Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Preview Pendapatan American Airlines: Biaya Bahan Bakar Lebih Tinggi, Omicron akan Menekan Pendapatan

id.investing.com/analysis/preview-pendapatan-american-airlines-biaya-bahan-bakar-lebih-tinggi-omicron-akan-menekan-pendapatan-200235360
Preview Pendapatan American Airlines: Biaya Bahan Bakar Lebih Tinggi, Omicron akan Menekan Pendapatan
Oleh Haris Anwer/Investing.com   |  20/01/2022 07:40
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 
  • Melaporkan hasil Kuartal ke 4 tahun 2021 hari Kamis, 20 Januari, sebelum pasar dibuka

  • Ekspektasi Pendapatan: $9,31 miliar

  • Ekspektasi EPS: -$1,54

Saham maskapai penerbangan terus menjadi investasi berisiko meskipun ada pemulihan kuat tahun lalu pada lalu lintas penumpang. Penyebaran varian Omicron yang cepat dan kenaikan harga bahan bakar telah mengaburkan prospek pertumbuhan sektor traveling ini, tepat ketika sektor tersebut mulai pulih dari salah satu penurunan paling curam dalam sejarah.

AAL Weekly TTM
AAL Weekly TTM

Yang paling terkena dampaknya di antara operator AS adalah American Airlines (NASDAQ:AAL) yang kemungkinan akan mencerminkan tantangan ini dalam pendapatan kuartal keempat besok. Menurut perkiraan konsensus analis, sementara penjualan diperkirakan meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan Kuartal ke 4 tahun 2020, perusahaan akan menunjukkan kerugian yang semakin parah selama periode tersebut.

Bulan Oktober lalu, perusahaan memperingatkan bahwa biaya bahan bakar yang lebih tinggi dapat menunda perjalanannya menuju profitabilitas setelah kerugian akibat pandemi.

Biaya bahan bakar bersaing dengan tenaga kerja sebagai pengeluaran paling signifikan bagi operator, dan harga yang terus-menerus lebih tinggi dapat menggagalkan upaya sebagian besar maskapai AS untuk kembali menghasilkan keuntungan setelah jatuhnya sektor traveling selama pandemi virus corona. American Airlines menghabiskan $1,95 miliar untuk bahan bakar dan pajak pada kuartal ketiga saja, tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

Seiring dengan meningkatnya biaya, ledakan pertumbuhan infeksi Omicron di AS telah menambah ketidakpastian. Penyakit dan cuaca buruk bertanggung jawab atas sekitar 20.000 pembatalan penerbangan selama musim liburan.

Keterlambatan dalam Pemulihan

Pekan lalu, Delta Air Lines (NYSE:DAL) mengatakan kepada investor bahwa varian Omicron yang menyebar dengan cepat akan menunda pemulihan traveling setidaknya 60 hari dan berkontribusi pada kerugian kuartal pertama. Dengan kasus virus corona diperkirakan akan memuncak di AS dalam tujuh hari ke depan, laju peningkatan traveling akan pulih di paruh kedua Februari, kata Delta dalam rilis pendapatannya.

Risiko ini telah membuat saham maskapai di bawah tekanan terus-menerus sejak musim panas lalu. Saham AAL turun sekitar 29% sejak tertinggi Juni, ditutup hari Selasa di $17,90 setelah jatuh lebih dari 3%.

Terlepas dari ketidakpastian pandemi dan tekanan biaya, tren lalu lintas udara di saat Omicron ini menunjukkan bahwa para pelancong jauh lebih bersedia untuk mengambil penerbangan sekarang daripada tahun lalu. Menurut data Administrasi Keselamatan Transportasi, lalu lintas bandara baru-baru ini mencapai sekitar 85% dari puncak pra-COVID yang terlihat pada akhir 2019—tidak sebagus hampir 90% yang diposting selama akhir pekan Thanksgiving, tetapi lebih baik daripada yang ditakuti beberapa investor.

Walaupun tren lalu lintas udara cukup menggembirakan, hal ini tidak menyembunyikan bahwa maskapai penerbangan telah menjadi investasi yang buruk bagi investor selama bertahun-tahun. ETF Global Jets (NYSE:JETS) AS turun 23,5% dalam lima tahun terakhir, periode dimana S&P 500 naik lebih dari dua kali lipat.

JETS Weekly Chart
JETS Weekly Chart

Dan bahkan jika lalu lintas domestik pulih tahun depan, kecil kemungkinan segmen bisnis maskapai penerbangan akan kembali ke tingkat sebelum COVID dengan cepat. Tahap pertumbuhan selanjutnya untuk maskapai penerbangan, yang akan bergantung pada dimulainya kembali perjalanan internasional dan bisnis, masih menghadapi berbagai ketidakpastian karena varian COVID baru muncul dan semua jenis perusahaan berupaya memangkas biaya.

Intinya

Saham maskapai penerbangan bukanlah sebuah investasi yang menarik. Sektor ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk biaya bahan bakar yang lebih tinggi, kekurangan tenaga kerja, dan potensi munculnya varian virus corona baru. Di tengah hambatan ini, tidak masuk akal untuk memiliki saham maskapai ketika ada peluang potensial lain di pasar.

Preview Pendapatan American Airlines: Biaya Bahan Bakar Lebih Tinggi, Omicron akan Menekan Pendapatan
 

Artikel Terkait

Preview Pendapatan American Airlines: Biaya Bahan Bakar Lebih Tinggi, Omicron akan Menekan Pendapatan

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email