkan pendapatan yang bertumbuh cukup konsisten meskipun tidak signifikan. Laba Bersih sempat turun pada tahun 2015 namun pada tahun 2016 kembali mencatatkan laba bersih yang tinggi.

Secara keseluruhan bisa disimpulkan INDF masih memiliki fundamental yang kuat.

Bagaimana dengan valuasinya?

Secara historis, saham INDF ini memiliki valuasi tertinggi di level PER 17.8x, dan valuasi terdiskon dengan PER sebesar 11.6x, pada harga Rp 5,500.

Apakah saat ini sudah murah?

Saat ini HMSP diperdagangkan pada harga Rp 6,200 dengan valuasi angka PER 13.0x sehingga tergolong masih cukup mahal untuk dibeli.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

Bicara tentang sektor konsumsi, tidak lengkap jika kita tidak membahas saham yang satu ini.

Meskipun tidak bisa dibilang berkapitalisasi besar, saham MYOR ini layak mendapat perhatian karena sektornya yang merakyat.

MYOR adalah perusahaan dengan bisnis yang baik. Bisnis yang dijalankan oleh MYOR adalah produksi makanan ringan seperti biscuit Roma, Beng-Beng, Energen, kopi Tora Bika, Kopiko dan masih banyak produk-produk lainnya.

Produk yang dijual MYOR merupakan makanan ringan yang mungkin sering kita konsumsi sehari-hari. Tak heran bila MYOR memiliki fundamental yang kuat.

Berikut ini adalah kinerja MYOR dalam 4 tahun terakhir.

Tahun 2014 2015 2016 2017
Revenue 14.17 T 14.82 T 18.35 T 20.82 T
Net Income 403 M 1.22 T 1.35 T 1.59 T
EPS 18 54 60 71
ROE 9.8 % 24.0 % 22.1 % 22.2 %
DER 1.5 1.4 1.0 1.1

Dilihat dari pertumbuhan baik pendapatan dan laba perusahaan selama 4 tahun terakhir selalu bertumbuh dengan baik. Return on Equity dari MYOR selalu konsisten diatas 20%. Sementara itu EPS selalu naik dari tahun ke tahun.

Valuasi saham MYOR secara historis menyentuh level tertinggi pada level Rp 3130 dengan valuasi PER 48.9x. MYOR bisa dikategorikan murah pada level PER 26.4x.

MYOR saat ini diperdagangkan pada Rp 2990 dengan valuasi PER 42.1x. Saat ini secara Valuasi harga MYOR masih masuk dalam kategori mahal. Namun melihat volatilitas saham ini, saham ini juga cocok untuk ditradingkan.

Lalu, Kapan waktu yang tepat bagi kita beli untuk investasi? Dan saham apa saja yang bisa dipilih?

Secara keseluruhan, saham-saham yang kita ulas diatas merupakan saham-saham dengan fundamental yang kuat. Sehingga masih sangat baik untuk investasi.

Secara teknis, saham UNVR saat ini berada di area suport kuat untuk rentang waktu jangka panjang. Hal ini berbeda dengan saham HMSP yang sudah mulai turun di bawah support.

Sementara itu, saham GGRM secara teknikal masih akan turun dalam jangka waktu menengah, sama seperti INDF yang secara teknikal masih berpotensi mengalami penurunan. Selain itu, MYOR secara teknikal masih berada pada trend bullish kuat dan berpotensi membentuk all-time high.

Kesimpulan:

Untuk investor jangka panjang, saat ini mulai boleh nyicil beli UNVR dari harga Rp 44,000 sampai dengan Rp 47,000 sampai akhir tahun 2018.

Jika Anda bukan investor saham syariah, Anda bisa juga pilih HMSP untuk investasi jangka panjang, dengan cara nyicil beli dari harga Rp 2,700 sampai dengan Rp 3,300 sampai akhir tahun 2018. Selain itu, GGRM juga cukup menarik di level Rp 55,000 sampai dengan Rp 65,000.

Untuk INDF, setelah menembus support di level Rp 6,500 berpotensi menguji support kuat di sekitar level Rp 5,000 sampai Rp 5,500.

Sementara itu untuk trader, lebih baik pilih saham MYOR namun anda perlu mewaspadai likuiditas saham ini.

Bagaimana trading plan dan key action strategy selengkapnya untu

Saham-Saham ini Mulai Murah untuk Dibeli
 

Artikel Terkait

Saham-Saham ini Mulai Murah untuk Dibeli

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email