Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Pengetatan Kebijakan Moneter AS Dapat Menekan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Eropa

Oleh Investing.com (Darrell Delamaide/Investing.com)Obligasi18/01/2022 20:47
id.investing.com/analysis/pengetatan-kebijakan-moneter-as-dapat-menekan-imbal-hasil-obligasi-pemerintah-eropa-200235336
Pengetatan Kebijakan Moneter AS Dapat Menekan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Eropa
Oleh Investing.com (Darrell Delamaide/Investing.com)   |  18/01/2022 20:47
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Investor Eropa bertanya-tanya seberapa besar tekanan pengetatan moneter di AS akan berpengaruh pada Bank Sentral Eropa dan imbal hasil obligasi negara Uni Eropa.

Kemungkinannya adalah Federal Reserve akan mulai menaikkan suku bunga bulan Maret mendatang dan pejabat Fed sekarang berbicara tentang tiga atau empat kenaikan suku bunga tahun ini.

Namun, kata terakhir dari ECB adalah tidak ada kenaikan suku bunga tahun ini dan perbedaan dalam pendekatan ini menimbulkan beberapa pertanyaan.

Pasar mata uang goyah, tetapi posisi spekulatif dalam dolar tetap ada selama para trader memperhitungkan kenaikan suku bunga Fed sudah diperhitungkan di pasar.

Obligasi 10 tahun Jerman yang diawasi ketat, patokan untuk zona euro, menunjukkan sedikit kenaikan imbal hasil pada perdagangan Senin, menetap di minus 0,0245%, dibandingkan Jumat malam sebesar minus 0,0395%.

German 10-year Weekly Chart
German 10-year Weekly Chart

Investor mungkin menguji imbal hasil nol, tetapi analis memperkirakan imbal hasil obligasi Jerman menunjukkan resistance pada level itu.

Seberapa jauh pemisahan ini akan berjalan mungkin bergantung pada ekspektasi inflasi di AS karena pejabat Fed tampaknya masih percaya bahwa kenaikan harga hanya untuk sementara, meskipun lebih intens dan lebih lama dari yang mereka perkirakan.

Imbal hasil Treasury bergerak lebih tinggi tetapi investor tampaknya masih siap menerima pandangan Fed bahwa inflasi akan terkendali. Imbal hasil pada obligasi Treasury 10 tahun mencapai 1,8% minggu lalu.

US 10-year Weekly Chart
US 10-year Weekly Chart

Senin adalah hari libur di AS tetapi imbal hasil di pasar berjangka naik menjadi 1,85% dan posisi spekulatif adalah bearish.

Mengingat lonjakan year-on-year sebesar 7% dalam indeks harga konsumen bulan Desember, ini adalah peningkatan imbal hasil yang relatif ringan.

Imbal Hasil Inggris, Italia, dan Prancis Melonjak Karena Kegelisahan Politik

Obligasi pemerintah Inggris berada dalam posisi khusus. Bank of England memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sulit, yaitu dengan menaikkan suku bunga utamanya sebesar 15 basis poin, menjadi 0,25%, bulan lalu. Imbal hasil obligasi 10 tahun telah meningkat lebih dari satu persen sejak saat itu, dan berada di 1,1970% pada hari Senin.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada dalam masalah—banyak masalah—karena mengadakan pesta di kediamannya di Downing Street No. 10 sementara semua orang sedang dalam situasi lockdown, dan dia tidak mengakui pesta tersebut.

Tetapi kenaikan suku bunga preemptive telah menempatkan pengekangan dibagian bawah potensi jatuh dari imbal hasil emas dan analis tampaknya tidak terlalu khawatir tentang nasib Johnson. Ada dua anggota kabinet Partai Konservatif yang siap mengambil alih—Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Luar Negeri Liz Truss—dan Johnson telah keluar dari situasi sulit sebelumnya.

Yang lebih memprihatinkan adalah berakhirnya pelonggaran kuantitatif di Inggris. Ada penerbitan terbatas pada kuartal ini—hanya £17 miliar—tetapi ketika penerbitan skala penuh dilanjutkan di kuartal yang tersisa, tidak akan ada pembelian dari Bank of England.

Italia menghadapi perombakan politik bulan ini ketika parlemen memilih presiden baru, yang sebagian besar berfungsi sebagai kepala negara seremonial. Perdana Menteri Mario Draghi adalah kandidat utama, dan satu-satunya kekhawatiran adalah bahwa kepergiannya sebagai kepala pemerintahan akan menghasilkan pemilihan yang cepat dan terbentuknya koalisi yang sulit.

Imbal hasil obligasi 10 tahun telah meningkat sekitar 40 basis poin dalam beberapa pekan terakhir, menjadi sekitar 1,365% pada hari Senin, tetapi investor tampaknya tidak terlalu khawatir. Bahkan sebagai presiden, Draghi akan mengatakan banyak hal tentang pembentukan pemerintahan dan Italia memiliki banyak alasan untuk tidak mempersulit Uni Eropa saat bantuan pemulihan pandemi mengalir masuk.

Demikian pula, imbal hasil obligasi Prancis 10 tahun telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir karena para kandidat bersaing ketat menjelang pemilihan presiden pada bulan April. Imbal hasil mendekati 0,360% hari Senin, setelah sempat turun ke wilayah negatif pada bulan Desember.

Presiden Emmanuel Macron akan mengalami sedikit kesulitan mengalahkan kandidat sayap kanan Marine Le Pen di putaran kedua. Kandidat center-right, Valérie Pécresse, yang merupakan kepala wilayah ibu kota Ile-de-France, akan memberikan lebih banyak tantangan, tapi tidak ada jaminan dia akan lolos ke putaran kedua. Bagaimanapun, kembalinya kaum Galia—yang sekarang dinamai kembali sebagai Partai Republik—tidak akan menimbulkan kekecewaan besar.

Pengetatan Kebijakan Moneter AS Dapat Menekan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Eropa
 

Artikel Terkait

Pengetatan Kebijakan Moneter AS Dapat Menekan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Eropa

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
Komentar (1)
Putra Aria Nugraha Hidayat
Putra Aria Nugraha Hidayat 18/01/2022 21:06
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Komentar ini telah tersimpan di Item Tersimpan
tengkyu sir..... you are Awesome.....
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email