Breaking News
0

Passive Invome dari Pasar Saham, Kenapa Tidak ?

id.investing.com/analysis/passive-invome-dari-pasar-sahamkenapa-tidak--200210013
Passive Invome dari Pasar Saham, Kenapa Tidak ?
Oleh Ellen May Institute   |  16/01/2019 10:03
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

Jelang musim bagi-bagi dividen saham, biasanya banyak sekali yang bertanya seputar dividen saham ini.

Boleh nggak sih beli saham cuma buat dapat dividen? Dan… bisa nggak, dividen saham bikin kita kaya raya? Kalau emang bisa, bagaimana caranya? Saham apa saja yang sebaiknya kita pilih? Boleh nggak, kalau kita beli saham jelang bagi dividen, dan jual saham tersebut setelah bagi dividen?

Sebelum saya menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut… mungkin Anda yang masih awam dengan dunia pasar modal, bertanya2… “Apa sih yang dimaksud dengan dividen”?

Simpelnya, dividen adalah pembagian laba yang didapat oleh perusahaan.

Nah, strategi berinvestasi saham dengan tujuan untuk mendapat dividen ini, disebut dengan Income Investing.

Apa itu strategi Income Investing?

Strategi Income Investing ini, mungkin tidak sepopuler strategi investasi saham lainnya, seperti value investing, growth investing, ataupun trading saham, di mana trading saham bisa memberikan keuntungan berpuluh kali lipat lebih cepat daripada strategi investasi saham lainnya.

Apa bedanya Income Investing bila dibandingkan strategi investasi lain?

Jika strategi Value Investing fokus mencari saham-saham yang valuasinya murah, dan Growth Investing fokus pada investasi pada perusahaan yang sedang berkembang, maka Income Investing berfokus pada perolehan Dividen dan yang tidak kalah penting adalah kemampuan / komitmen perusahaan dalam membayar dividen.

Bagaimana Cara Memilih Saham untuk Income Investing?

  1. Pilih Perusahaan Mapan

Mengapa memilih perusahaan yang mapan? Logikanya, kalau perusahaan sedang berkembang, pasti butuh banyak modal untuk pengembangan ke depan. Perusahaan yang berkembang memang harga sahamnya akan naik cepat dalam jangka pendek dan menengah. Namun bukan itu fokus seorang investor jangka panjang.

Seorang investor jangka panjang fokus pada konsistensi.

Nah kalau perusahaan berkembang terus melakukan inovasi, pastinya butuh dana. Dan kalau uangnya banyak digunakan untuk inovasi, pastinya dividen yang dibagikan pun tidak banyak.

Terlepas dari strategi Income Investing, personally… saya sebenarnya lebih suka tipe perusahaan yang berkembang seperti ini. Asalkan tidak banyak menggunakan hutang.

Balik lagi ke strategi Income Investing ini. Kalau memang fokusnya mau dapat dividen, harus cari perusahaan yang sudah mapan, steady secara fundamental, mampu menghasilkan profit konsisten, dan bisa bagi-bagi dividen terus.

2. Pilih Perusahaan BUMN

Alangkah baiknya, jika Anda pilih Badan Usaha Milik Negara. Entah kenapa… perusahaan-perusahaan milik negara ini, getol banget bagi dividen.

Sebagai contoh perusahaan PT Bank Mandiri (JK:BMRI) (Persero) Tbk selalu bagi dividen tiap tahun, dengan besaran Dividend Yield sekitar 2,24%, dan Dividend Payout Ratio sekitar 40%.

Beberapa perusahaan BUMN yang rajin bagi dividen antara lain BMRI, BBRI (JK:BBRI), BBNI (JK:BBNI), PTPP (JK:PTPP), WTON, WSBP (JK:WSBP), PPRO dan ADHI (JK:ADHI).

3. Hindari Perusahaan Siklikal

Nah, untuk keperluan investasi jangka panjang, hindari perusahaan yang bersifat siklikal.

Perusahaan komoditas, seperti minyak, gas, pertambangan, agrikultur, merupakan perusahaan yang sifatnya siklikal.

Naik turunnya pendapatan perusahaan juga dipengaruhi oleh kondisi eksternal, seperti kondisi geografis, suplai komoditas dan lain sebagainya, yang sangat mempengaruhi harga komoditas.

Beberapa perusahaan yang tergolong siklikal antara lain :

  • Dari sektor pertambangan : BUMI (JK:BUMI), INCO (JK:INCO), MEDC (JK:MEDC), DOID (JK:DOID)
  • Dari sektor agrikultur: AALI (JK:AALI), TBLA (JK:TBLA), GJTL (JK:GJTL), GZCO
  • Dari sektor migas : BIPI, ELSA (JK:ELSA), ESSA (JK:ESSA), ENRG (JK:ENRG)

Perusahaan yang non siklikal adalah perusahaan yang terus dibutuhkan oleh masyarakat banyak meski kondisi apa pun.

Misalnya UNVR (JK:UNVR), GGRM (JK:GGRM), TLKM (JK:TLKM), KLBF (JK:KLBF), INDF (JK:INDF) dan lain-lain.

4. Pilih Perusahaan yang Cuan Terus

Cuan terus! Ini adalah syarat utama / wajib! Gimana bisa bagi dividen kalo rugi?

Bagaimana cara melihat cuan / laba perusahaan? Anda bisa melihat rasio EPS / ROE sebuah perusahaan selama minimal 5 tahun terakhir.

Beberapa perusahaan yang dipilih dalam buku Nabung Saham Sekarang dan sudah bisa menghasilkan keuntungan konsisten, dan memenuhi 3 kriteria sebelumnya untuk Income Investing di antaranya:

  • BBRI
  • UNVR
  • TLKM
  • Pilih Perusahaan yang Rajin Bagi Dividen

Perusahaan apa saja yang rajin bagi dividen tiap tahun… dan gede pula bagi dividennya.

Bagaimana kriteria dividen cukup besar untuk dibagikan?

Secara praktis, seringkali seorang investor saham menggunakan rasio Dividend Yield untuk menghitung seberapa cepat ia “BEP” alias balik modal setelah membeli sebuah saham.

Dividend Yield artinya, berapa besar dividen dibandingkan dengan harga saham.

Dividend Yield ini dihitung dengan

Misalnya perusahaan A mengumumkan akan membagikan saham dengan nilai Rp190 per lembar saham, sedangkan saham A diperdagangkan di harga Rp1,000. Maka, Dividend Yield saham ini ialah sebesar = 0,19%

Namun, sebenarnya, dari kacamata seorang pemegang saham, untuk menilai pelit atau tidaknya perusahaan bagi dividen dilihat dari rasio Dividend Payout Ratio (DPR).

Dividend Payout Ratio ini dihitung dengan

Misalnya, saham B mengumumkan akan membagikan saham dengan DPS sebesar Rp505 dan EPS senilai Rp1,670 per lembar saham. Maka, Divident Payout Rationya sebesar = 30,23%.

Nah berdasar 5 langkah tersebut, semoga Anda sudah bisa mencari saham mana yang bisa Anda jadikan sebagai pilihan untuk income investing.

Anyway, Anda bisa pelajari strategi investasi lainnya yang juga memberi imbal hasil lebih banyak, dan dalam waktu yang lebih singkat lagi seperti strategi Super Trader di supertrader.id

Salam profit!

Ellen May Institute

Passive Invome dari Pasar Saham, Kenapa Tidak ?
 
Passive Invome dari Pasar Saham, Kenapa Tidak ?

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email