Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Permintaan Minyak Dorong Harga Lebih Tinggi, Tapi Negosiasi AS – Iran Berjalan Lambat

Oleh Ellen R. Wald, Ph.D.Komoditas11/06/2021 09:39
id.investing.com/analysis/permintaan-minyak-dorong-harga-lebih-tinggi-tapi-negosiasi-as--iran-berjalan-lambat-200230510
Permintaan Minyak Dorong Harga Lebih Tinggi, Tapi Negosiasi AS – Iran Berjalan Lambat
Oleh Ellen R. Wald, Ph.D.   |  11/06/2021 09:39
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Permintaan yang lebih tinggi dan dimulainya musim mengemudi musim panas di AS memainkan peran penting dalam menggerakkan harga minyak lebih tinggi. WTI menembus batas $70 per barel pada Rabu pagi, dan Brent naik ke $72 per barel.

WTI Weekly Chart
WTI Weekly Chart

Pemain lain yang mempengaruhi kenaikan harga adalah minyak Iran, atau lebih tepatnya, kekurangan pasokan yang terus menerus di pasar.

Ketika Presiden Joseph Biden menjabat, harapannya adalah bahwa pemerintahannya akan segera kembali ke perjanjian nuklir JCPOA untuk mengakhiri sanksi AS yang mencegah sebagian besar negara membeli minyak Iran. Kita sekarang berada di pertengahan tahun 2021, dan negosiasi antara AS dan Iran berjalan lambat, tanpa akhir yang jelas.

Oleh karena itu, trader akan membutuhkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penting ini:

1.Kapan pembicaraan nuklir antara AS dan Iran akan berakhir?

2.Apakah sanksi akan dicabut? Dan jika demikian, kapan?

3.Siapa yang bisa diharapkan untuk membeli minyak Iran?

4.Berapa banyak minyak yang dapat diharapkan Iran untuk bisa diproduksi dan diekspor?

5.Bagaimana pemilihan Presiden Iran mendatang akan berdampak pada kebijakan minyak di negara tersebut?

Status Ekspor dan Penyimpanan Minyak Iran

Minimnya pergerakan negosiasi JCPOA antara AS dan Iran menyebabkan masalah logistik bagi industri minyak Iran. Iran telah meningkatkan jumlah minyak yang diekspor secara diam-diam. Menurut TankerTrackers.com, Iran mengekspor 1,63 juta barel per hari pada Maret 2021, dimana jumlah tersebut berarti 600.000 barel per hari lebih tinggi daripada yang diekspor hanya lima bulan sebelumnya.

Begitu negosiasi antara AS dan Iran dimulai, Iran mulai memotong ekspornya, mungkin karena berharap untuk menempatkan minyak itu di pasar secara legal. Iran memperkirakan pembicaraan akan selesai bulan Mei. Akibat ekspektasi ini, Republik Islam ini hanya mengekspor 900.000 barel per hari pada Mei.

Tapi, tidak ada kesepakatan yang tercapai dan sekarang Iran memiliki terlalu banyak minyak dan kondensat dalam persediaan dan tidak ada tempat untuk menjualnya.

Menurut TankerTrackers.com, Iran sekarang menyimpan lebih banyak minyak mentah di darat dan bahkan memotong produksi dari ladang lepas pantainya. Selain itu, hampir seluruh armada kapal tanker Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) saat ini menyimpan 70 juta barel kondensat gas di dekat pelabuhan Asaluyeh. Biasanya, kapal tanker ini mengangkut minyak ke China.

