Breaking News
0

Misteri Tukar-Guling Bandar di Balik Akuisisi TRAM

Oleh Fransiskus WigunaPasar Saham12/01/2018 09:00
id.investing.com/analysis/misteri-tukarguling-bandar-di-balik-akuisisi-tram-200199023
Misteri Tukar-Guling Bandar di Balik Akuisisi TRAM
Oleh Fransiskus Wiguna   |  12/01/2018 09:00
Tersimpan. Lihat Item Tersimpan.
Artikel ini telah tersimpan di Item Tersimpan anda
 

a
a

Bagi trader di bursa saham kita pasti mengenal dengan saham TRAM. Saham ini merupakan saham yang cukup fenomenal selain bakrie grup yang mempunyai kenangan tersendiri bagi sebagian trader saham. Bagaimana tidak, saham ini turun dari harga 1800an menuju parkir 50 dalam 6 bulan. Banyak isu yang beredar mengenai jatuhnya harga saham ini, mulai dari isu adanya transaksi repo yang gagal bayar hingga kabar kemungkinan kebangkrutan akibat kebakaran kapal serta keterlibatan perusahaan dalam penggelapan minyak saat itu.

Namun kurang dari 2 tahun saham TRAM mendapat angin segar mengenai kabar akan cairnya klaim kapal yang terbakar. Hal itu menjadi angin positif bagi pergerakan harga saham TRAM, terbukti tidak lama setelah berita itu beredar dipasar harga saham TRAM melejit dari level 50 ke 90 hanya dalam 3 hari, dan terus melanjutkan kenaikannya hingga mencapai harga 400 per lembar saham.

Beberapa waktu kebelakang perusahaan melakukan berbagai aksi korporasi yang sepertinya membuat perusahaan kembali berprospek. Seperti kita ketahui menjelang penghujung 2017 perusahaan merubah nama menjadi PT Trada Alam Mineral Tbk, perubahan nama ini diikuti dengan rencana tram mengakuisisi Gunung Bara Utama (GBU) yang artinya TRAM akan melakukan diversifikasi bisnis ke sektor pertambangan.

Hal yang menarik dari aksi korporasi TRAM adalah bagaimana skema dan pihak-pihak yang terlibat dibalik akusisi GBU. Akusisi GBU ini dilakukan dengan menggunakan dari proses right issue. Setelah mempelajari mengenai proses akuisisi ini dan profil perusahaan GBU, termasuk pemegang saham GBU, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses right issue saham TRAM, kami menemukan banyak hal yang menarik dan pantas diketahui bagi para investor yang berminat membeli saham ini.

Profil Gunung Bara Utama (GBU)

Gunung bara utama adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan dengan ijin usaha produksi dan operasi, adapun lokasi dari GBU ini berada di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Hubungan antara GBU dengan TRAM ini dihubungkan dengan anak usaha TRAM. Berdasarkan laporan keuangan 2016 TRAM, GBU merupakan pengguna jasa tongkang PT Jelajah Bahari Utama yang merupakan anak usaha dari PT Bahari Sukses Utama yang 99% sahamnya dimiliki oleh TRAM. Latar belakang akuisisi TRAM terhadap GBU sendiri karena GBU tidak bisa membayar hutang usaha kepada PT Jelajah Bahari Utama.

Metode Akuisisi Gunung Bara Utama (GBU) oleh TRAM

Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa latar belakang akusisi GBU oleh TRAM adalah ketidaksanggupan GBU membayar hutang kepada anak usaha TRAM . Akusisi TRAM terhadap GBU dilakukan secara tidak langsung. Pengambilalihan GBU dilakukan TRAM dengan mangakuisisi 2 ultimate shareholder GBU yaitu PT Semeru Infra Energi (SIE) dan PT Black Diamond Energi (BDE).

creative-trader
creative-trader

Profil Pemegang PT Semeru Infra Energi (SIE) dan PT Black Diamond Energi (BDE).

creative-trader
creative-trader

TRAM akan mengakuisisi secara penuh SIE dan BDE dengan pembelian langsung saham-saham shareholder kedua perusahaan tersebut. Sebagai tambahan informasi TRAM juga melakukan penyertaan modal kepada SIE sebesar 1,5 Triliun dan kepada BDE sebesar 375 Miliar untuk keperluan pembayaran hutang kepada Heru Hidayat dan beberapa institusi. Heru Hidayat saat ini merupakan komisaris dari TRAM yang baru diangkat bulan Oktober 2017 lalu. Bagi anda yang sudah lama berkecimpung di bursa, kemungkinan anda sudah familiar atau pernah mendengan dengan nama dan 0serta sepak terjang Heru Hidayat di pasar modal indonesia.

Skema Right Issue TRAM

Pada Desember 2017 seperti kita ketahui TRAM melakukan right issue dengan ketentuan 10 saham lama berhak atas 41 saham baru dengan dilusi 81.62% dan target perolehan dana 6.5 Triliun. Adapun dalam right issue ini terdapat stand by buyeryaitu PT Graha Resource, artinya jika para pemegang saham sebelumnya tidak mau menebus Right Issue saham TRAM, maka PT Graha Resources berkomitmen untuk membeli semua saham Right Issue yang akan dilepas untuk memastikan proses Right Isset tersebut berhasil dan dana sebesar 6.5 Triliun berhasil dikumpulkan.

