Breaking News
0
Versi Bebas Iklan. Tingkatkan pengalaman Investing.com Anda. Hemat hingga 40% Detail selengkapnya

Pengertian Gross Profit Margin dan Net Profit Margin

Oleh Guntur HerlambangPasar Saham09/03/2018 08:44
id.investing.com/analysis/pengertian-gross-profit-margin-dan-net-profit-margin-200200125
Pengertian Gross Profit Margin dan Net Profit Margin
Oleh Guntur Herlambang   |  09/03/2018 08:44
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Gross Profit Margin atau sesuai namanya yaitu Margin Laba Kotor adalah perbandingan antara laba kotor dengan penjualan atau pendapatan yang ada. Sedangkan Net Profit Margin adalah perbandingan antara laba bersih dengan penjualan atau pendapatan. Keduanya umumnya dinyatakan dalam persen. Indikator ini merupakan indikator yang menunjukkan efisiensi produk dari perusahaan dalam menghasilkan laba. Perusahaan yang memiliki margin lebih besar berarti menghasilkan laba lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki margin kecil jika diukur dalam nilai penjualan yang sama.

stockdansaham
stockdansaham

Rumus Margin Laba Kotor (gross profit margin)

stockdansaham
stockdansaham


Rumus Margin Laba Bersih (net profit margin)



Melihat Profit Margin Lebih Dalam

Profit margin digunakan merupakan salah satu faktor profitabilitas yaitu kemampuan perusahaan dalam membuat laba serta efisien. Perusahaan yang memiliki profit margin besar berarti perusahaan tersebut efisien dan produknya lebih menguntungkan dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki profit margin lebih kecil. Sebagai contoh Perusahaan ABCD membukukan pendapatan sebesar Rp 100 miliar dan memiliki laba bersih sebesar Rp 20 miliar, yang artinya margin laba bersihnya adalah sebesar 20%. Sedangkan Perusahaan lain yaitu Perusahaan WXYZ membukukan pendapatan sebesar Rp 300 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 30 miliar, margin laba bersihnya 10%. Kendati laba bersih Perusahaan WXYZ lebih besar namun jika diukur dari efisiensinya maka Perusahaan ABCD lebih efisien dibandingkan Perusahaan WXYZ. Seandainya Perusahaan mencetak pendapatan yang meningkat hingga menyamai Perusahaan WXYZ dan nilai margin laba bersihnya tetap sama maka laba bersihnya bisa menjadi Rp 60 miliar. Perusahaan ABCD lebih efisien untuk perbandingan nilai penjualan yang sama. Itulah mengapa profit margin memiliki peranan penting dalam menentukan kemampuan perusahaan dalam mencetak laba.

Penjualan Produk yang Lebih Baik

Perusahaan yang memiliki nilai profit margin lebih besar dibandingkan dengan kompetitornya dapat diartikan bahwa perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk menjual produknya dengan lebih mahal dengan modal yang sama. Misalnya saja Perusahaan yang memiliki memproduksi sebuah produk dengan biaya produksi Rp 10.000 dan dapat menjualnya di harga Rp 15.000 akan lebih baik dengan perusahaan yang memiliki produk dengan biaya produksi Rp 10.000 dan hanya mampu menjualnya di harga Rp 11.000, dengan modal yang sama profit margin yang lebih besar akan mampu menghasilkan laba lebih besar. Kenapa bisa menjual di harga yang tinggi? Brand atau kualitas produk itu sendiri yang lebih baik dibandingkan dengan kompetitor yang menjadi penentunya. Namun hal ini akan berlaku untuk perusahaan yang berada pada industri yang sama. Beda industri akan berbeda juga profit marginnya.

Beda Indsutri Beda Marginnya

Membandingkan perusahaan yang berbeda sektornya hanya akan membandingkan sektor tersebut dan bukan perusahaannya. Hal itu karena setiap sektor memiliki rata-rata profit margin yang berbeda. Sektor seperti industri retail akan memiliki profit margin lebih rendah dibandingkan sektor makanan karena retail hanya mencari keuntungan yang sedikit dari penjualan yang besar. Membandingkan perusahaan di sektor yang sama adalah yang paling tepat. Contoh kasarnya saja membandingkan smartphone Apple yaitu Iphone dengan smartphone yang diproduksi oleh perusahaan Cina seperti Oppo, Xiaomi atau Asus yang harganya jauh lebih murah. Dengan modal yang sama Apple mampu menjual smartphonenya dengan harga yang mahal karena brand yang kuat sehingga yang dijual Apple bukan hanya sekedar Iphone namun brand yang melekat dalam smartphonenya. Produsen smartphone Cina mengambil profit margin yang kecil dan harus mengandalkan penjualan yang lebih banyak untuk menyamai nilai laba dari smartphone Iphone. Apabila Apple harus menurunkan harga produknya karena daya beli yang lemah kemungkinan besar Apple masih bisa membukukan laba sedangkan Produsen smartphone Cina harus gigit jari dan merugi karena mengandalkan profit margin yang rendah.

Margin Laba Kotor vs Margin Laba Bersih

Dalam hal menentukan efisiensi dari pendapatan maka margin laba kotor lebih baik karena hasilnya belum mengalami pengurangan oleh beban-beban selain beban untuk membuat produknya yaitu seperti beban administrasi, beban keuangan, beban lain, dll. Namun jika melihat dari realita yang terjadi maka margin laba bersih lebih baik. Jadi penggunaan keduanya akan sedikit berbeda, margin laba kotor akan fokus pada efisiensi penjualan dan margin laba bersih akan fokus pada efisiensi perusahaan secara keseluruhan. Investor dapat menggunakan dua faktor ini untuk melihat kondisi yang berbeda.

Kesimpulan:

Margin laba kotor dan margin laba bersih merupakan salah satu indikator untuk melihat efisiensi perusahaan dalam membukukan laba. Perusahaan yang memiliki margin yang besar akan lebih tahan krisis dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki margin yang kecil.

Pengertian Gross Profit Margin dan Net Profit Margin
 

Artikel Terkait

Pengertian Gross Profit Margin dan Net Profit Margin

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email