x
Breaking News
0

Review Kinerja Keuangan Sektoral Semester I - 2017

Oleh Frans WigunaRingkasan Pasar11/08/2017 10:37
id.investing.com/analysis/review-kinerja-keuangan-sektoral-semester-i--2017-200196446
Review Kinerja Keuangan Sektoral Semester I - 2017
Oleh Frans Wiguna   |  11/08/2017 10:37
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

creative-trader
creative-trader

Sektor Perbankan

Kinerja emiten Bank di 1H17 relatif sesuai dengan estimasi dimana laba bersih mencapai 48% dari estimasi laba bersih 2017. Secara total, ada pertumbuhan laba bersih sebesar 25.4% YoY dengan pertumbuhan tertinggi tercatat pada BBNI (46.7% YoY) untuk Big Bank serta BNGA (87.5%) untuk bank secara keseluruhan (yang di-Cover oleh “CC”). Pertumbuhan terbesar secara keseluruhan sebenarnya dicatat oleh BNLI karena pada 1H16 BNLI mencatat rugi.

Pertumbuhan kredit (Loan Growth) secara umum mencapai 9.3% YoY, lebih rendah dari pertumbuhan deposito (Deposit Growth) sebesar 10.1% YoY. Marjin keuntungan bank (Net Interest Margin atau NIM) di 2Q17 naik menjadi 6.38% dari 1Q17 sebesar 6.33%. Kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL) di 2Q17 pun turun menjadi 2.87% dari 1Q17 sebesar 2.98%. Kemungkinan besar NPL memuncak di 4Q16 – 1Q17 sebesar 3% dan saat ini sedang tren turun hingga akhir 2017.

Sektor Retail

Tingkat Keyakinan Konsumen Indonesia di Jul’17 turun tipis menjadi 98.2 dari 98.24 di Jun’17 yang disebabkan oleh masyarakat kelas bawah yang relatif pesimis. Masyarakat kelas atas relatif optimis.

Same Store Sales Growth (SSSG) di 1H17 tidak sebaik dan setinggi 1H16. SSSG tertinggi pada 1H17 tercatat pada RALS sementara SSSG ACES tercatat naik sejak 4Q16.

Pertumbuhan penjualan tertinggi di lebaran 2017 (2Q17) secara YoY terjadi pada ACES dan MAPI yang merupakan Mid-Up. Untuk Low-End Retailers, LPPF tercatat paling tinggi. Sedangkan untuk pertumbuhan laba bersih , pertumbuhan tertinggi tercatat pada MAPI dan ACES (lagi – lagi Mid-Up) dan RALS.

Margin keuntungan kotor dan bersih yang naik di 1H17 adalah RALS, MAPI dan MPPA

Sektor Property

Terjadi kenaikan harga properti baru (Primary Market) sebesar 5.7% MoM di Ju’17 sementara harga properti second (Seconday Market) di Jul’17 hanya naik 3.5% MoM. Dengan demikian, diskon rumah Second dibanding rumah baru mencapai 11.7%, tertinggi sejak 2014. Developer lebih optimis terhadap penjualan rumah di 2H17.

Berbeda dengan apartemen yang justru Secondary Market apartemen naik 3.5% MoM dan kenaikan tarif sewa sebesar 1.3% MoM di Jul’17. Perlu diperhatikan bahwa suplai apartemen naik 87% QoQ di 2Q17 seiring dengan peluncuran apartemen – apartemen di Meikarta milik LPKR.

Marketing Sales di 1H17 masih relatif lemah dengan hanya tumbuh 9% YoY karena ditopang oleh Marketing Sales DILD yang tumbuh 165% YoY. Itupun karena adanya penjualan lahan industri untuk Astra Honda Motor. Marketing Sales untuk properti Residential turun -10% YoY. Namun demikian, dalam hal pencapaian target Marketing Sales, ada perbaikan pencapaian dimana di 1H17, rata – rata emiten mencapai target sebeasr 38% (1H16 : hanya 21%).

Sektor Media

Pada bulan Jul’17, Audience Share SCMA (SCTV dan Indosiar) berhasil meningkat menjadi 26.9% dari bulan Jun’17 sebesar 25.5%. Peningkatan Audience Share SCMA disebabkan oleh Indosiar yang meningkat menjadi 13.6% di Jul’17 (Jun’17 : 11%) sedangkan SCTV justru kembali turun menjadi 13.3% (Jun’17 : 14.5%). Penurunan Audience Share SCTV kemungkinan disebabkan persaingan di acara sinetron dengan ANTV (VIVA).

Audience Share MNCN (RCTI, MNC TV) justru turun menjadi 33.7% di Jul’17 (Jun’16 : 36.9%). Penurunan disebabkan oleh turunnya Audience Share RCTI menjadi 16.2% di Jul’17 (Jun’17 : 18.9%) walaupun Audience Share MNC TV berhasil naik menjadi 12% (Jun’17 : 10.9%). Penguatan MNC TV disebabkan adanya sinetron India.

Audience Share VIVA (ANTV) terus menguat menjadi 22.4% di Jul’17 (Jun’17 : 21.5%) ditopang oleh dua sinetron lokal.

Review ini dibuat berdasarkan Report yang dirilis oleh sekuritas-sekuritas ternama di Indonesia, dan dirangkum oleh Team CTS HOT INFO.

Review Kinerja Keuangan Sektoral Semester I - 2017
 

Artikel Terkait

Review Kinerja Keuangan Sektoral Semester I - 2017

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Tulis pendapat Anda di sini
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
Kirim
Kirim juga ke :
1000
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
Kirim 1000
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
 
 
 
Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email