Ketika pembicaraan berlanjut, pertanyaan bagi Iran adalah apakah ia harus mengekspor lebih banyak minyak secara diam-diam dengan biaya yang lebih sedikit. Atau, Iran dapat mencoba menemukan lebih banyak kapal dan terus membangun penyimpanan terapungnya. Tren kenaikan ekspor minyak dari Iran pada bulan Juni dapat memberi sinyal kepada para pedagang bahwa negara itu tidak optimis untuk menyelesaikan masalah dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Pentingnya Waktu

Menurut pernyataan dari Farokh Alikhani, deputi produksi Perusahaan Minyak Nasional Iran, Iran dapat meningkatkan produksi minyaknya menjadi 3,3 juta barel per hari dalam waktu satu bulan dan kemudian hingga 4 juta bph dalam waktu dua bulan setelah itu. Beberapa analis skeptis bahwa Iran akan berhasil dengan rencana yang sangat ambisius ini. Pembeli potensial pun tidak akan segera membelinya. Analis lain percaya bahwa Iran dapat kembali ke pasar dengan cepat, meningkatkan produksi sesuai dengan jumlah targetnya dalam waktu 1-2 bulan.

Siapa Pelanggan Potensial Iran?

Pelanggan utama minyak Iran adalah China. Jika Iran mengekspor lebih banyak minyak sekarang dengan harga lebih rendah dari pasar, China kemungkinan akan membelinya. Jepang telah mengindikasikan bahwa mereka tidak dapat melanjutkan pembelian minyak Iran tiga bulan setelah sanksi secara resmi dicabut, dengan asumsi sanksi akan dicabut.

Pada bulan Mei, dua kilang India mengkonfirmasi bahwa mereka sedang mengevaluasi bagaimana mereka dapat memperkenalkan kembali minyak Iran ke dalam campuran pembelian minyak mentah mereka. Keduanya cenderung untuk membeli minyak Iran dalam keadaan yang tepat; mereka belum menentukan kapan, tapi kemungkinan tahun fiskal ini. India pernah menjadi pembeli utama minyak Iran sebelum sanksi, dan sekarang ada ketegangan dengan beberapa pemasok India baru-baru ini, khususnya Arab Saudi.

Korea Selatan juga merupakan pembeli utama kondensat gas Iran sebelum sanksi. Ini akan menjadi prioritas bagi Iran untuk membongkar kelebihan pasokan kondensat (dari inventaris) ke pelanggan seperti Korea Selatan sesegera mungkin.

Pemilu Mendatang dan Implikasinya

Pemilihan presiden Iran yang akan datang tidak akan mengubah arah negosiasi Iran dengan AS, karena kebijakan tersebut ditetapkan oleh Hakim Agung dan kemungkinan akan tetap konsisten. Hakim Agung bukanlah posisi terpilih.

Investasi jangka panjang

Menteri Perminyakan Iran Bijan Zangeneh telah mengindikasikan bahwa ia berencana untuk pensiun dari posisinya sebagai menteri perminyakan setelah pemilihan presiden. Setelah penandatanganan JCPOA dan berakhirnya sanksi minyak internasional pada tahun 2015, Zangeneh dengan lantang mendukung pembukaan aset minyak Iran kepada perusahaan asing dengan jenis kontrak baru yang dirancang untuk memberi perusahaan asing lebih banyak pendapatan dari investasi mereka jika menandatangani kontrak untuk jangka waktu yang lebih lama.

Dia berargumentasi dengan pemerintah, dengan alasan mendukung kesepakatan yang akan menarik perusahaan asing untuk memasuki negara itu dan memberikan industri minyak Iran dengan investasi dan pengetahuan yang dibutuhkan, tetapi tidak berhasil.

Terlepas dari bagaimana pemilihan berlangsung, tidak mungkin penggantinya akan bersedia untuk melawan sikap proteksionis pemerintah. Ini berarti bahwa hanya sedikit perusahaan yang mau melakukan investasi besar dalam aset minyak dan gas Iran. Mungkin hanya perusahaan milik negara di China dan Rusia yang tertarik mengambil risiko itu.


Permintaan Minyak Dorong Harga Lebih Tinggi, Tapi Negosiasi AS – Iran Berjalan Lambat
 

Artikel Terkait

Permintaan Minyak Dorong Harga Lebih Tinggi, Tapi Negosiasi AS – Iran Berjalan Lambat

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email