Hal ini cukup menarik, mengingat pada point sebelumnya kita mendapat informasi bahwa TRAM membeli kepemilikan SIE yang dimiliki oleh PT Graha Resource. Namun uang yang dipakai untuk proses akuisisi tersebut juga disediakan oleh PT Graha Resource. Jadi jika seluruh pemegang saham tidak melaksanakan haknya maka jika PT Graha Resource mengambil hak membeli saham dalam Right Issue yang ada akan menjadikan Graha Resource sebagai pengendali baru TRAM dengan presentase kepemilikan 80.39%.

creative-trader
creative-trader

Seperti kita ketahui bahwa pada saat periode right issue harga saham TRAM berada dibawah harga Right Issuenya di level 150. Kondisi ini menyebabkan investor tidak akan menebus haknya karena jauh lebih murah membeli di pasar regule, atau dengan kata saat ini PT Graha Reources sudah menguasai saham TRAM melalui prose Right Issue tersebut.

Berdasarkan data kepemilikan update yang kami dapatkan terlihat PT Graha Resrouce membeli 27.307.389.147 saham atau senilai 4,2 Triliun, dengan kepemilikan PT Graha Resource di saham TRAM menjadi 55,02%.

Masuknya Reksa Dana dan Investor Besar

Selain munculnya PT Graha Resource dalam posisi pemegang saham TRAM, muncul beberapa institusi yang menjadi pemegang saham TRAM yang baru. Adapun kedua institusi tersebut yaitu PT ASABRI dengan kepemilikan 5.04% serta Reksa dana Dmi Dana Bertumbuh dengan kepemilikan 5.21%. Dari dua nama yang disebut mungkin nama ASABRI menjadi nama yang paling populer, sebagian besar investor percaya bahwa ketika ASABRI masuk di satu saham tertentu maka saham tersebut umumnya akan mengalami kenaikan yang signifikan.

Contohnya pada saham-saham fenomenal seperti KAEF, NIKL dan INAF. Namun yang jadi pertanyaan kami adalah seberapa bagus kah prospek TRAM kedepan sehingga kedua institusi yaitu reksa dana dan ASABRI berani untuk berinvetasi pada saham TRAM ? Seberapa berprospekkah Gunung Bara Utama sehingga kedua institusi ini berani masuk ???

Berdasarkan berita yang kami dapati dari beberapa media elektronik kami mendapati fakta bahwa salah satu perusahaan pertambangan kelas dunia CIMIC Group telah menandatangani kontrak untuk menggarap tambang batubara Gunung Bara Utama yang kini dimiliki oleh TRAM. Adapun nilai kontraknya sebesar 437 Juta Dollar Australia atau senilai 4.5 Triliun. Nilai tersebut diperkirakan jumlah yang akan didapatkan hingga tahun 2024 nanti. Jadi meskipun informasinya masih cukup terbatas namun ada indikasi kalau saham ini memang punya prospek yang baik.

Pergerakan Investor Retail dan Pemain Besar di saham TRAM

creative-trader
creative-trader

Kami menggunakan mencoba menganalisa TRAM menggunakan Sistem Bandarmologi Pro yang kami kembangkan. Dari analisa yang kami lakukan kemi mendapatkan beberapa point yang kami rasa cukup berguna sebagai panduan rekan-rekan untuk trading di saham TRAM. Hal yang paling menarik dan perlu diperhatikan bahwa semenjak awal kebangkitan saham TRAM dari level 50 pengaruh para broker zombie terlihat cukup besar. Selain itu jika perhatikan kolom atas yang merupakan kolom partisipasi broker zombie kita melihat adanya peningkatan aktivitas broker zombie seiring pergerakan saham TRAM selama ini.

Broker-broker Zombie adalah julukan yang diberikan oleh Team Riset Creative Trader terhadap broker-broker misterius, karena namanya yang umumnya tidak dikenal oleh publik, dan tidak ada kantor cabangnya namun broker-broker tersebut sering kali melakukan pergerakan yang signifikan terutama di saham-saham gorengan.

Dalam curva biru di atas yang menggambarkan pergerkaan (aksi jual-beli) dari Broker Zombie kita bisa melihat broker-broker zombie terlihat aktive melakukan akumulasi di saham ini sejak bulan Desember lalu, sampai di awal tahun 2018 dan membuat harga saham ini naik dari 150an sampai ke 220. Namun dalam 4 hari terakhir kami menemukan fakta bahwa para broker zombie mulai melakukan penjualan besar-besaran.

Hal yang menarik adalah ketika para broker zombie melakukan penjualan harga terlihat tetap dijaga diatas area 210. Dan seperti biasa ketika bandar jualan dalam kasus ini tercermin dari pergerakan broker zombie di saat itu juga broker retail melakukan pembelian yang cukup besar.

Hal ini membuat kami cukup khawatir dengan pergerakan saham ini untuk jangka pendek, karena bandarnya sedang jualan di harga untung, dan ritel yang menampung sahamnya. Karena itu kami menyarankan rekan-rekan untuk berhati-hati akan volatilitas dan peluang penurunan jangka pendek disaham ini.

Namun terlepas dari penjualan broker-broker zombie dan pembelian investor retail yang saat ini terjadi kami yakin skema menggoreng saham TRAM tidak cukup sampai disini. Melihat seberapa cantiknya manajemen melakukan berbagai aksi korporasi kami yakin strategi bandar di saham ini tidak akan berakhir hanya dengan distribusi yang mereka lakukan di kisaran harga 210-230 seperti yang terjadi saat ini. Meskipun dengan jualan di harga saat ini Bandar sudah untung kami menilai kerepontan dan jumlah dana yang dikeluarkan terlalu besar dan aneh jika semuanya berakhir hanya sampai sini.

Dari data lain yang kami dapatkan selama 2 hari kebelakang pun tercatat PT. Graha Resource kembali membeli saham TRAM sebanyak 948.838.600, yang membuat kepemilikan Graha Resource naik menjadi 56,93%. So dengan kondisi seperti ini menarik untuk diperhatikan manuver serta strategi yang akan dilakukan bandar dalam pergerakan saham TRAM kedepan.

Misteri Tukar-Guling Bandar di Balik Akuisisi TRAM
 

Artikel Terkait

Misteri Tukar-Guling Bandar di Balik Akuisisi TRAM

Tambahkan Komentar

Panduan Komentar


Kami mendorong Anda untuk menggunakan fitur komentar guna berinteraksi dengan pengguna lain, berbagi perspektif, dan saling bertanya antara penulis dan yang lainnya. Namun demikian, mohon perhatikan beberapa kriteria berikut demi menjaga interaksi berkualitas tinggi yang kita hargai dan harapkan: 

  • Perkaya percakapan
  • Jaga fokus dan hindari keluar jalur. Publikasikanlah hanya materi yang relevan dengan topik yang dibicarakan.
  • Hargai orang lain. Setiap opini, bahkan opini negatif sekali pun, dapat disampaikan secara positif dan diplomatis.
  • Gunakan gaya penulisan baku. Gunakan tanda baca dan huruf besar/kecil dengan sesuai.
  • CATATAN: Tautan dan pesan spam dan/atau bersifat promosi dalam komentar akan dihapus.
  • Hindari melontarkan kata-kata kasar, fitnah, atau serangan pribadi terhadap penulis atau pengguna lain.
  • Komentar harus dalam Bahasa Indonesia.

Pelaku spam atau pelanggaran akan dikeluarkan dari situs dan dilarang melakukan registrasi kembali atas kebijaksanaan Investing.com sendiri.

Tulis pendapat Anda di sini
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
Kirim juga ke :
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Terima kasih atas komentar Anda. Harap diperhatikan bahwa seluruh komentar akan berstatus tunggu hingga mendapatkan persetujuan dari moderator. Karenanya, akan ada jeda waktu sebelum komentar tersebut ditampilkan di situs web kami.
 
Anda yakin ingin menghapus grafik ini?
 
Kirim
 
Ganti grafik terlampir dengan grafik baru?
1000
Saat ini Anda tidak dapat menuliskan komentar karena laporan negatif dari pengguna. Status Anda akan ditinjau oleh moderator.
Harap tunggu sesaat sebelum Anda berikan komentar lagi.
Tambahkan Grafik untuk Berkomentar
Konfirmasi Blokir

Anda yakin ingin memblokir %USER_NAME%?

Jika ya, Anda dan %USER_NAME% tidak akan dapat melihat posting satu sama lain di Investing.com.

%USER_NAME% berhasil dimasukkan ke Daftar Blokir Anda

Karena Anda baru saja membatalkan blokir pengguna ini, Anda harus menunggu 48 jam sebelum kembali memblokir.

Laporkan komentar ini

Menurut saya, komentar ini:

Komentar diberi tanda bendera

Terima Kasih!

Laporan Anda telah terkirim untuk ditinjau oleh moderator kami
Disklaimer: Fusion Media would like to remind you that the data contained in this website is not necessarily real-time nor accurate. All CFDs (stocks, indexes, futures) and Forex prices are not provided by exchanges but rather by market makers, and so prices may not be accurate and may differ from the actual market price, meaning prices are indicative and not appropriate for trading purposes. Therefore Fusion Media doesn`t bear any responsibility for any trading losses you might incur as a result of using this data.

Fusion Media or anyone involved with Fusion Media will not accept any liability for loss or damage as a result of reliance on the information including data, quotes, charts and buy/sell signals contained within this website. Please be fully informed regarding the risks and costs associated with trading the financial markets, it is one of the riskiest investment forms possible.
Daftar dengan Google
atau
Daftar dengan Email